14 Nov 2010

Jangan Buru-Buru Pindahkan Ibukota

Menarik memang pandangan Pak Emil Salim yang diliput oleh detik.com. Ya, saya setuju jika dikatakan bahwa pemindahan ibukota ke Palangkaraya atau ke mana pun adalah hal yang mubazir. Sudah demikian banyak kegiatan, investasi, dan rencana yang dilaksanakan di Jakarta, sayang rasanya kalau kemudian ibukota negara harus dipindah. Ini akan menjadi sebuah pekerjaan yang besar bagi seantero wilayah Indonesia. Tidak hanya pembangunan infrastruktur di lokasi baru, masyarakat dan pemerintah daerah pun harus menyesuaikan segala birokrasi dan rencana-rencana strategis yang sudah ada. Jangan harap hal ini bisa selesai dalam jangka waktu yang pendek. Apalagi jika pemindahan ibukota negara ini dipromosikan sebagai solusi atas kemacetan Jakarta.
Mengatasi kemacetan Jakarta dengan cara membuat pusat pemerintahan baru adalah pemikiran yang sulit saya mengerti. Tidak pantas rasanya jika pemerintah yang harus berkorban untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta. Maksudnya, bukankah pihak swasta juga memiliki peran yang sangat besar dalam mengabadikan kemacetan? Lalu kenapa harus pemerintah pusat yang mengalah dan kemudian berimbas pada kepentingan nasional seluruhnya?

Sesungguhnya masyarakat ibukota masih memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan kemacetan yang terjadi di kota tersebut. Sayangnya hingga sekarang, meski masyarakat sadar benar bahwa sumber kemacetan adalah ketidakmampuan jalan menampung jumlah kendaraan yang melaluinya,  usaha yang dilakukan untuk mengurangi volume lalu lintas masih belum maksimal. Penggunaan kendaraan pribadi masih sangat besar, begitu pula dengan jumlah perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat. Penyediaan dan pemanfaatan fasilitas transportasi publik pun masih jauh dari harapan. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan sebelum berpikir untuk memindahkan ibukota.
Bagi saya, ide yang lebih moderat adalah memperketat ijin pendirian bangunan, terutama untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan. Dengan demikian persebaran lapangan pekerjaan pun dapat lebih diratakan. Bagaimanapun juga, pemerintah harusnya lebih berani melaksanakan wewenangnya untuk menata penggunaan lahan di ibukota negara ini dan bukannya justru mengalah dan pindah ke tempat lain.
Menurut saya, usulan pemindahan ibukota harus dibahas melalui forum yang lebih resmi dan melibatkan ahli-ahli dan praktisi yang berkompeten dalam bidang ini sebelum benar-benar dilaksanakan. Jika dalam kegiatan konstruksi dikenal istilah SIDLaCoM (Survey-Investigation-Desain-Land Accuisition-Construction-Maintenance), dalam masalah ini pun diperlukan langkah-langkah yang kiranya mampu memberikan solusi secara bertahap dan berkesinambungan.

13 Nov 2010

Kapok Saya (Makan MSG)

Nikmat memang baca buku sambil ngemil. Saya suka begini kalau sedang ada masalah di kampus; niatnya untuk mengurangi stress. Duduk, buka buku, terus ambil cemilan. Kresh.. kresh..., serasa dunia milik sendiri. Kalau sudah begitu, nggak peduli sama kanan kiri.
Tapi apa yang terjadi begitu cemilannya habis? Bosan, kosong. Rasanya niat baca jadi hilang. Ya, memang saya sadar kalau ngemilnya saya itu cuma pelarian dari pikiran-pikiran yang mengganggu kepala. Alih-alih masalahnya selesai, justru saya sering merasa bersalah setelah cemilan di toples habis. Pertama, menyesal karena secara sadar melakukan gerakan penggendutan. Kedua, menyesal karena di perut rasanya nggak enak, penuh tapi nggak kenyang. Ketiga, menyesal karena sudah melahap MSG (monosodium glutamate, penguat rasa-red) dengan santainya. Yang nomor tiga ini sebenarnya yang penting karena berbagaya untuk otak. Malahan seringkali saya menyalahkan kebiasaan ngemil saya ini atas penurunan prestasi akademis saya di kampus. Kenapa begitu? Mari kita lihat.
Neuroscientist (ahli saraf) menjelaskan bahwa MSG menyerang selubung sel-sel otak yang berfungsi melindungi dan mengatur keseimbangan kimia dalam sel. Sedikit saja perubahan pada keseimbangan ini dapat membawa sel kepada kematian. Dan perlu diketahui, dikatakan pula bahwa sel-sel otak tidak dapat beregenerasi seperti sel-sel lain dalam tubuh.
Kerusakan fungsi otak ini bisa terlihat dari beberapa gejala seperti terganggunya pola tidur, keinginan makan yang sangat besar (food cravings), dan rasa lapar yang terus muncul yang biasanya berujung pada obesitas. Lebih jauh lagi, MSG dapat membawa penyakit yang sifatnya menurun seperti penyakit Parkinson, Alzheimer (jadi ingat novel “Notebook” nya Nicholas Sparks, hhe), dan Amytropical Lateral Sclerosis (ALS). Bahkan ada pula yang mengaitkan MSG dengan sikap anak-anak di Amerika Serikat. Majalah Times di tahun 1994 mengabarkan bahwa jumlah penderita penyimpangan perilaku seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD atau ADD tanpa hyperactivity) meningkat tajam selama sepuluh tahun terakhir. Padahal lima belas tahun sebelumnya, gangguan ini sangat jarang ditemukan di AS. Yang menarik adalah, penggunaan MSG dan Aspartam mulai meluas di AS pada awal tahun 1980-an. Secara angka sangat cocok, bukan? Demikian berbahayanya MSG, oleh para ahli ia disebut sebagai excitotoxin (dari kata excite + toxin).
Oh ya ampun, mudah-mudahan lewat tulisan ini saya bisa memperbaiki kebiasaan buruk saya yang suka ngemil ini dan lebih berhati-hati terhadap makanan.

PENTING..!
Other names of MSG:
Monosodium glutamate
Hydrolyzed “anything”
Autolyzed “anything”
Natural flavor/flavorings
Caseinate (sodium atau calcium)
Carrageenan
Yeast extract (ekstrak ragi) or nutrient
Seasonings, Spice
Gelatin
Bouillon/Broth/Stock
Commercial soup or sauce base
Soy, wheat, whey protein
Soy, fish, or bean sauces
Malted barley flour
Malt extract
Corn byproducts: corn syrup, dextrose,
cornstarch, citric acid

2 Okt 2010

Mencegah Banjir Ibukota

Banjir merupakan musuh bagi seluruh warga Jakarta. Pada setiap musim penghujan, masyarakat ibukota selalu direpotkan dengan masalah ini. Banjir datang tidak sendirian, biasanya ia selalu diikuti oleh masalah lain seperti kemacetan, kebersihan, kesehatan, dan sebagainya.

Sebenarnya banjir adalah hal yang wajar dalam pembahasan ilmu hidrologi dan turunannya. Setiap badan air memiliki potensi untuk mengalami peningkatan debit air dan hal ini harus dipahami oleh manusia. Banjir akan berubah menjadi bencana banjir jika kemudian air tersebut meluap keluar badan air dan kemudian mengganggu aktivitas manusia di sekitarnya.

Meningkatnya volume dan debit air terjadi bila jumlah air yang masuk lebih besar daripada jumlah air yang keluar. Proses masuknya air, tertampungnya air, dan keluarnya air, semua dirumuskan dalam konsep neraca air. Input dan output dari suatu badan air berbeda-beda. Sumber air yang masuk maupun keluar dari waduk berbeda dengan kolam, sungai, atau selokan. Setiap badan air harus diketahui dahulu skema input-output dan kapasitas tampungannya sebelum dipelajari untuk kepentingan penanggulangan banjir.

Masyarakat sudah sangat paham bahwa setiap terjadi hujan berintensitas tinggi, sungai-sungai di  Jakarta mudah sekali meluap. Air yang masuk banyak, sementara kapasitas tampungannya rendah dan sumber keluarannya pun hanya satu, yaitu ke hilir. Tidak heran jika kemudian tidak semua air bisa tersalurkan dengan baik, banyak yang hanya “ngendon” di jalan dan rumah warga.

