<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198</id><updated>2011-08-23T09:38:47.848-07:00</updated><category term='kuliah'/><category term='main Hati'/><category term='kesehatan'/><title type='text'>voice of me</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6557318257858574809</id><published>2011-04-07T07:27:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T07:27:06.924-07:00</updated><title type='text'>UU No 18 Tahun 2008 untuk Pengelolaan Sampah Masyarakat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Penerapan UU Nomor 18 Tahun 2008 dalam Pengelolan Sampah di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/dokumen-publikasi/doc_download/100-undang-undang-no-18-tahun-2008"&gt;UU No 18 Tahun 2008&lt;/a&gt; merupakan acuan normatif dalam penyelengaraan pengelolaan sampah di Indonesia. Secara umum, dalam UU tersebut diatur mengenai hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat, garis besar pengelolaan sampah, hubungan pemerintah dengan masyarakat dan badan usaha, serta acuan pembiayaan, kompensasi, dan sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam undang-undang ini terlihat bahwa pemerintah telah menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja. Masyarakat dan pelaku usaha, sebagai penghasil sampah, juga memiliki tanggung jawab dalam mengelola sampah. Bahkan dalam undang-undang ini diatur pula bagaimana hubungan pemerintah dengan masyarakat dan pelaku usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, hingga saat ini kondisi pengelolaan sampah di Indonesia masih belum memenuhi harapan. Adanya masalah dalam penampungan sampah, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya, dan kelemahan pemerintah dalam mengelola dan mengawasi tidak dapat dipungkiri telah membuat negara ini penuh dengan sampah. Untuk itu, perlu adanya evaluasi dan langkah-langkah perbaikan dalam menerapkan &lt;a href="http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/dokumen-publikasi/doc_download/100-undang-undang-no-18-tahun-2008"&gt;UU No. 18 Tahun 2008&lt;/a&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai evaluasi, perlu dilihat bagaimana perhatian pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mengelola sampah. Pemerintah tampak kurang serius dalam menjalankan amanat UU ini. Secara teknis, masih ditemukan banyak kekurangan, misalnya saja kondisi fasilitas pengelolaan sampah, metode pengumpulan yang masih menerapkan sistem open dumping, serta lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap sampah dari tempat-tempat produksi yang ada di wilayahnya. Begitu pula dengan masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk tertib dalam membuang dan mengelola sampah, tidak jarang usaha pemerintah menjadi sia-sia ketika berhadapan dengan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut, harus ada penanganan-penanganan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Dimulai dari level kebijakan dan perencanaan, pemerintah harus benar-benar menetapkan visi dan arah gerak yang jelas dalam pengelolaan sampah. Hal ini dapat dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing tanpa harus menunggu arahan dari pusat karena UU telah memberikan ruang yang cukup banyak bagi pemerintah daerah untuk merencanakan dan mengelola sampah dalam kawasannya. Visi ini dapat tercapai melalui perencanaan yang jelas dan cermat, didukung oleh pendanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang tegas. Masyarakat pun harus melakukan perbaikan dalam mengelola sampahnya, misal dengan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas). Dengan sanimas, setiap warga dapat berperan aktif dalam menyadarkan, mencerdaskan, dan membantu pengelolaan sampah yang dilakukan oleh warga lain. Seperti yang dijelaskan dalam UU, dibutuhkan adanya pengelolaan sampah sejak dini, yaitu dengan pengurangan, pemilahan, dan pengumpulan sampah dari sumbernya. Pengelolaan sampah dari sumbernya seperti ini akan memberi efek yang sangat baik bagi proses pengelolaan selanjutnya. Untuk pelaksanaannya, masyarakat dapat berpedoman pada acuan-acuan teknis seperti SNI yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Semua usaha ini akan lebih berarti lagi jika lembaga-lembaga sosial yang bergerak dalam lingkungan hidup dan mahasiswa dapat ikut mengembangkan pengelolaan sampah, baik dalam pelaksanaan maupun dalam perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah persampahan di Indonesia, meski telah terjadi selama bertahun-tahun, tetap dapat diatasi. &lt;a href="http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/dokumen-publikasi/doc_download/100-undang-undang-no-18-tahun-2008"&gt;UU Nomor 18 Tahun 2008&lt;/a&gt; Tentang Pengelolaan Sampah telah memberikan pedoman yang cukup jelas bagi pelaksanaan pengelolaan sampah di Indonesia. Yang dibutuhkan adalah kesadaran dari pemerintah dan masyarakat untuk memahami dan menaati hal-hal yang telah diamanatkan dalam undang-undang tersebut. Meski demikian, harus ada evaaluasi dan inovasi yang terus dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan sampah di Indonesia. Dalam hal ini, mahasiswa dan LSM atau organisasi lain yang peduli pada lingkungan dapat berpartisipasi sebesar-besarnya untuk mendukung usaha pemerintah dan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teknik Sanitasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6557318257858574809?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6557318257858574809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2011/04/uu-no-18-tahun-2008-untuk-pengelolaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6557318257858574809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6557318257858574809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2011/04/uu-no-18-tahun-2008-untuk-pengelolaan.html' title='UU No 18 Tahun 2008 untuk Pengelolaan Sampah Masyarakat'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-3123472635599273810</id><published>2011-02-27T08:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T08:39:53.452-08:00</updated><title type='text'>Haru Dalam Senyum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, seorang anak laki-laki bergoyang di tengah keramaian penumpang KRL Jakarta-Depok. Usianya sekitar enam sampai tujuh tahun dan terlihat menggemaskan dengan pipi gembul ditambah joget yang ala kadarnya, maju mundur mengikuti lagu. Melihat hal seperti ini, tidak tahan rasanya untuk tidak tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski lucu, ada yang beda dengan anak ini. Dia bergoyang bukan hanya karena senang, tapi juga karena sedang bekerja. Di belakangnya, seorang