Volume air yang masuk ke sungai  sangat berkaitan dengan tingkat infiltrasi (penyerapan air permukaan ke tanah) kawasan-kawasan di sekitar sungai. Padatnya penggunaan lahan di Jakarta membuat air hujan yang jatuh ke bumi sulit teresap ke dalam tanah dan akhirnya mengalirlah ia ke saluran-saluran air. Begitu pula dengan daya tampung sungai Jakarta, setiap tahunnya semakin berkurang akibat sedimentasi dan penyempitan yang disebabkan oleh sampah dan sebagainya. Ditambah lagi, air yang sudah ada di sungai hanya terjebak saja, tidak ke mana-mana kecuali pasrah mengalir ke hilir. Padahal seharusnya jika sungai tersebut sehat, airnya bisa meresap ke tanah ataupun digunakan oleh masyarakat secara optimal. Celakanya, paradigma penanggulangan banjir di DKI Jakarta saat ini masih berfokus pada bagaimana mengalihkan air ke sungai secepatnya dan sebanyak-banyaknya. Akibanya beban sungai menjadi bertambah besar dan kesempatan air untuk teresap ke tanah pun berkurang. Banjir saat penghujan dan kering kerontang saat kemarau.

Idealnya, air yang mengalir di permukaan diberi kesempatan untuk “parkir” dan masuk ke tanah, lalu disalurkan secara perlahan ke sungai. Tentu saja tempat parkirnya harus benar, bukan di depan teras rumah orang (kecuali bagi yang memiliki semangat rela berkorban). Secara mikro, hal ini dapat dilakukan dengan menanam lebih banyak vegetasi di lahan-lahan kosong sehingga air hujan yang jatuh tertahan oleh tanaman, sebagian terserap, dan sisanya pelan-pelan mengalir ke badan-badan air. Atau kalau mau lebih cepat, masyarakat dapat membuat sumur resapan di halaman rumahnya. Dengan desain yang benar, dijamin sandal yang ditaruh di halaman sekalipun tidak akan berlama-lama terendam air. Usaha lain, yang hanya dapat dilakukan melalui keputusan pemerintah, adalah pembuatan riverside polder maupun retarding basin, kolam tandu yang dibuat di bantaran sungai. Dengan adanya kolam tandu ini, volume air yang meluap saat banjir dapat ditahan di tepi sungai dan secara perlahan akan kembali mengisi sungai ketika sungai tersebut mulai kehilangan air. Jika dibuat sedekat mungkin dengan kondisi alami, bahkan kolam tandu ini bisa menjadi sumber recharge air tanah Jakarta -yang terkenal hanya tinggal sedikit- dengan meresapkan air yang tertampung ke dalam tanah.


contoh retarding basin di Jepang

Menanggulangi bencana banjir di Jakarta memang harus dimulai dari pemahaman yang benar terhadap karakteristik sungai dan badan-badan air yang ada, termasuk selokan sekalipun. Dari mana asalnya air, kemana perginya air, dan berapa yang bisa ditampung harus terjawab dengan baik. Setelah itu, perlu adanya paradigma yang tepat dalam melawan banjir di ibukota. Bukan dengan melepaskannya cepat-cepat ke sungai, tapi beri juga air kesempatan untuk masuk ke tanah. Dengan demikian, tidak hanya bencana banjir dapat diatasi, tapi juga air pun menjadi dapat termanfaatkan dengan lebih baik. Manusia memang harus lebih memahami air, karena air sifatnya sederhana, tapi juga berbahaya.

Gambar dari

Bahan bacaan:
Situs Technology Indonesia: artikel 1, artikel 2

26 Sep 2010

Air Indonesia dalam Angka (AMPL Juli 2010)

65% penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Sementara itu luas Pulau Jawa hanya 7% dari luas lahan Indonesia dan potensi airnya pun hanya 4,5% dari seluruh potensi air yang dimiliki Indonesia.


Kabutuhan air nasional pada tahun 2003 mencapai  112,27 miliar meter kubik dan diprediksi meningkat menjadi 127,7 miliar meter kubik pada 2020.

Kebutuhan air domestik dan non-domestik masyarakat perkotaan adalah 150 – 158 liter per hari per orang
Kebutuhan air masyarakat pedesaan adalah 80 liter per hari per orang

Potensi sumber daya air Indonesia adalah  15.000 meter kubik/kapita/tahun, lebih tinggi daripada rata-rata dunia yang hanya  8.000 meter kubik/kapita/tahun

Meski total ketersediaan air tahunan seluruh sungai di Indonesia mencapai 8,96 triliun meter kubik, setiap musim kemarau selalu terjadi kekurangan air di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Ketahanan air di Indonesia tidak merata. Di bagian barat cukup baik, sementara di bagian timur sangat kurang. Karenanya ancaman krisis air bisa saja terjadi dan akan semakin meluas.

17 Sep 2010

Mimpiku untuk Indonesia bag. 1

Bismillahirrohmanirrahim

Suatu pagi, aku sedang ngobrol dengan hatiku. Hatiku bertanya, "Apa mimpimu untuk Indonesia?" Agak terkejut, kujawab, 'Kok tiba-tiba tanya begitu?'

Sambil curhat, hatiku menjawab, "Tadi baru saja aku browsing, cari-cari lomba blog." 'Iya, tadi kan kita bareng browsingnya,' diriku menimpali.
Hatiku melanjutkan ceritanya, "Sampai di satu judul lomba, aku tertegun. Judul lombanya 'Mimpiku untukmu Indonesiaku'. Sederhana sih, nggak ada kriteria artikel yang macem-macem. Tapi sekilas aku bertanya, 'Kalaupun masih bisa ikut lomba ini, apakah aku bisa menulis meski hanya satu artikel?' Aku merasa belum punya kepedulian yang cukup untuk bermimpi bagi negara ku sendiri."
Kujawab,  'Memang, selama ini kita memang punya mimpi. Tapi mimpi-mimpi itu kebanyakan cuma buat diri kita sendiri.'

'Tapi kenapa kita harus mikirin Indonesia sih? Orangnya banyak yang nggak kita kenal. Bukan saudara, bukan teman. Bahkan kadang aku juga bingung kenapa kita harus cinta sama negeri ini. Bernegara itu susah karena nggak ada syahadatnya. Maksudnya, mau nggak mau, kita dituntut cinta tanah air dan nurut dengan aturan yang ada di dalamnya. Tidak ada ikrar yang menunjukkan kalau mulut, hati, dan tindakan kita benar-benar cinta Indonesia.'

Hati: "Semua orang berhak bahagia Her. Apa salahnya kalau kita memperjuangkan kesejahteraan kita lewat organisasi yang bernama negara? Kalau kamu emang muslim, mestinya kamu tahu kalau kita disuruh menjadi rahmat buat semua alam, nggak usah pandang negara. Kalau agak sangsi dengan konsep pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan negara, ya niatin aja untuk manusia secara umum. Udah deh, ayo tulis apa mimpimu buat Indonesia?"

Aku: 'Sabar, sabar.. Dipikir dulu, baru nanti kita post ke blog. Kan nggak enak kalau nulis yang nggak bermutu di blog?'

10 Sep 2010

Penutupan Pengajian I'tikaf Ramadhan ke-28 : Amien Rais Bicara Islamofobia


Islamofobia, kebencian tanpa dasar terhadap nilai-nilai kebenaran Islam. Hal ini sebenarnya bukan hal baru, bahkan sudah ada semenjak zaman Nabi Adam a.s. Selalu saja ada orang-orang yang membenci kebenaran.

Sadar atau tidak, masyarakat muslim saat ini bisa melihat betapa berhasilnya orang-orang tidak bertanggung jawab menyebarkan Islamofobia di seluruh dunia, salah satunya di Amerika Serikat. Islamofobia di Amerika Serikat setidaknya ditandai dengan dua peristiwa, yaitu:
Pertama, penolakan mayoritas masyarakat AS terhadap pembangunan Islamic Center di wilayah Ground Zero. Meski demikian, Bloomberg (walikota New York) mendukung pembangunan ini. Bahkan Obama pun dikatakan mendukung proyek tersebut. Belakangan dikabarkan pamor Obama di AS turun karena dukungannya ini.
Namun bapak Amien Rais sendiri merasa kita tidak boleh begitu saja mengurangi kewaspadaan kita terhadap Obama hanya karena dukungannya itu. Beliau khawatir Obama menerapkan taktik ganda dalam menyikapi Islam. Masyarakat dunia harus terus mengawasi politik luar negeri AS yang bisa jadi diarahkan ke arah yang berbahaya. Amien Rais mencontohkan, bagaimana AS mengontrol Pakistan melalui kerja sama militernya.
Kedua, adanya rencana melakukan Quran-Burning Day pada tanggal 11 September 2010. (berita tentang ini bisa disaksikan melalui beragam media massa-red)

Menurut Pak Amien, Islamofobia bukanlah hal yang murni terjadi atas keinginan masyarakat, melaikan sebuah rencana yang disusun secara sistematis oleh kaum Islamofobis yang rata-rata adalah kaum murtadin.
"Meski Islam sudah dijamin oleh Allah akan terus bersinar hingga akhir jaman, ummat muslim harus tetap berjuang untuk membela Islam," ujar beliau.

Islamofobia muncul melalui beragam cara. Pertama adalah imperialisme. Kekuatan, demografi, dan geopolitik negara Islam dipelajari untuk dijajah secara politik dan militer. Kedua, penggunaan faham oriantalisme, ilmu yang menggunakan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya untuk menaklukkan Islam. Ketiga, penyebaran islamofobia untuk mempengaruhi para penguasa dan masyarakat sehingga tidak yakin pada kebenaran agama Allah dan menjelek-jelekkan agama Islam tersebut. Menurut Pak Amien, islamofobia ini sudah tersebar di Indonesia pada berbagai level masyarakat. Karenanya kita harus waspada.

Kenapa barat benci dengan Islam? Jawabannya adalah karena Islam begitu cepat berkembang dan menyapu segala level masyarakat. Sementara itu, agama-agama mereka terus menurun jumlah pemeluknya. Ditambah lagi, Islam telah menunjukkan perkembangan fenomenal yang semakin mendekati negara-negara maju, bahkan di beberapa bidang telah mengunggulinya.

Dalam mengembangkan agama Islam di Indonesia, kita tidak boleh berpura-pura tidak tahu permasalahan ini. Islamofobia terang-terangan telah disebarluaskan melalui beberapa partai politik, perguruan tinggi, dan media-media tertentu.

Pesan Pak Amien bagi pemuda muslim Indonesia: jika ingin memajukan Islam, gunakanlah Al Quran sebagaimana Rasulullah memajukan masyarakat Arab di masa lalu dengan Al Quran. Jangan justru lebih banyak membaca buku-buku Marxisme atau teori-teori aneh yang lain. Bacalah Al Quran tiap hari sehingga ada kerinduan dan keterikatan kita dengannya.

29 Agu 2010

Jogja Lagi

Bismillahirohamanirrahim

Tripartit, wao, alhamdulillah bisa juga akhirnya dapat beasiswa. Setelah beberapa kali disindir bapak karena sampai semester lima belum pernah dapat beasiswa, akhirnya kesempatan itu datang. Temanku di Sipil UI 2008, Febriansyah Pasaribu, menawarkan aku untuk ikut pertukaran pelajar Tripartit. Tripartit itu "persekongkolan" nya Departemen Teknik Sipil UI, ITB, dan UGM. Istilahnya kerja sama di bidang keilmuan. Tiga universitas itu saling kirim mahasiswa untuk belajar di universitas mitra selama satu semester.

Febri ini sudah diterima lebih dulu di Tripartit, lewat proses seleksi yang lumayan lama. Aku juga dulu sempat daftar Tripartit, tapi mundur karena dapat amanah di kepanitiaan Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Sipil UI. Nah mungkin yang jadi pertanyaan adalah, gimana aku bisa daftar Tripartit lagi? Silakan baca kisahnya..

Setelah seleksi selesai dan para pendaftar yang lolos diumumkan, tiba-tiba ada temanku yang mengundurkan diri. Sekedar ngasih tahu aja, awalnya komposisi peserta Tripartit dari UI itu tiga ke UGM dan tiga ke ITB.
Yang ke UGM itu Maisarah Rizky, Yuliana Sukarmawati, dan Febri.
Tiga yang lain, yang ke ITB, adalah Triananda Pangestu Gusti, Fadhilah Muslim, dan Dwica Wulandari.
Tapi belakangan formasi itu berubah. Yuliana pindah ke ITB karena di UGM nggak ada Jurusan Teknik Lingkungan, Maisa juga akhirnya pindah ke ITB (nggak tahu kenapa, tapi pasti punya alasan sendiri), dan Nanda mengundurkan diri. Nanda ini mundur dari Tripartit karena khawatir nanti mata kuliah ITB nggak cocok dengan kurikulum yang ada di UI. Karena Nanda ini lah akhirnya aku bisa daftar Tripartit (lagi).

Sayang seribu sayang, aku cuma boleh daftar ke UGM karena yang kesana tinggal Febri sendiri. Febri nya juga semangat bujuk aku buat ambil kesempatan ini. Ya aku paham lah, mungkin karena dia belum pernah ke Jogja, jadi agak was-was kalau harus sendirian di sana. (sok jual mahal, padahal sebenarnya aku seneng banget bisa ke Jogja lagi, he he)

Segera aja kutelepon Bapak dan Ibuku satu-satu, minta pendapat. Sebenarnya satu-satunya hal yang buat aku ragu ikut pertukaran pelajar itu ibuku. Kalau aku pergi dari Jakarta, ibuku cuma berdua dengan Mbak Yeni di rumah. Adik kuliah di TE UGM (baru diterima), bapak di Bengkalis, dan aku di Jogja. Nggak tega rasanya. Lha wong aku dulu pengen banget kuliah di UI supaya bisa bersama lagi dengan orang tuaku. Tapi ternyata orang tua merestui. "Oke, daftar," batinku.

Tepat setelah Nanda menyerahkan surat pengunduran diri ke Bu Wiwik Sekretaris Departemen Teknik Sipil UI, aku datang menghadap beliau.
Bu Wiwik cuma tanya, "Kamu serius tidak, ingin mendaftar Tripartit?"
Ya tentu aja kujawab, "Saya benar-benar berminat, Bu. Orangtua juga mengijinkan."
Singkat cerita, Bu Wiwik pun akhirnya kasih aku ijin untuk daftar. Syaratnya,  harus membuat surat persetujuan orang tua, motivation letter, print-out IPK terakhir, dan curriculum vitae yang harus diserahkan hari Senin (waktu itu hari Jumat).

Begitulah, Seninnya aku serahkan surat-surat itu. Waktu itu belum ada jawaban dari Bu Wiwik, aku diterima atau nggak. Hanya saja aku dan teman-teman disuruh bikin rencana mata kuliah yang akan kami ambil di universitas tujuan. Nah ini yang repot, kami harus mendatangi dosen-dosen yang mengajar mata kuliah di semester lima. Bersama dosen, kami telaah silabus UGM & ITB, mencari-cari mata kuliah apa yang kira-kira bisa nge-ganti-in (atau ngganti-in?) kuliah di semester lima UI. Hasilnya? Coba lihat di bawah. 

Mata kuliah yang harusnya aku ambil di Semester 5 UI:

Analisa Struktur, Mekanika Tanah, Teknik Jalan Raya I, Perancangan Infrastruktur Keairan, dan Statika (pengen nyuci)

di UGM jadi:

Analisa Struktur Statis Tak Tentu, Perancangan Geometri Jalan, Dasar Perencanaan Transportasi, Jalan Rel, Hidrologi, Hidraulika Saluran Terbuka, Teknik Sungai, Perencanaan Perkerasan Jalan, Teknik Penyehatan, plus Keselamatan Kerja dan Analisa Resiko (sepuluh mata kuliah O_O ..!!)

Yah, biarpun kuliahnya jadi padat tak terkira, ada untungnya juga. Banyak matkul yang aku sodok lho. Lumayan, lumayan,

Dan inilah akhirnya, aku hadir kembali menyapa masyarakat Jogja (:

pulang ke kotamu
ada setangkup haru
dalam rindu...

18 Agu 2010

Adhyaksa Dault Menegur Mapres se-Indonesia

Lantaran kecewa dengan sikap peserta sarasehan yang kurang menghargai pembicara, Adhyaksa Dault, mantan Menpora pada masa pemerintahan SBY-JK, menegur puluhan mahasiswa berprestasi se-Indonesia di akhir acara Kenduri Kebangsaan pada hari Minggu, 8 Agustus 2010. “Anda harus bisa memperhatikan orang yang berbicara. Kalau tidak, bagaimana Anda bisa mendengarkan suara rakyat? Padahal yang susah disini (mendengar rakyat-red),” ujar beliau.