wanita -mungkin ibunya- mengikuti dengan mesin karaoke kecil di tangan. Sambil tersenyum, si ibu sesekali menunduk dan tersenyum kepada penumpang kereta yang memberi uang pada anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedih rasanya melihat anak sekecil itu harus membantu orang tuanya mencari uang. Dirinya yang masih polos dan belum mengenal kerasnya hidup hanya bisa bergoyang menemani ibunya yang bekerja. Baginya, setiap goyangan adalah penghormatan pada sang ibu yang telah bernyanyi pada penumpang kereta. Namun mungkin bagi sang ibu, anaknya telah memberi lebih dari itu, ia telah membantu ibunya mencari uang sekedar untuk menjaga dapur tetap berasap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya termasuk beruntung karena tidak melewati masa kecil seperti si anak ini. Jika dahulu saya sering diajak bepergian sambil dipamerkan pada teman-teman orangtua saya, anak ini justru harus melihat ibunya bekerja keras di tengah keramaian kereta. Sayangnya saya sering lupa dari mana rezeki ini datang. Meski sudah sering dicontohkan, kadang untuk melepaskan sekeping uang pada saudara-saudara yang kurang beruntung saya masih enggan. Banyak alasan telah mengeraskan hati ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duhai anak kecil yang meminta receh pada orang-orang, semoga hidupmu selalu barokah meski tidak seindah anak-anak lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, ampuni diriku yang lemah ini. Jadikan aku menjadi orang yang bermanfaat bagi diriku dan orang-orang di sekitarku, jangan biarkan aku sia-siakan nikmatmu. amin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-3123472635599273810?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/3123472635599273810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2011/02/haru-dalam-senyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/3123472635599273810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/3123472635599273810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2011/02/haru-dalam-senyum.html' title='Haru Dalam Senyum'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-5183586296699694971</id><published>2010-11-25T09:05:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T05:35:27.728-08:00</updated><title type='text'>Link Bahan Bacaan Teknik Penyehatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;AIR BERSIH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/scwsm_monograph/en/index.html"&gt;WHO: Water Supplly for Rural Area and Small Community&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://extension.missouri.edu/publications/DisplayPub.aspx?P=G1805"&gt;University of Missouri: A System for Pond Water Purification&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.menlh.go.id/i/art/pdf_1038468720.pdf"&gt;Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 : Standar Kualitas Air Bersih dan Air Minum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hukor.depkes.go.id/up_prod_kepmenkes/KMK%20No.%20907%20ttg%20Syarat-syarat%20Dan%20Pengawasan%20Kualitas%20Air%20minum.pdf"&gt;Kepmenkes No. 907/MENKES/SK/VII/2002 : Persyaratan Kualitas Air Minum&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;PENGOLAHAN AIR LIMBAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.who.or.id/eng/contents/aceh/wsh/books/es/ES10CD.pdf"&gt;WHO: Wastewater Management&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.who.int/water_sanitation_health/wastewater/gsuww/en/index.html"&gt;WHO: Guidelines for The Safe Use of Wastewater, Excreta, and Greywater&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-5183586296699694971?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/5183586296699694971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/link-bahan-bacaan-teknik-penyehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5183586296699694971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5183586296699694971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/link-bahan-bacaan-teknik-penyehatan.html' title='Link Bahan Bacaan Teknik Penyehatan'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-8188092070335964808</id><published>2010-11-14T18:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T05:46:10.962-08:00</updated><title type='text'>Jangan Buru-Buru Pindahkan Ibukota</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXJvtYTEI/AAAAAAAAAFI/FsDY4JsCLro/s1600/traffic.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXk_oLweI/AAAAAAAAAFM/ngTHn2miqFM/s1600/tumblr_kwyseylIxz1qa5peco1_500.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXk_oLweI/AAAAAAAAAFM/ngTHn2miqFM/s200/tumblr_kwyseylIxz1qa5peco1_500.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik memang pandangan Pak Emil Salim yang diliput oleh &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/11/14/115552/1493863/10/emil-salim-pemindahan-ibukota-dari-jakarta-mubazir?nd991103605"&gt;detik.com&lt;/a&gt;. Ya, saya setuju jika dikatakan bahwa pemindahan ibukota ke Palangkaraya atau ke mana pun adalah hal yang mubazir. Sudah demikian banyak kegiatan, investasi, dan rencana yang dilaksanakan di Jakarta, sayang rasanya kalau kemudian ibukota negara harus dipindah. Ini akan menjadi sebuah pekerjaan yang besar bagi seantero wilayah Indonesia. Tidak hanya pembangunan infrastruktur di lokasi baru, masyarakat dan pemerintah daerah pun harus menyesuaikan segala birokrasi dan rencana-rencana strategis yang sudah ada. Jangan harap hal ini bisa selesai dalam jangka waktu yang pendek. Apalagi jika pemindahan ibukota negara ini dipromosikan sebagai solusi atas kemacetan Jakarta.&lt;br /&gt;Mengatasi kemacetan Jakarta dengan cara membuat pusat pemerintahan baru adalah pemikiran yang sulit saya mengerti. Tidak pantas rasanya jika pemerintah yang harus berkorban untuk menyelesaikan masalah kemacetan Jakarta. Maksudnya, bukankah pihak swasta juga memiliki peran yang sangat besar dalam mengabadikan kemacetan? Lalu kenapa harus pemerintah pusat yang mengalah dan kemudian berimbas pada kepentingan nasional seluruhnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXJvtYTEI/AAAAAAAAAFI/FsDY4JsCLro/s1600/traffic.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXJvtYTEI/AAAAAAAAAFI/FsDY4JsCLro/s200/traffic.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masyarakat ibukota masih memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan kemacetan yang terjadi di kota tersebut. Sayangnya hingga sekarang, meski&amp;nbsp;masyarakat sadar benar bahwa sumber kemacetan adalah ketidakmampuan jalan menampung jumlah kendaraan yang melaluinya,&amp;nbsp; usaha yang dilakukan untuk mengurangi volume lalu lintas masih belum maksimal. Penggunaan kendaraan pribadi masih sangat besar, begitu pula dengan jumlah perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat. Penyediaan dan pemanfaatan fasilitas transportasi publik pun masih jauh dari harapan. Masih banyak hal yang perlu diperjuangkan sebelum berpikir untuk memindahkan ibukota.