Teguran beliau memang bisa dipahami mengingat selama tanya jawab berlangsung, peserta sarasehan belum mampu memberikan penghargaan yang pantas kepada para narasumber yang notabene adalah putra-putri terbaik bangsa ini. Mungkin saking antusiasnya peserta membicarakan pertanyaan yang akan diajukan, mereka tidak sadar kalau ternyata ruangan tersebut menjadi gaduh. Acara Kenduri Kebangsaan ini mendatangkan Jusuf Kalla, Taufik Ismail, dan Adhyaksa Dault sebagai narasumber serta Neno Warisman sebagai moderator. Keempat tokoh kenamaan Indonesia ini menyampaikan pandangan, harapan, dan nasihatnya kepada puluhan mahasiswa berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia yang mengikuti Indonesia Leadership Camp, 5-9 Agustus 2010.

Dalam uraiannya, Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia, mengutarakan bahwa masyarakat Indonesia haruslah menjadi masyarakat yang besar dan adil. Indikatornya adalah rakyat Indonesia makmur, bangsanya bermartabat, dan dihargai. Untuk mencapai itu semua, negeri ini membutuhkan pemimpin yang berkarakter. “Berkarakter itu berarti ia tidak mudah digoyahkan (pandangannya) jika sudah memiliki keyakinan akan suatu kebenaran,” ujar beliau.

Mengamini pandangan Jusuf Kalla, Adhyaksa Dault pun menambahkan bahwa negeri ini harus mampu melahirkan pemimpin yang kuat. “Sholeh saja tidak cukup, karena seorang pemimpin harus berpikir dan bertindak tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi bagi orang-orang yang dipimpinnya,” tegas beliau. Dan untuk menjadi diri yang berkarakter dan kuat, seseorang harus mampu melewati berbagai tahapan dalam mengamban amanah, tidak bisa langsung terbentuk sendiri.

Berbeda dengan narasumber lain yang menyampaikan nasihatnya secara langsung, Taufik Ismail dalam acara tersebut mengikat hati peserta melalui puisi-puisinya. Dalam puisinya, Taufik Ismail menyampaikan keprihatinannya atas kesadaran berbahasa masyarakat Indonesia masa kini. Banyak acara di televisi yang diberi judul berbahasa Inggris, padahal isinya adalah diskusi seputar negeri ini. Bahkan beliau berkata, “Bahasa Indonesia kini terjajah oleh Bahasa Amerika.” Melalui puisinya, Taufik Ismail mengingatkan peserta bahwa kesadaran berbahasa Indonesia adalah suatu bentuk kecintaan negeri yang tidak boleh dilupakan dalam usaha menempa diri menjadi pemimpin.

Acara tersebut tentu saja akan menjadi suatu momen tak terlupakan bagi para mahasiswa berprestasi peserta Indonesia Leadership Camp 2010. Bagaimana panitia mampu menghadirkan narasumber yang luar biasa dan bagaimana mereka mampu menyuguhkan suasana lesehan yang santai untuk membahas materi-materi sepenting itu adalah suatu pencapaian yang wajib diapresiasi oleh siapa pun yang menghadirinya, termasuk Teknika FTUI. Terimakasih panitia, terimakasih para pengisi acara. (lbg)

**tulisan ini versi awal dari artikel yang dikirim ke Teknika FTUI untuk diterbitkan**

27 Jul 2010

Tujuh untuk Mood

Bismillahirrohmanirrahim..

Suasana hati manusia sering berubah-ubah. Senang, sedih, semangat, dan lelah adalah perasaan-perasaan yang secara bergantian mengisi ruang hati kita. Dalam kesenangan, kegembiraan, dan rasa semangat, dunia menjadi lebih indah. Dalam masa-masa ini kita merasa seakan-akan mampu melakukan sesuatu dengan lebih baik dan percaya diri menghadapi kehidupan. Sebaliknya, di saat sedih, penuh penyesalan, dan lelah, tak jarang kita merasa sebagai orang yang tak berguna, tidak produktif. Meski ada pepatah mengatakan "Tindakan bukan fungsi dari kondisi tapi fungsi dari keputusan," adalah wajar jika setiap orang menginginkan suasana hati terbaik dalam aktivitasnya. Dr Donald Schnell, pendiri Program Spiritual Java, memberikan tujuh tips untuk menjadikan hari-hari kita lebih menyenangkan.

1. Bertanya pada diri sendiri ketika mengalami masalah; misal, "Bagaimana agar masalah ini menjadi lebih menyenangkan, lebih mudah, dan cepat diselesaikan?"

2. Menaruh rasa ingin tahu yang besar terhadap diri sendiri dan hal-hal yang ada di sekitar kita. Hal ini akan membuat kita lebih bergairah dalam menghadapi apapun yang ada di depan kita. Contohlah anak kecil yang gembira bukan main ketika melihat seekor capung lewat di kepalanya. Banyak manusia, seiring bertambahnya usia, justru semakin tak acuh terhadap semua keajaiban dan keindahan yang ditemuinya.

3. Ikhlas menerima kekurangan diri. Semua orang punya kekurangan. Sisi positifnya, manusia menjadi memiliki semangat untuk memperbaiki dan membenahi diri. Namun kadang ada juga yang frustasi karena tidak kunjung mendapatkan sepeti yang dimiliki orang lain. Di sinilah saatnya keikhlasan bertindak. Mengenal kekurangan kita, menerimanya, dan menyadari segala potensi yang selalu ada pada diri, menunggu untuk ditunjukkan pada dunia.

4. Jangan pernah berhenti belajar. Buka mata, lihat dunia, selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari. Karena, seperti tubuh, otak selalu butuh latihan untuk mencapai kondisi terbaiknya.

5. Maksimalkan hari ini. Hargai hari ini, lakukan yang terbaik terhadap segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Jangan melelahkan diri dengan mereka-reka masa depan yang belum terlihat.

6. Jangan hidup di masa lalu. Hal yang paling jauh dari manusia adalah masa lalu. Hal yang paling dekat adalah ajal. Seyogyanya kita melakukan yang terbaik untuk hari ini. Ada pepatah: Jangan tangisi susu yang tumpah, tapi carilah wadah baru yang lebih tepat.

7. Berenang mengikuti arus. Jangan terlalu menyibukkan diri kita dengan apa yang tidak bisa kita kendalikan. Lebih baik berfokus pada hal-hal yang bisa kita kontrol, misal pekerjaan kita, jadwal diri kita, teman yang kita miliki, dsb.


Wallahu a'lam


(tulisan ini didedikasikan buat diriku sendiri yang sering g semangat :P)

25 Jul 2010

Sejarah Beton untuk Konstruksi di Lingkungan Laut

Pembangunan Mercusuar Eddystone

Pada tahun 1756, seorang Inggris bernama John Smeaton, yang terkenal sebagai orang pertama yang menyebut dirinya civil engineer, mendapat tugas untuk membangun mercusuar di atas batu karang Eddystone Rock, Inggris. Menyadari bahwa ia harus berurusan dengan ombak dan reaksi kimia yang ditimbulkan oleh air laut, Smeaton pun merancang semen baru yang lebih kuat dan tahan lama daripada yang saat itu umum digunakan. Pada masa itu, umumnya semen terbuat dari campuran tradisional antara slaked lime (hasil pembakaran batu kapur) dan pozzolan yang memang sudah digunakan semenjak jaman Romawi. Dari berbagai percobaan, ia menemukan bahwa batuan yang menghasilkan mortar terbaik berasal dari kalsinasi batu kapur (limestone) yang mengandung material lempung dalam jumlah tertentu. Inilah pertama kalinya dunia mengenal semen hidrolis (hydraulic cement), yang merupakan cikal bakal dari teknologi berikutnya, protland cement.


 Gb. 1. Mercusuar Eddystone
Mercusuar ini bertahan selama 120 tahun sebelum ia runtuh akibat kegagalan pondasi.

Pada tahun 1818, melalui investigasi yang dilakukan oleh L.J. Vicat di Prancis, produksi kapur hidrolis buatan (synthetic hydraulic lime) pun dimulai. Material ini diproduksi dari campuran artifisial antara high-purity limestone dengan lempung. Teknologi produksi semen portland yang sangat kita kenal pun bermula dari sini. Berkat penemuan ini, Prancis dan Britania menjadi negara-negara nomor satu dalam perkembangan semen dan beton dunia di abad 19.