&lt;br /&gt;Bagi saya, ide yang lebih moderat adalah memperketat ijin pendirian bangunan, terutama untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan. Dengan demikian persebaran lapangan pekerjaan pun dapat lebih diratakan. Bagaimanapun juga, pemerintah harusnya lebih berani melaksanakan wewenangnya untuk menata penggunaan lahan di ibukota negara ini dan bukannya justru mengalah dan pindah ke tempat lain.&lt;br /&gt;Menurut saya, usulan pemindahan ibukota harus dibahas melalui forum yang lebih resmi dan melibatkan ahli-ahli dan praktisi yang berkompeten dalam bidang ini sebelum benar-benar dilaksanakan. Jika dalam kegiatan konstruksi dikenal istilah SIDLaCoM (Survey-Investigation-Desain-Land Accuisition-Construction-Maintenance), dalam masalah ini pun diperlukan langkah-langkah yang kiranya mampu memberikan solusi secara bertahap dan berkesinambungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar dari &lt;a href="http://www.reinardus.co.cc/"&gt;www.reinardus.co.cc&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.jeremycohenbass.com/"&gt;www.jeremycohenbass.com&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-8188092070335964808?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/8188092070335964808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/jangan-buru-buru-pindahkan-ibukota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8188092070335964808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8188092070335964808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/jangan-buru-buru-pindahkan-ibukota.html' title='Jangan Buru-Buru Pindahkan Ibukota'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TOCXk_oLweI/AAAAAAAAAFM/ngTHn2miqFM/s72-c/tumblr_kwyseylIxz1qa5peco1_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-2281643332824680232</id><published>2010-11-13T08:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-14T20:29:27.843-08:00</updated><title type='text'>Kapok Saya (Makan MSG)</title><content type='html'>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nikmat memang baca buku sambil ngemil. Saya suka begini kalau sedang ada masalah di kampus; niatnya untuk mengurangi stress. Duduk, buka buku, terus ambil cemilan. Kresh.. kresh..., serasa dunia milik sendiri. Kalau sudah begitu, nggak peduli sama kanan kiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2bmsW-NjxVGrioUJlb-EYLhRdCR6G9ZcomwZjEspdGIxzklMy" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="169" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2bmsW-NjxVGrioUJlb-EYLhRdCR6G9ZcomwZjEspdGIxzklMy" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi apa yang terjadi begitu cemilannya habis? Bosan, kosong. Rasanya niat baca jadi hilang. Ya, memang saya sadar kalau ngemilnya saya itu cuma pelarian dari pikiran-pikiran yang mengganggu kepala. Alih-alih masalahnya selesai, justru saya sering merasa bersalah setelah cemilan di toples habis. Pertama, menyesal karena secara sadar melakukan gerakan penggendutan. Kedua, menyesal karena di perut rasanya nggak enak, penuh tapi nggak kenyang. Ketiga, menyesal karena sudah melahap MSG (monosodium glutamate, penguat rasa-red) dengan santainya. Yang nomor tiga ini sebenarnya yang penting karena berbagaya untuk otak. Malahan seringkali saya menyalahkan kebiasaan ngemil saya ini atas penurunan prestasi akademis saya di kampus. Kenapa begitu? Mari kita lihat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://depression.ukalilo.com/wp-content/uploads/2010/05/alzheimers-brain1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://depression.ukalilo.com/wp-content/uploads/2010/05/alzheimers-brain1.jpg" width="193" /&gt;&lt;/a&gt;Neuroscientist (ahli saraf) menjelaskan bahwa MSG menyerang selubung sel-sel otak yang berfungsi melindungi dan mengatur keseimbangan kimia dalam sel. Sedikit saja perubahan pada keseimbangan ini dapat membawa sel kepada kematian. Dan perlu diketahui, dikatakan pula bahwa sel-sel otak tidak dapat beregenerasi seperti sel-sel lain dalam tubuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan fungsi otak ini bisa terlihat dari beberapa gejala seperti terganggunya pola tidur, keinginan makan yang sangat besar (food cravings), dan rasa lapar yang terus muncul yang biasanya berujung pada obesitas. Lebih jauh lagi, MSG dapat membawa penyakit yang sifatnya menurun seperti penyakit Parkinson, Alzheimer (jadi ingat novel “Notebook” nya Nicholas Sparks, hhe), dan Amytropical Lateral Sclerosis (ALS). Bahkan ada pula yang mengaitkan MSG dengan sikap anak-anak di Amerika Serikat. Majalah Times di tahun 1994 mengabarkan bahwa jumlah penderita penyimpangan perilaku seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD atau ADD tanpa hyperactivity) meningkat tajam selama sepuluh tahun terakhir. Padahal lima belas tahun sebelumnya, gangguan ini sangat jarang ditemukan di AS. Yang menarik adalah, penggunaan MSG dan Aspartam mulai meluas di AS pada awal tahun 1980-an. Secara angka sangat cocok, bukan? Demikian berbahayanya MSG, oleh para ahli ia disebut sebagai excitotoxin (dari kata excite + toxin).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya ampun, mudah-mudahan lewat tulisan ini saya bisa memperbaiki kebiasaan buruk saya yang suka ngemil ini dan lebih berhati-hati terhadap makanan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENTING..!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Other names of MSG:&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Monosodium glutamate&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hydrolyzed “anything”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Autolyzed “anything”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Natural flavor/flavorings&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Caseinate (sodium atau calcium)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Carrageenan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yeast extract (ekstrak ragi) or nutrient&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Seasonings, Spice&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Gelatin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bouillon/Broth/Stock&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Commercial soup or sauce base&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Soy, wheat, whey protein&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Soy, fish, or bean sauces&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Malted barley flour&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Malt extract&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Corn byproducts: corn syrup, dextrose,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;cornstarch, citric acid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.msgmyth.com/brochure.pdf"&gt;http://www.msgmyth.com/brochure.pdf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gambar dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://inforesep.com/"&gt;http://inforesep.com&lt;/a&gt; dan&amp;nbsp;&lt;a href="http://depression.ukalilo.com/"&gt;http://depression.ukalilo.