Ditemukan: Penyebab Kerusakan Beton pada Lingkungan Laut


Vicat adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan bahwa kerusakan mortar oleh air laut berasal dari interaksi kimia antara Ca(OH)2 pada mortar dengan MgSO4 yang dibawa air laut. Kesimpulannya ini didukung dengan fakta-fakta sejenis mengenai kerusakan mortar pada tanah-tanah yang mengandung sulfat di selatan Perancis.

Beberapa usaha dilakukan untuk menghindari terjadinya reaksi antara semen dengan air laut, salah satunya adalah mengganti semen kapur-pozzolan dengan semen portland. Namun ternyata usaha ini belum membuahkan hasil yang diinginkan. Semen portland masih mengeluarkan sejumlah Ca(OH)2, membuatnya lemah terhadap air laut.

Gagasan Vicat ini mendapat perhatian dari peneliti lain. J. Bied, seorang insinyur yang juga berasal dari Perancis, menemukan semen yang tidak mengeluarkan kalsium silikat, disebut sebagai high-alumina cement. Penyusun utama semen ini adalah monokalsium aluminat. Semen ini mampu menunjukkan ketahanan sempurna terhadap air laut maupun senyawa sulfat lain. Sayangnya kekuatan dari semen ini justru melemah pada kondisi panas dan lembab oleh karena itu penggunaanya untuk struktur dilarang di kebanyakan negara.

Namun ternyata tidak hanya sulfat saja yang harus diwaspadai. Menurut J. Fled dalam buku Construction Failure, CO2 adalah faktor lain yang tidak boleh diabaikan. Beberapa dokumentasi mengenai kegagalan struktur menggiringnya pada kesimpulan ini. Pada 1955, sebanyak 70% dari 2500 tiang penyangga Jembatan James River di Virginia dinyatakan rusak dan diganti dengan yang baru. Sementara pada 1957, 750 tiang di sekitar Ocean City, New Jersey rusak; diameternya berkurang dari 550 mm menjadi 300 mm. Setelah dilakukan investigasi, ditemukan bahwa air laut pada kedua lokasi tersebut memiliki kadar CO2 dalam jumlah yang tinggi. Selain itu, berdasarkan penelitian, Gjorv (1971) dan Regourd (1975) menemukan bahwa permeabilitas beton lebih menentukan kekuatan struktur daripada perbedaan komposisi semen Portland.

Ketahanan struktur terhadap terpaan gelombang dan massa air laut pun menimbulkan masalah lain. Banyak kerusakan struktur terjadi akibat rendahnya kekuatan tarik dan lentur dari beton, terjadi pada struktur yang tidak diperkuat dengan tulangan baja. Jika ingin diberi tulangan, insinyur pun harus mempertimbangkan pengaruh air laut terhadap korosi baja.

Next: Tulangan dan Korosi Akibat Air Laut

7 Jul 2010

Ingin Tambah Kreatif? Kenali Budaya Lain

Beruntunglah manusia Indonesia karena negerinya kaya akan keragaman budaya. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Personality and Social Psychology Bulletin, kreativitas seseorang meningkat seiring dengan pengalamannya merasakan budaya-budaya yang berbeda.

Tiga pengamatan telah dilakukan untuk membandingkan siswa-siswa yang pernah hidup di luar negeri dengan mereka yang belum. Dalam pengamatan ini, kedua kelompok sampel tersebut diuji pada berbagai aspek kreativitas. Menurut hasil tes yang diberikan, siswa-siswa yang pernah hidup di luar negeri menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi daripada mereka yang belum pernah merasakan budaya asing.

Dari pengujian ini, dibuatlah sebuah kesimpulan tentang hubungan kreativitas dengan penerimaan budaya seseorang. Dikatakan bahwa pembelajaran multikultural merupakan sebuah komponen penting dari proses adaptasi dan berfungsi sebagai katalis dari kreativitas. Secara umum, manfaat yang dipeeroleh dari sebuah pembelajaran multikultural adalah: 1) fleksibilitas ide, bagaimana memecahkan suatu masalah dengan beragam cara yang berbeda; 2) meningkatkan pemahaman akan hubungan berbagai masalah; dan 3) membantu mengatasi kemandegan fungsional.

Tentunya ini adalah sebuah kabar gembira bagi kita karena hidup dalam negara yang memiliki lebih dari 1.128 suku bangsa ini. Tanpa perlu paspor, kita sudah dapat belajar kebudayaan lain, entah dari tetangga, teman sebangku, atau orang yang baru kita temui di jalan. Luar biasa.. Dengan potensi yang demikian besar, bukan tidak mungkin kita dapat menjadi negeri paling kreatif di dunia. Ayo orang Indonesia..!

Daftar pustaka:
Experiencing Different Cultures Enhances Creativity. http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100630101028.htm (Rabu, 7 Juli 2010)
Indonesia Miliki 1.128 Suku Bangsa. http://www.jpnn.com/berita.detail-57455 (Rabu, 7 Juli 2010)

gambar dari http://cornerstonestudio.files.wordpress.com/2010/01/bright-idea1.jpg

25 Jun 2010

MRT DKI: Mau Dibawa Ke Mana?

Menurut hasil penelitian Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2009, kerugian yang dialami oleh semua warga Jakarta akibat kemacetan mencapai 17,2 triliun per tahun. Kerugian yang dimaksud adalah kerugian material akibat bahan bakar, waktu yang terbuang, dan ganguan kesehatan yang disebabkan oleh kemacetan lalu lintas.

Guna mengatasi masalah kemacetan ini, pemerintah DKI Jakarta berencana menyelenggarakan suatu sistem transportasi massal yang disebut sebagai MRT (Mass Rapid Transit). Dasar idenya adalah, mengurangi kemacetan lalu lintas dengan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi kepada angkutan publik. Direncanakan pada bulan November 2011 proses pelelangan fisik telah selesai dilaksanakan dan awal 2012 pembangunan akan segera dimulai. Jika lancar, pada tahun 2016 jalur MRT Rute 1, dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia diharapkan telah dapat beroperasi. Dari tiga belas terminal yang melayani jalur tersebut, enam di antaranya akan dibangun di bawah tanah.

Pembangunan MRT ini akan memakan biaya sekitar 15 triliun rupiah. Meski jumlahnya sangat besar, pemerintah DKI optimis proyek ini akan berjalan lancar karena dana yang dibutuhkan sudah tersedia, yaitu dari bantuan Jepang (JICA).

Pendapat Ahli

Ternyata rencana yang demikian "moncer" ini tidak 100% disambut secara positif oleh ahli transportasi yang ada di DKI sendiri. Prof. Dr. Irwan Katili, Eng. DEA, Kepala Departemen Teknik Sipil UI, telah mengungkapkan pendapatnya. Seperti yang diberitakan oleh Republika 23 Mei 2010, proyek ini tidak tepat diadakan di Jakarta, apalagi di masa sekarang. Selain karena biayanya yang sangat besar, ia juga mengkritik besarnya kebutuhan teknis yang harus dipenuhi untuk mengadakan jalur bawah tanah MRT ini. Pertimbangan ini menjadi makin masuk akal mengingat Jakarta adalah daerah rawan banjir. Tentunya butuh perencanaan yang matang untuk melubangi jalan di bawahnya dengan sebuah jalur transportasi umum.

Komentar pun muncul dari Dr. Jachrizal Sumabrata, ST, M.Sc, Eng, PHD. Ahli transportasi dari Universitas Indonesia ini menilai bahwa pembangunan MRT bukanlah solusi untuk kemacetan Jakarta. Akan lebih bijaksana jika pemerintah daerah berbenah diri terhadap pelayanan transportasi publik yang sudah ada.

Agaknya memang jika diperhatikan, rencana MRT ini terlalu ambisius untuk segera dilaksanakan. Akan banyak pengorbanan yang harus dirasakan oleh pemerintah dan warga hingga proyek ini selesai dibangun. Lagipula percuma saja pemerintah mengadakan proyek besar seperti ini jika pengelolaannya masih sama dengan pengelolaan TransJakarta yang kita ketahui tidak memuaskan. Sepakat dengan Pak Jack, lebih baik perbaiki dulu pengelolaan faslitas yang ada. Jika saja masyarakat bisa digiring berpindah ke TransJakarta, lega lah jalan DKI ini.