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-2281643332824680232?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/2281643332824680232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/kapok-saya-makan-msg.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/2281643332824680232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/2281643332824680232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/11/kapok-saya-makan-msg.html' title='Kapok Saya (Makan MSG)'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6140591045317329574</id><published>2010-10-02T10:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T17:06:52.665-07:00</updated><title type='text'>Mencegah Banjir Ibukota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TKdpgm4dGoI/AAAAAAAAAFE/m0UNbi5TAFY/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TKdpgm4dGoI/AAAAAAAAAFE/m0UNbi5TAFY/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir merupakan musuh bagi seluruh warga Jakarta. Pada setiap musim penghujan, masyarakat ibukota selalu direpotkan dengan masalah ini. Banjir datang tidak sendirian, biasanya ia selalu diikuti oleh masalah lain seperti kemacetan, kebersihan, kesehatan, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya banjir adalah hal yang wajar dalam pembahasan ilmu hidrologi dan turunannya. Setiap badan air memiliki potensi untuk mengalami peningkatan debit air dan hal ini harus dipahami oleh manusia. Banjir akan berubah menjadi bencana banjir jika kemudian air tersebut meluap keluar badan air dan kemudian mengganggu aktivitas manusia di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meningkatnya volume dan debit air terjadi bila jumlah air yang masuk lebih besar daripada jumlah air yang keluar. Proses masuknya air, tertampungnya air, dan keluarnya air, semua dirumuskan dalam konsep neraca air. &lt;i&gt;Input &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;output &lt;/i&gt;dari suatu badan air berbeda-beda. Sumber air yang masuk maupun keluar dari waduk berbeda dengan kolam, sungai, atau selokan. Setiap badan air harus diketahui dahulu skema input-output dan kapasitas tampungannya sebelum dipelajari untuk kepentingan penanggulangan banjir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat sudah sangat paham bahwa setiap terjadi hujan berintensitas tinggi, sungai-sungai di &amp;nbsp;Jakarta mudah sekali meluap. Air yang masuk banyak, sementara kapasitas tampungannya rendah dan sumber keluarannya pun hanya satu, yaitu ke hilir. Tidak heran jika kemudian tidak semua air bisa tersalurkan dengan baik, banyak yang hanya “ngendon” di jalan dan rumah warga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Volume air yang masuk ke sungai &amp;nbsp;sangat berkaitan dengan tingkat infiltrasi (penyerapan air permukaan ke tanah) kawasan-kawasan di sekitar sungai. Padatnya penggunaan lahan di Jakarta membuat air hujan yang jatuh ke bumi sulit teresap ke dalam tanah dan akhirnya mengalirlah ia ke saluran-saluran air. Begitu pula dengan daya tampung sungai Jakarta, setiap tahunnya semakin berkurang akibat sedimentasi dan penyempitan yang disebabkan oleh sampah dan sebagainya. Ditambah lagi, air yang sudah ada di sungai hanya terjebak saja, tidak ke mana-mana kecuali pasrah mengalir ke hilir. Padahal seharusnya jika sungai tersebut sehat, airnya bisa meresap ke tanah ataupun digunakan oleh masyarakat secara optimal. Celakanya, paradigma penanggulangan banjir di DKI Jakarta saat ini masih berfokus pada bagaimana mengalihkan air ke sungai secepatnya dan sebanyak-banyaknya. Akibanya beban sungai menjadi bertambah besar dan kesempatan air untuk teresap ke tanah pun berkurang. Banjir saat penghujan dan kering kerontang saat kemarau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idealnya, air yang mengalir di permukaan diberi kesempatan untuk “parkir” dan masuk ke tanah, lalu disalurkan secara perlahan ke sungai. Tentu saja tempat parkirnya harus benar, bukan di depan teras rumah orang (kecuali bagi yang memiliki semangat rela berkorban). Secara mikro, hal ini dapat dilakukan dengan menanam lebih banyak vegetasi di lahan-lahan kosong sehingga air hujan yang jatuh tertahan oleh tanaman, sebagian terserap, dan sisanya pelan-pelan mengalir ke badan-badan air. Atau kalau mau lebih cepat, masyarakat dapat membuat sumur resapan di halaman rumahnya. Dengan desain yang benar, dijamin sandal yang ditaruh di halaman sekalipun tidak akan berlama-lama terendam air. Usaha lain, yang hanya dapat dilakukan melalui keputusan pemerintah, adalah pembuatan &lt;i&gt;riverside pold&lt;/i&gt;er maupun &lt;i&gt;retarding basin&lt;/i&gt;, kolam tandu yang dibuat di bantaran sungai. Dengan adanya kolam tandu ini, volume air yang meluap saat banjir dapat ditahan di tepi sungai dan secara perlahan akan kembali mengisi sungai ketika sungai tersebut mulai kehilangan air. Jika dibuat sedekat mungkin dengan kondisi alami, bahkan kolam tandu ini bisa menjadi sumber &lt;i&gt;recharge &lt;/i&gt;air tanah Jakarta -yang terkenal hanya tinggal sedikit- dengan meresapkan air yang tertampung ke dalam tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TKdmaK9FQMI/AAAAAAAAAFA/SaIXBA2Gj1E/s1600/im2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TKdmaK9FQMI/AAAAAAAAAFA/SaIXBA2Gj1E/s320/im2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;contoh &lt;i&gt;retarding basin&lt;/i&gt; di Jepang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menanggulangi bencana banjir di Jakarta memang harus dimulai dari pemahaman yang benar terhadap karakteristik sungai dan badan-badan air yang ada, termasuk selokan sekalipun. Dari mana asalnya air, kemana perginya air, dan berapa yang bisa ditampung harus terjawab dengan baik. Setelah itu, perlu adanya paradigma yang tepat dalam melawan banjir di