Tapi mau bagaimana lagi, rencana sudah disetujui, lelang pun akan mulai dilaksanakan bulan November ini. Semoga saja proyek ini tidak menjadi proyek mubazir yang harus disesali warga DKI. Harapan lain, semoga saja para ahli dan mahasiswa nantinya dapat berkontribusi untuk mendukung pengoperasian MRT ini sehingga hasilnya lebih maksimal. Tentunya pemerintah juga harus memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, jangan hanya pihak swasta saja yang berhak mengambil keputusan.

19 Jun 2010

Zero-C Concrete: Beton Anti Retak


Sebagai material bangunan yang paling banyak digunakan, pantaslah jika teknologi beton mendapat perhatian yang besar dari para pelaku konstruksi dunia. Untuk memenuhi kebutuhan masa kini, para ahli terus berusaha melakukan pengembangan dalam teknologi beton ini. Salah satu inovasi yang baru-baru ini ditemukan adalah penemuan beton anti retak, yang diberi nama Zero-C Concrete.

Salah satu masalah yang sangat sering ditemukan pada beton adalah keretakan (cracking). Retakan ini berakibat pada berkurangnya usia beton. Polutan yang masuk melalui sela-sela retakan dapat menyebabkan gangguan pada ikatan-ikatan material dalam beton.

Berawal dari masalah inilah BASF Construction Chemicals yang berbasis di Ohio menciptakan Zero-C Concrete. Dengan suatu set bahan-bahan yang telah mengalami proses fabrikasi, dapat dibentuk suatu campuran beton yang anti retak. Jika pada campuran beton biasa timbul retakan setelah proses curing, Zero-C Concrete tidak mengalami retak bahkan hingga 120 hari setelah penuangan beton segar ke cetakannya.

Teknologi beton ini juga memiliki nilai ekonomis bagi para konstruktor. Biaya perbaikan yang biasanya harus terus dikeluarkan setiap kali beton mengalami kerusakan dapat terkurangi mengingat Zero-C Concrete memiliki durabilitas yang lebih tinggi daripada beton biasa.

Inovasi BASF ini tak ayal menarik perhatian para pelaku konstruksi di sekitarnya. Dalam demonstrasi yang dilakukan di kantor pusatnya, banyak engineer dari A.S dan Kanada yang mengungkapkan ketertarikan dan keinginnya untuk dapat segera mengaplikasikan beton ini pada konstruksi mereka. -Semoga saja Indonesia memperoleh kesempatan untuk dapat menggunakan teknologi terbaru ini dalam rangka efisiensi bagi pembangunan berbagai fasilitas publik-

sumber: http://www.cleveland.com/business/index.ssf/2010/05/basf_in_beachwood_says_its_new.html

23 Mei 2010

Judul 2: Urgensi Bertauhid


Tauhid adalah meyakini keesaan Allah SWT dalam hal rubbubiyah, uluhiyah, dan asma wassifat. Bahwa segala seuatu ada penciptanya, dan hanyalah Allah Sang Pencipta semesta. Bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah SWT. Dan me-Maha Suci-kan Allah dari setiap penyekutuan dengan makhluk-Nya. Sifat Allah adalah Maha dalam segalanya, tiada terukur dengan kadar makhluk-Nya.

Berikut ini adalah sebagian alasan (dari sekian banyak yang ada) yang menjelaskan kenapa kita harus senantiasa bertauhid pada Allah SWT, sebagaimana dituturkan dalam tastqif ......
Agar mendapat jaminan keselamatan dunia dan akhirat dari Allah SWT
Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali mengikuti Rasulullah hijrah demi akidah, meninggalkan segala kemapanan di Mekkah. Semua karena mereka tahu betapa pentingnya akidah.
Serugi-ruginya penjahit karena salah jahit, atau seapes-apesnya usaha katering karena salah pesanan, atau sebangkrut-bangkrutnya kontraktor karena gagal konstruksi, MASIH ADA jalan untuk menutup kerugian...tapi...
Orang yang salah akidah, TIDAK ADA jalan untuk memperbaikinya ketika kita sudah menghadap Allah SWT. Tidak ada jalan untuk kembali ke dunia setelah kita meninggal.

Untuk menjaga moralitas/akhlak
Hati tidak nampak, tapi pengaruh hati selalu terlihat. Diungkapkan bahwa seseorang tidak menjadi indah atau mulia karena harta benda maupun kekayaannya. Tidak juga dengan paras atau tampilan fisiknya. Bukan di situ nilai utama manusia. Buktinya, di acara Kick Andi, kita bisa melihat betapa besar cinta seorang istri pada suaminya, seorang penjual krupuk yang memiliki keterbatasan fisik. Lalu apa yang dapat membuat kita indah? Jawab: inner beauty, perilaku kita, dan bisa kita kaitkan dengan akhlak.

“Orang yang cacat fisik, sedikit harta, jangan menangis,” kata ustadz. Cacat-cacat itu tidak hanya bisa dikatrol, tapi juga di-cover oleh keindahan moral.
“Tapi sedihlah orang yang cacat moral, cacat akhlak. Mau ditutup dengan apa kecacatan itu?” tambah ustadz.

Ungkapan yang masih diingat sampai sekarang adalah: Akar itu tidak terlihat. Dalam tanah, di tempat yang gelap. Tapi untuk menumbuhkembangkan tanaman, orang yang cerdas pasti akan menyiram akarnya.

Tauhid agar dapat barokah
Kata ulama Arab, “Barokah itu tambah-tambah kenikmatan (kebaikan)nya dan tambah-tambah manfaatnya.”

22 Mei 2010

Perumpamaan Seorang Mukmin itu Seperti Lebah


Ringkasan Tastqif 6 Maret 2010
Ruang Kuliah K.102 Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Judul 1: Mukmin dan Lebah


Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya). (H.R. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Demikianlah Rasulullah memberi nasihat bagi umatnya. Dalam tastqif ini, kita diajak memahami hadits ini secara lebih dalam lagi. Kenapa harus lebah, dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari? Selamat menyimak.


Kalau makan, makan yang baik
Lebah tidak mencari makan di tong sampah, tapi di taman berbunga.
Bagi kita, ini merupakan pesan dari Rasulullah bagi umatnya untuk selalu makan yang halal, bukan yang haram. Dan lebih lengkap lagi, agar kita meninggalkan makanan yang syubhat (nggak yakin halal atau haramnya).

Kalau memberi, memberi yang baik
Ditimpuk sarangnya sekalipun, yang diberikan ke kita adalah madu yang manis. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memperlakukan segala sesuatu di hadapan kita dengan sebaik-baiknya? Buat saya, masih jauh panggang dari api.

Kalau hinggap di ranting, tak pernah rantingnya patah
Begitu pula kita, Rasulullah mengingatkan kita untuk tidak menjadi beban bagi sekitar kita, tapi untuk menjadi orang yang bermanfaat

Solid dalam jamaah
Lebah, hanya butuh satu hari untuk membangun rumah karena solid jamaahnya. Hal ini tercapai karena semua anggota koloninya berkontribusi. Begitu pula manusia. Dalam kelompok, semua penting. Ibarat jari, dari jempol sampai kelingking, masing-masing punya kerja sendiri-sendiri.

Membela harga diri dan kehormatannya, bahkan jika harus mati sekalipun

Untuk membela diri dan sesuatu yang ia anggap penting, lebah rela menggunakan sengatnya. Begitu pula sepatutnya manusia berjuang, pantang menyerah, mati-matian berusaha.

Satu komentar untuk bahasan ini: Dahsyat..!

gambar dari www.fotki.com

17 Apr 2010

Bahagia Lihat Orang Bahagia

Kali ini saya mau bicara agak pribadi, lebih ke pengalaman sendiri
Sebenarnya saya sendiri sedang nggak in good condition,
Mentally ill, kebanyakan mikirin something strange in my heart
Yah, kira-kira beginilah saya mencoba mengurangi "sakit" ini, dengan nulis
Selamat menyimak saja

Kata The Fikr: 'Mencintai, dicintai, fitrah manusia..'
Mungkin bisa dibilang, selain fitrah, ia juga kebuhan buat kita
Seperti sembako: kalau tidak terpenuhi, jadi masalah

Abaikan definisi jiwa, kita akan dapati bahwa kadang kita dibuat sakit oleh keinginan ini
Apalagi buat remaja, teenagers
Buat saya, salah satu gejala yang tampak adalah penyakit nge-gombal

Suatu waktu, saya iseng mencari makna nge-gombal
Menurut basa Jawa, gombal itu kain jelek bekas yang dipakai cuma buat ngelap tumpahan bubur di lantai
Saya jadi berpikir
"Bentar2, berarti kata nge-gombal dalam kamus perilaku remaja itu bukan tanpa sebab?"
"Berarti juga, kalimat-kalimat saya itu nggak lebih berarti daripada gombal di rumah saya dong?"