ibukota. Bukan dengan melepaskannya cepat-cepat ke sungai, tapi beri juga air kesempatan untuk masuk ke tanah. Dengan demikian, tidak hanya bencana banjir dapat diatasi, tapi juga air pun menjadi dapat termanfaatkan dengan lebih baik. Manusia memang harus lebih memahami air, karena air sifatnya sederhana, tapi juga berbahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gambar dari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ardypurnawansani.wordpress.com/2009/12/02/sejarah-panjang-ibukota-banjir/"&gt;http://ardypurnawansani.wordpress.com/2009/12/02/sejarah-panjang-ibukota-banjir/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/retarding-basin/"&gt;http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/retarding-basin/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan bacaan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blognya &lt;a href="http://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikel-tentang-banjir/agus-maryono/"&gt;Bp Agus Maryono&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs&amp;nbsp;&lt;i&gt;Technology Indonesia: &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.technologyindonesia.com/news.php?id=1754"&gt;artikel 1&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.technologyindonesia.com/news.php?id=1775"&gt;artikel 2&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6140591045317329574?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6140591045317329574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/10/beginilah-banjir-ibukota.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6140591045317329574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6140591045317329574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/10/beginilah-banjir-ibukota.html' title='Mencegah Banjir Ibukota'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TKdpgm4dGoI/AAAAAAAAAFE/m0UNbi5TAFY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-5524297636731630437</id><published>2010-09-26T00:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-26T00:03:45.490-07:00</updated><title type='text'>Air Indonesia dalam Angka (AMPL Juli 2010)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #6aa84f;"&gt;65%&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa. Sementara itu luas Pulau Jawa&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;hanya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;7%&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dari luas lahan Indonesia dan potensi airnya pun hanya &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;4,5%&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dari seluruh potensi air yang dimiliki Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: auto;"&gt;Kabutuhan air nasional pada tahun 2003 mencapai &amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;112,27&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;miliar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;meter kubik dan diprediksi meningkat menjadi &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #073763;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;127,7&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;miliar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;meter kubik pada 2020.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan air domestik dan non-domestik masyarakat perkotaan adalah 150 – 158 liter per hari per orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebutuhan air masyarakat pedesaan adalah 80 liter per hari per orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Potensi sumber daya air Indonesia adalah &amp;nbsp;&lt;b&gt;15.000 &lt;/b&gt;meter kubik/kapita/tahun, lebih tinggi daripada rata-rata dunia yang hanya &amp;nbsp;&lt;b&gt;8.000 &lt;/b&gt;meter kubik/kapita/tahun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski total ketersediaan air tahunan seluruh sungai di Indonesia mencapai &lt;b&gt;8,96&lt;/b&gt; triliun meter kubik, setiap musim kemarau selalu terjadi kekurangan air di &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Pulau Jawa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Bali&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, dan &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Nusa Tenggara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahanan air di Indonesia tidak merata. Di bagian barat cukup baik, sementara di bagian timur sangat kurang. Karenanya ancaman krisis air bisa saja terjadi dan akan semakin meluas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-5524297636731630437?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/5524297636731630437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/air-indonesia-dalam-angka-ampl-juli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5524297636731630437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5524297636731630437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/air-indonesia-dalam-angka-ampl-juli.html' title='Air Indonesia dalam Angka (AMPL Juli 2010)'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1330938836258513881</id><published>2010-09-17T17:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T17:56:22.743-07:00</updated><title type='text'>Mimpiku untuk Indonesia bag. 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrohmanirrahim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu pagi, aku sedang ngobrol dengan hatiku. Hatiku bertanya, "Apa mimpimu untuk Indonesia?" Agak terkejut, kujawab, 'Kok tiba-tiba tanya begitu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil curhat, hatiku menjawab, "Tadi baru saja aku browsing, cari-cari lomba blog." 'Iya, tadi kan kita bareng browsingnya,' diriku menimpali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hatiku melanjutkan ceritanya, "Sampai di satu judul lomba, aku tertegun.&amp;nbsp;Judul lombanya 'Mimpiku untukmu Indonesiaku'. Sederhana sih, nggak ada kriteria artikel yang macem-macem. Tapi sekilas aku bertanya, 'Kalaupun masih bisa ikut lomba ini, apakah aku bisa menulis meski hanya satu artikel?' Aku merasa belum punya kepedulian yang cukup untuk bermimpi bagi&amp;nbsp;negara ku&amp;nbsp;sendiri."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kujawab, &amp;nbsp;'Memang, selama ini kita memang punya mimpi. Tapi mimpi-mimpi itu kebanyakan cuma buat diri kita sendiri.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;'Tapi kenapa kita harus mikirin Indonesia sih? Orangnya banyak yang nggak kita kenal. Bukan saudara, bukan teman. Bahkan kadang aku juga bingung kenapa kita harus cinta sama negeri ini. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;Bernegara itu susah karena nggak ada syahadatnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Maksudnya, mau nggak mau, kita dituntut cinta tanah air dan nurut dengan aturan yang ada di dalamnya. Tidak ada ikrar yang menunjukkan kalau mulut, hati, dan tindakan kita benar-benar cinta Indonesia.'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hati: "Semua orang berhak bahagia Her. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;Apa salahnya kalau kita &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;memperjuangkan kesejahteraan kita lewat organisasi yang bernama negara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Kalau kamu emang muslim, mestinya kamu tahu kalau kita disuruh menjadi rahmat buat semua alam, nggak usah pandang negara. Kalau agak sangsi dengan konsep pengkotak-kotakan masyarakat berdasarkan negara, ya niatin aja untuk manusia secara umum. Udah deh, ayo tulis apa mimpimu buat Indonesia?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku: 'Sabar, sabar.. Dipikir dulu, baru nanti kita post ke blog. Kan nggak enak kalau nulis yang nggak bermutu di blog?'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1330938836258513881?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1330938836258513881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/mimpiku-untuk-indonesia-bag-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1330938836258513881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1330938836258513881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/mimpiku-untuk-indonesia-bag-1.html' title='Mimpiku untuk Indonesia bag. 1'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-7516198247121697168</id><published>2010-09-10T09:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T09:45:27.993-07:00</updated><title type='text'>Penutupan Pengajian I'tikaf Ramadhan ke-28 : Amien Rais Bicara Islamofobia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Islamofobia, kebencian tanpa dasar terhadap nilai-nilai kebenaran Islam. Hal ini sebenarnya bukan hal baru, bahkan sudah ada semenjak zaman Nabi Adam a.s. Selalu saja ada orang-orang yang membenci kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Sadar atau tidak, masyarakat muslim saat ini bisa melihat betapa berhasilnya orang-orang tidak bertanggung jawab menyebarkan Islamofobia di seluruh dunia, salah satunya di Amerika Serikat. Islamofobia di Amerika Serikat setidaknya ditandai dengan dua peristiwa, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TIpdQkNbCCI/AAAAAAAAAEU/PWJuJHbggMk/s1600/pir+28+crop.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TIpdQkNbCCI/AAAAAAAAAEU/PWJuJHbggMk/s200/pir+28+crop.jpg" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, penolakan mayoritas masyarakat AS terhadap pembangunan Islamic Center di wilayah Ground Zero. Meski demikian, Bloomberg (walikota New York) mendukung pembangunan ini. Bahkan Obama pun dikatakan mendukung proyek tersebut. Belakangan dikabarkan pamor Obama di AS turun karena dukungannya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Namun bapak Amien Rais sendiri merasa kita tidak boleh begitu saja mengurangi kewaspadaan kita terhadap Obama hanya karena dukungannya itu. Beliau khawatir Obama menerapkan taktik ganda dalam menyikapi Islam. Masyarakat dunia harus terus mengawasi politik luar negeri AS yang bisa jadi diarahkan ke arah yang berbahaya. Amien Rais mencontohkan, bagaimana AS mengontrol Pakistan melalui kerja sama militernya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, adanya rencana melakukan Quran-Burning Day pada tanggal 11 September 2010. (berita tentang ini bisa disaksikan melalui beragam media massa-red)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Menurut Pak Amien, Islamofobia bukanlah hal yang murni terjadi atas keinginan masyarakat, melaikan sebuah rencana yang disusun secara sistematis oleh kaum Islamofobis yang rata-rata adalah kaum murtadin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;"Meski Islam sudah dijamin oleh Allah akan terus bersinar hingga akhir jaman, ummat muslim harus tetap berjuang untuk membela Islam," ujar beliau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Islamofobia muncul melalui beragam cara. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pertama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;adalah imperialisme. Kekuatan, demografi, dan geopolitik negara Islam dipelajari untuk dijajah secara politik dan militer. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, penggunaan faham oriantalisme, ilmu yang menggunakan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya untuk menaklukkan Islam. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;, penyebaran islamofobia untuk mempengaruhi para penguasa dan masyarakat sehingga tidak yakin pada kebenaran agama Allah dan menjelek-jelekkan agama Islam tersebut. Menurut Pak Amien, islamofobia ini sudah tersebar di Indonesia pada berbagai level masyarakat. Karenanya kita harus waspada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Kenapa barat benci dengan Islam? Jawabannya adalah karena Islam begitu cepat berkembang dan menyapu segala level masyarakat. Sementara itu, agama-agama mereka terus menurun jumlah pemeluknya. Ditambah lagi, Islam telah menunjukkan perkembangan fenomenal yang semakin mendekati negara-negara maju, bahkan di beberapa bidang telah mengunggulinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Dalam mengembangkan agama Islam di Indonesia, kita tidak boleh berpura-pura tidak tahu permasalahan ini. Islamofobia terang-terangan telah disebarluaskan melalui beberapa partai politik, perguruan tinggi, dan media-media tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Pesan Pak Amien bagi pemuda muslim Indonesia: jika ingin memajukan Islam, gunakanlah Al Quran sebagaimana Rasulullah memajukan masyarakat Arab di masa lalu dengan Al Quran. Jangan justru lebih banyak membaca buku-buku Marxisme atau teori-teori aneh yang lain. Bacalah Al Quran tiap hari sehingga ada kerinduan dan keterikatan kita dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-7516198247121697168?