Makin sakit aja saya jadinya
"Lha buat apa saya ngerangkai kalimat kalau ternyata nggak bisa saya manfaatkan?
"Terus gimana nih?"
Mikir lagi
"You know, there's feeling can't be described. It is not to be eksposed, but to be fulfilled."
FULFILLED.. "Ini dia kata kuncinya"
Sembako juga dicari bukan buat dikumpulkan, apalagi dikoleksi
Yang "ini" juga,
Daripada dipendam jadi demam
Better take action

Tapi
Saya masih kuliah, pikiran juga belum dewasa,
Masa nekat?
Nggak mungkin kan,

Mikir lagi
Cukup lama bingung, nggak dapat jawaban
Sampai
Suatu saat bertemu teman yang lama tidak saya sapa
Sedang letih
"Ini dia jawabannya", saya bilang
Dengan segenap ide, saya berusaha membuat dia bahagia

Akhirnya, sesuatu yang tidak pernah saya lakukan pada orang lain, terlaksana juga
Sebuah bungkusan (bukan bingkisan) berpindah ke tangannya
Seorang hebat berjiwa kuat menerima hadiah dari saya
Di luar dugaan, dia memeluk saya
Saya bilang, "Kita teman"
Dia bilang, "Kita saudara"
Luar biasa bahagianya saya,
Ternyata usaha kecil begitu bisa berarti buat dia

Kawan, di masa muda ini memang kita sedang labil. Hati kita sangat mudah condong ke arah mana pun. Saat cinta datang, kita sering sakit karenanya. Dipendam jadi pusing, ditindak lanjuti pun belum pantas.

Ketika kita bingung dengan rasa ini, cobalah kita lihat sekeliling kita. Banyak orang yang butuh perhatian kita, butuh kasih sayang kita. Bukan saatnya mengejar satu-dua orang untuk kebahagiaan sendiri, tapi saatnya mengejar orang untuk membuatnya bahagia.

Cinta itu ternyata bukan untuk satu-dua orang saja. Dia ada sebagai bekal hidup kita, untuk dibagi kepada semua yang kita temui. Nafkahkan cinta dengan bijaksana, dan kita akan bahagia.
Allahu a'lam, mudah-mudahan saya konsisten

11 Apr 2010

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng

Ini adalah surat paling mengganggu yang mampir di email saya. Rasanya sungguh menusuk-nusuk hati, sakit, saking tepatnya. Dicopy dari milis Teladan Science Club, beginilah surat itu berbunyi:

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..
Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..

Oh noo…

Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…

Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…

Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..

Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..

Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…

Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…

Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama… ?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”

“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”

“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”

“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

Aamiin Allahumma aamiin

8 Apr 2010

Tuntutlah Air Hingga ke Purwakarta

Pemerintah kota Jakarta saat ini sedang merencanakan pengadaan pipa air dari Waduk Jatiluhur ke DKI Jakarta. Rencana yang sudah dibuat sejak pertengahan tahun 2009 ini direncanakan sudah melewati proses feasibility studies di tahun 2010. Meski demikian, tampaknya hal ini sulit tercapai mengingat sampai sekarang belum ada perkembangan yang diberitakan kepada masyarakat.

Pembuatan pipa ini berangkat dari kenyataan bahwa ketahanan air DKI Jakarta sangat rendah. Menurut Dr. Firdaus Ali, sebagaimana yang ditulis oleh situs www.web.bisnis.com, pasokan air baku asli Jakarta hanya mampu memenuhi 2,2% kebutuhan warga akan air bersih. Bahkan jika ditambah dengan air tanah pun ketersediaan air untuk kota ini hanya mencapai angka 27,2%.Jika hanya mengandalkan sumber air dari dalam wilayah Jakarta, pemerintah tidak akan mampu menopang kehidupan warganya.

Pembuatan pipa dari Jatiluhur ke Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan air bersih warga ibukota. Pipa air ini mampu mengifisienkan pendistribusian air hingga ke rumah pelanggan. Kualitas air pun dikatakan dapat lebih terjamin. Selama ini operator air DKI menggunakan air dari Kalimalang untuk diolah menjadi air minum. Sumber air inilah yang selama ini menjadi air baku untuk instalasi pengolahan air minum (IPA) Pejompongan, Buaran, dan Pulogadung. Meski air ini pada dasarnya berasal dari Waduk Jatiluhur, aliran air ini bersentuhan juga dengan sungai lain seperti Kali Bekasi dan Kali Cibe'et, membuat airnya ikut tercemar. Dengan melewati pipa, kualitas air dapat dijaga tetap baik. Bahkan sebelum dialirkan ke pipa, air ini dilewatkan pada sebuah instalasi pengolahan air. Rencana ini terdengar semakin menarik karena menurut BR PAM, sebenarnya di setiap tahun ada sekitar satu milar meter kubik air Jatiluhur terbuang percuma. Adanya pipa ini membuat air di Jatiluhur dapat lebih termanfaatkan.

sumber:
http://web.bisnis.com/bursa/emiten/1id138088.html
http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=34148&idwil=0

20 Mar 2010

Memahami Autisme (sedikit demi sedikit)

Autisme adalah salah satu bagian dari Pervasive Developmental Disorder (PDD) yang secara umum menerangkan keterlambatan perkembangan seseorang.

Salah satu cara untuk mengecek ada tidaknya gejala autis pada seorang anak:

M –CHAT : Modified Checklist for Autism in Toddlers
Apakah anak Anda:
  1. Memiliki rasa tertarik pada anaklain?
  2. Pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?
  3. Menatap mata Anda lebih dari 1 atau2 detik?
  4. Meniru Anda, misalnya bila Anda membuat raut wajah tertentu?
  5. Memberi reaksi bila namanya dipanggil?
  6. Melihat pada arah telunjuk Anda bila, misalnya, Anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi ruangan?
  7. Pernah bermain ‘sandiwara’, seperti berpura-pura menyuapi boneka atau berbicara di telepon?
Jika minimal dua dari tujuh pertanyaan itu jawabannya TIDAK, maka seorang anak berpeluang mengidap penyakit autis. Karenanya, anak tersebut sebaiknya diperiksakan lebih lanjut kepada dokter ahli

sumber:
http://www.lspr.edu/csr/autismawareness/media/seminar/Generasi%20Muda%20Jakarta%20Juga%20Peduli%20Autism%20-%20Hatta%20&%20Adrian%20MPATI%2021-09-08.pdf

6 Feb 2010

Menjadi Nomor Dua

Mungkin benar kata Pak Balian dalam novel Sang Pemimpi, hidup itu merupakan kumpulan mozaik-mozaik kehidupan dan pantaslah kalau kita mengejar kepingan mozaik itu hingga ke ujung dunia. Hanya ingin sedikit berbagi, di sini akan saya tuliskan kesan saya terhadap suatu nasihat yang saya peroleh dahulu dan baru saya rasakan manfaatnya saat ini.

Alkisah, dulu, ketika masih menjadi siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, saya bergabung dengan TSC (KIR SMA 1). Di wadah ini saya bertemu dengan orang-orang yang ternyata, secara tidak sadar, memegang “mozaik kehidupan” saya.

To the point, di akhir-akhir masa belajar saya di SMA 1, TSC mengadakan sebuah acara kumpul-kumpul yang dihadiri oleh angkatan 2009, 2008, dan alumni. Waktu itu siang hari, matahari terik menyinari Jogja. Saya sendiri datang terlambat, tepat di tengah hari karena baru saja tiba dari daerah Merapi, menyampaikan amanah dari sekolah untuk warga di sana. Untungnya, saya masih kebagian acara bincang-bincang yang dipandu oleh Mas Ro'is, alumni TSC.