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/7516198247121697168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/penutupan-pengajian-iktikaf-ramadhan-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7516198247121697168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7516198247121697168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/09/penutupan-pengajian-iktikaf-ramadhan-ke.html' title='Penutupan Pengajian I&apos;tikaf Ramadhan ke-28 : Amien Rais Bicara Islamofobia'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TIpdQkNbCCI/AAAAAAAAAEU/PWJuJHbggMk/s72-c/pir+28+crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-8850009598399865756</id><published>2010-08-31T19:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T19:24:02.127-07:00</updated><title type='text'>sambil anstruk</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TH25OLnmblI/AAAAAAAAAEM/35AdSoelR7w/s1600/31082010060.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TH25OLnmblI/AAAAAAAAAEM/35AdSoelR7w/s320/31082010060.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-8850009598399865756?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/8850009598399865756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/sambil-anstruk.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8850009598399865756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8850009598399865756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/sambil-anstruk.html' title='sambil anstruk'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TH25OLnmblI/AAAAAAAAAEM/35AdSoelR7w/s72-c/31082010060.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6435024698951388134</id><published>2010-08-29T16:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T16:46:33.866-07:00</updated><title type='text'>Jogja Lagi</title><content type='html'>Bismillahirohamanirrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tripartit, wao, alhamdulillah bisa juga akhirnya dapat beasiswa. Setelah beberapa kali disindir bapak karena sampai semester lima belum pernah dapat beasiswa, akhirnya kesempatan itu datang. Temanku di Sipil UI 2008, Febriansyah Pasaribu, menawarkan aku untuk ikut pertukaran pelajar Tripartit. Tripartit itu "persekongkolan" nya Departemen Teknik Sipil UI, ITB, dan UGM. Istilahnya kerja sama di bidang keilmuan. Tiga universitas itu saling kirim mahasiswa untuk belajar di universitas mitra selama satu semester.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Febri ini sudah diterima lebih dulu di Tripartit, lewat proses seleksi yang lumayan lama. Aku juga dulu sempat daftar Tripartit, tapi mundur karena dapat amanah di kepanitiaan Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Sipil UI. Nah mungkin yang jadi pertanyaan adalah, gimana aku bisa daftar Tripartit lagi? Silakan baca kisahnya..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah seleksi selesai dan para pendaftar yang lolos diumumkan, tiba-tiba ada temanku yang mengundurkan diri. Sekedar ngasih tahu aja, awalnya komposisi peserta Tripartit dari UI itu tiga ke UGM dan tiga ke ITB.&lt;br /&gt;Yang ke &lt;b&gt;UGM &lt;/b&gt;itu&amp;nbsp;&lt;b&gt;Maisarah Rizky&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Yuliana Sukarmawati&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Febri&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Tiga yang lain, yang ke &lt;b&gt;ITB&lt;/b&gt;, adalah &lt;b&gt;Triananda Pangestu Gusti&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Fadhilah Muslim&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Dwica Wulandari&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Tapi belakangan formasi itu berubah. Yuliana pindah ke ITB karena di UGM nggak ada Jurusan Teknik Lingkungan, Maisa juga akhirnya pindah ke ITB (nggak tahu kenapa, tapi pasti punya alasan sendiri), dan Nanda mengundurkan diri. Nanda ini mundur dari Tripartit karena khawatir nanti mata kuliah ITB nggak cocok dengan kurikulum yang ada di UI. Karena Nanda ini lah akhirnya aku bisa daftar Tripartit (lagi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayang seribu sayang, aku cuma boleh daftar ke UGM karena yang kesana tinggal&amp;nbsp;Febri sendiri. Febri nya juga semangat bujuk aku buat ambil kesempatan ini. Ya aku paham lah, mungkin karena dia belum pernah ke Jogja, jadi agak was-was kalau harus sendirian di sana. (sok jual mahal, padahal sebenarnya aku seneng banget bisa ke Jogja lagi, he he)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segera aja kutelepon Bapak dan Ibuku satu-satu, minta pendapat. Sebenarnya satu-satunya hal yang buat aku ragu ikut pertukaran pelajar itu ibuku. Kalau aku pergi dari Jakarta, ibuku cuma berdua dengan Mbak Yeni di rumah. Adik kuliah di TE UGM (baru diterima), bapak di Bengkalis, dan aku di Jogja. Nggak tega rasanya. &lt;i&gt;Lha wong&lt;/i&gt; aku dulu pengen banget kuliah di UI supaya bisa bersama lagi dengan orang tuaku. Tapi ternyata orang tua merestui. "Oke, daftar," batinku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat setelah Nanda menyerahkan surat pengunduran diri ke Bu Wiwik Sekretaris Departemen Teknik Sipil UI, aku datang menghadap beliau.&lt;br /&gt;Bu Wiwik cuma tanya, "Kamu serius tidak, ingin mendaftar Tripartit?"&lt;br /&gt;Ya tentu aja kujawab, "Saya benar-benar berminat, Bu. Orangtua juga mengijinkan."&lt;br /&gt;Singkat cerita, Bu Wiwik pun akhirnya kasih aku ijin untuk daftar. Syaratnya,&amp;nbsp; harus membuat &lt;b&gt;surat persetujuan orang tua&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;motivation letter&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;&lt;i&gt;print-out&lt;/i&gt; IPK terakhir&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;curriculum vitae&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang harus diserahkan hari Senin (waktu itu hari Jumat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitulah, Seninnya aku serahkan surat-surat itu. Waktu itu belum ada jawaban dari Bu Wiwik, aku diterima atau nggak. Hanya saja aku dan teman-teman disuruh bikin rencana mata kuliah yang akan kami ambil di universitas tujuan. Nah ini yang repot, kami harus mendatangi dosen-dosen yang mengajar mata kuliah di semester lima. Bersama dosen, kami telaah silabus UGM &amp;amp; ITB, mencari-cari mata kuliah apa yang kira-kira bisa &lt;i&gt;nge-ganti-in &lt;/i&gt;(atau &lt;i&gt;ngganti-in&lt;/i&gt;?)&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;kuliah di semester lima UI. Hasilnya? Coba lihat di bawah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mata kuliah yang harusnya aku ambil di Semester 5 UI:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Analisa Struktur, Mekanika Tanah, Teknik Jalan Raya I, Perancangan Infrastruktur Keairan, dan Statika (pengen nyuci)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;di UGM jadi:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisa Struktur Statis Tak Tentu, Perancangan Geometri Jalan, Dasar Perencanaan Transportasi, Jalan Rel, Hidrologi, Hidraulika Saluran Terbuka, Teknik Sungai, Perencanaan Perkerasan Jalan, Teknik Penyehatan, plus Keselamatan Kerja dan Analisa Resiko (sepuluh mata kuliah O_O ..!