Mas Ro'is ternyata tidak ingin mendominasi acara. Ia pun meminta kami secara bergiliran menceritakan pengalaman kami selama setengah hari. Namun di sini ia minta kita untuk bercerita secara sukarela. Selama beberapa menit, tidak ada yang bersedia menjadi yang pertama. Lalu Mas Ro'is pun menceritakan betapa berharganya seorang pioneer itu. Sedikit ringkasan akan saya tulis di sini.

Beliau mengatakan bahwa menjadi pioneer itu berat karena harus memulai sesuatu dari nol. Tidak ada panduan, tidak ada contoh. Tapi melakukan sesuatu yang baru, yang belum dilakukan oleh orang lain, adalah hal yang sangat berharga. Dan karenanya, setiap perintis, orang yang memulai, selalu mendapat penghargaan lebih.

Lalu teman saya, Bimo, mengangkat tangannya dan memberanikan diri menjadi seorang perintis. Ia pun bercerita mengenai pengalamannya selama setengah hari. Selesai, kami pun menunggu lagi untuk mendengar cerita berikutnya. Ternyata adanya orang yang memulai tidak otomatis membuat kami berani mengangkat tangan.

Lagi, Mas Ro'is pun bercerita, dan asal tahu saja, ini hal baru yang akan selalu saya ingat. Beliau bilang, menjadi pengikut yang baik, menjadi nomor dua itu, tidak kalah susahnya dengan menjadi nomor satu. Orang itu harus berpikir untuk melakukan sesuatu lebih baik dari pendahulunya. Belum lagi kadang akan ada konflik batin karena ia khawatir akan disebut orang yang suka ikut-ikutan. Maka, beliau mengatakan, beruntunglah orang yang memberanikan diri menjadi nomor dua. Dahsyat nggak, teman-teman?

Setelah itu, teman-teman berlomba untuk menjadi nomor dua. Kami menawarkan diri masing-masing untuk bercerita.

…..

Benarlah kata Mas Ro'is itu. Kalau kita nggak berani menjadi nomor dua, kita nggak akan berkembang. Kita akan gengsi mengikuti kebaikan orang lain, nggak akan berani mendapat prestasi lebih dari orang itu. Asal tahu saja, pujian dosen terhadap mahasiswa yang aktif itu, diberikan tidak hanya bagi yang pertama kali bertanya, tapi juga pada semua mahasiswa. Jadi, ayo kita berlomba menjadi yang nomor satu dan tidak perlu ragu untuk menjadi yang nomor dua.

Kolam Susu (Koes Plus)

Siapa yang tidak kenal Koes Plus? Group musik yang dibentuk tahun 1969 ini saya sukai karena lagunya yang ringan, lugas, dan tentunya enak didengar. Ada beberapa yang jadi "lagu utama" buat saya; yaitu Nusantara, Mobil Tua, Kolam Susu, dan Layang-Layang. Iramanya riang, penuh semangat, tapi berisi. Coba saja kita perhatikan lirik lagu Kolam Susu ini.

Bukan lautan hanya kolam susu


Kail dan jalan cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu



Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupmu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu



Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman



Lagu ini senantiasa menginspirasi saya untuk bersyukur menjadi orang Indonesia. Kekayaan, berkah yang luar biasa ini, bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk orang Indonesia yang mampu mencintai, memelihara, dan mengelola tanah airnya. Lebih lagi, lagu ini menjadi catatan atas kebanggaan dan harapan yang besar dari generasi di atas kita. Whew,..

30 Jan 2010

AsBuTon

Pernahkah teman-teman mendengar istilah “asbuton”? Tentunya mahasiswa Teknik Sipil pernah diajarkan oleh dosennya tentang jenis-jenis aspal, termasuk yang satu ini. Lucunya, dulu saya pernah bingung mendengar istilah “asbuton” ini. Masalahnya, di bab tentang aspal, dosennya suka membuat singkatan-singkatan aneh. Misal, lapisan aspal beton menjadi “laston”, dan beberapa hal lain yang dengan sangat menyesal tidak saya ingat. Naah, asbuton ini pun begitu, diberikan begitu saja tanpa ada penjelasan. Akhirnya, saat mendekati ujian (kira-kira masih ada waktu 15 menit), saya dan beberapa teman yang belajar pun kebingungan dengan asbuton ini. Puyeng, deg-degan, akhirnya kita sekenanya buat pengertian: kalau diminta menjelaskan asbuton, sebut saja Aspal Bukan Beton! Ya, aspal memang bukan beton. Satisfied, kita pun bersiap ujian. Fortunately, tidak ada pertanyaan tentang asbuton ini.

Well, I think it’s enough to make fun of it. Saya nggak bisa terus menerus membiarkan definisi aneh ini menempel di kepala. Saatnya breaking the habit, saatnya mengejar arti asbuton. And I succeded, berikut saya akan share pengetahuan saya.

Pembaca yang budiman, perlu Anda ketahui bahwa asbuton sebenarnya adalah singkatan untuk Aspal Buton. Aspal Buton adalah aspal alam yang berasal dari Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penemu aspal Buton pertama kali adalah Hetzel, seorang geolog Belanda pada tahun 1926. Selanjutnya aspal tersebut diolah oleh PT Perusahaan Aspal Negara sampai akhirnya dilaksanakan (salah satunya) oleh PT Sarana Karya (BUMN).

Cadangan aspal di Pulau Buton sendiri mencapai 677 juta ton dengan sebaran lokasi antara Teluk Sampolawa dan Teluk Lawele. Jika dianggap kebutuhan aspal adalah 1,2 juta ton per tahun, maka cadangan aspal itu dapat dipakai selama 500 tahun! Luar biasa..

Asbuton, aspal asli Indonesia ini, dapat berfungsi sebagai produk pengganti (substitusi) sekaligus produk pelengkap (komplementer) dari produk aspal minyak.

Dari bacaan saya dikatakan bahwa sebagai produk pengganti, aspal buton dapat menggantikan pemakaian produk aspal minyak yang digunakan untuk pembangunan jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan di tingkat kabupaten dan kota. Sedangkan sebagai produk pelengkap, aspal Buton dapat digunakan sebagai bahan tambahan (modifier) untuk campuran perkerasan jalan berkualitas tinggi untuk jalan arteri, jalan kolektor 1, jalan kolektor 2, jalan kolektor 3, dan jalan kolektor 4 di tingkat jalan provinsi, serta jalan nasional termasuk juga jalan bebas hambatan (jalan tol). Hmm, berarti untuk kualitas yang lebih baik, dia harus di-mix dengan bahan lain dulu ya..

Penggunaan produk aspal buton dapat menekan biaya konstruksi dan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas dan mutu konstruksi jalan. Harganya lebih murah dibandingkan harga aspal minyak. Selain itu, bintumen aspal buton memiliki kemampuan untuk meningkatkan titik lembek dan kelekatan campuran. Lebih lanjut, disebutkan bahwa aplikasi penggunaan aspal Buton sebagai komponen utama aspal dapat digunakan dalam metode/bentuk hot mix, cold mix, Lapen. Campuran aspal Buton pada metode hotmix dan coldmix akan mengurangi pemakaian aspal minyak hingga 75% dengan kualitas yang lebih baik dari pada hanya menggunakan hotmix seluruhnya.

Bagi saya, tanpa mempertimbangkan sifat-sifat fisis dan mekanisnya pun, pada dasarnya asbuton sudah dapat menghemat pengeluaran negara. Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, mengatakan dari data impor diketahui dalam tiga tahun ini impor aspal terus mengalami pertambahan dengan nilai masing-masing Rp5,6 triliun pada 2007, kemudian naik menjadi Rp6 triliun pada 2008, dan naik lagi menjadi Rp6,2 triliun pada 2009. (Antaranews.com)

Setelah mengetahui kelebihannya, saya harap aspal asli Indonesia ini dapat lebih dihargai di negeri kita ini. Mudah-mudahan, asbuton dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan tentunya, dengan bijaksana. Well, sekian dulu tentang asbuton. Semoga bermanfaat dan mohon maaf karena belum sempurna penjelasan saya. Sampai jumpa

Oh, ini sumber-sumber artikel yang saya pakai

http://www.antaranews.com/berita/12
http://beritadaerah.com/artikel.php?

pg=artikel_sulawesi&id=1062&sub=Artikel&

page=657116047/aspal-buton-bisa-hemat-apbn-rp3-triliun

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11

/27/00561786/aspal.buton.lebih.murah
dan gambar dari
hermantodardak.com/admin/aspal.jpg