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, biarpun kuliahnya jadi padat tak terkira, ada untungnya juga. Banyak matkul yang aku &lt;i&gt;sodok&lt;/i&gt; lho. Lumayan, lumayan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah akhirnya, aku hadir kembali menyapa masyarakat Jogja (:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;pulang ke kotamu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ada setangkup haru&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dalam rindu...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6435024698951388134?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6435024698951388134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/jogja-lagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6435024698951388134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6435024698951388134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/jogja-lagi.html' title='Jogja Lagi'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1819765503880239263</id><published>2010-08-18T18:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-18T18:47:30.249-07:00</updated><title type='text'>Adhyaksa Dault Menegur Mapres se-Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lantaran kecewa dengan sikap peserta sarasehan yang kurang menghargai pembicara, Adhyaksa Dault, mantan Menpora pada masa pemerintahan SBY-JK, menegur puluhan mahasiswa berprestasi se-Indonesia di akhir acara &lt;b&gt;Kenduri Kebangsaan&lt;/b&gt; pada hari Minggu, 8 Agustus 2010. “Anda harus bisa memperhatikan orang yang berbicara. Kalau tidak, bagaimana Anda bisa mendengarkan suara rakyat? Padahal yang susah disini (mendengar rakyat-red),” ujar beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teguran beliau memang bisa dipahami mengingat selama tanya jawab berlangsung, peserta sarasehan belum mampu memberikan penghargaan yang pantas kepada para narasumber yang notabene adalah putra-putri terbaik bangsa ini. Mungkin saking antusiasnya peserta membicarakan pertanyaan yang akan diajukan, mereka tidak sadar kalau ternyata ruangan tersebut menjadi gaduh. Acara Kenduri Kebangsaan ini mendatangkan &lt;b&gt;Jusuf Kalla&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Taufik Ismail&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Adhyaksa Dault&lt;/b&gt; sebagai narasumber serta &lt;b&gt;Neno Warisman&lt;/b&gt; sebagai moderator. Keempat tokoh kenamaan Indonesia ini menyampaikan pandangan, harapan, dan nasihatnya kepada puluhan mahasiswa berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia yang mengikuti &lt;b&gt;Indonesia Leadership Camp&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; 5-9 Agustus 2010&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam uraiannya, Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia, mengutarakan bahwa masyarakat Indonesia haruslah menjadi masyarakat yang besar dan adil. Indikatornya adalah rakyat Indonesia makmur, bangsanya bermartabat, dan dihargai. Untuk mencapai itu semua, negeri ini membutuhkan pemimpin yang berkarakter. “Berkarakter itu berarti ia tidak mudah digoyahkan (pandangannya) jika sudah memiliki keyakinan akan suatu kebenaran,” ujar beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengamini pandangan Jusuf Kalla, Adhyaksa Dault pun menambahkan bahwa negeri ini harus mampu melahirkan pemimpin yang kuat. “Sholeh saja tidak cukup, karena seorang pemimpin harus berpikir dan bertindak tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi bagi orang-orang yang dipimpinnya,” tegas beliau. Dan untuk menjadi diri yang berkarakter dan kuat, seseorang harus mampu melewati berbagai tahapan dalam mengamban amanah, tidak bisa langsung terbentuk sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan narasumber lain yang menyampaikan nasihatnya secara langsung, Taufik Ismail dalam acara tersebut mengikat hati peserta melalui puisi-puisinya. Dalam puisinya, Taufik Ismail menyampaikan keprihatinannya atas kesadaran berbahasa masyarakat Indonesia masa kini. Banyak acara di televisi yang diberi judul berbahasa Inggris, padahal isinya adalah diskusi seputar negeri ini. Bahkan beliau berkata, “Bahasa Indonesia kini terjajah oleh Bahasa Amerika.” Melalui puisinya, Taufik Ismail mengingatkan peserta bahwa kesadaran berbahasa Indonesia adalah suatu bentuk kecintaan negeri yang tidak boleh dilupakan dalam usaha menempa diri menjadi pemimpin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara tersebut tentu saja akan menjadi suatu momen tak terlupakan bagi para mahasiswa berprestasi peserta Indonesia Leadership Camp 2010. Bagaimana panitia mampu menghadirkan narasumber yang luar biasa dan bagaimana mereka mampu menyuguhkan suasana lesehan yang santai untuk membahas materi-materi sepenting itu adalah suatu pencapaian yang wajib diapresiasi oleh siapa pun yang menghadirinya, termasuk &lt;b&gt;Teknika FTUI&lt;/b&gt;. Terimakasih panitia, terimakasih para pengisi acara. (lbg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**tulisan ini versi awal dari artikel yang dikirim ke Teknika FTUI untuk diterbitkan**&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1819765503880239263?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1819765503880239263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/adhyaksa-dault-menegur-mapres-se.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1819765503880239263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1819765503880239263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/08/adhyaksa-dault-menegur-mapres-se.html' title='Adhyaksa Dault Menegur Mapres se-Indonesia'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-378022720556840832</id><published>2010-07-27T07:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T07:15:42.810-07:00</updated><title type='text'>Tujuh untuk Mood</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrohmanirrahim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana hati manusia sering berubah-ubah. Senang, sedih, semangat, dan  lelah adalah perasaan-perasaan yang secara bergantian mengisi ruang hati  kita. Dalam kesenangan, kegembiraan, dan rasa semangat, dunia menjadi  lebih indah. Dalam masa-masa ini kita merasa seakan-akan mampu melakukan  sesuatu dengan lebih baik dan percaya diri menghadapi kehidupan.  Sebaliknya, di saat sedih, penuh penyesalan, dan lelah, tak jarang kita  merasa sebagai orang yang tak berguna, tidak produktif. Meski ada  pepatah mengatakan "Tindakan bukan fungsi dari kondisi tapi fungsi dari  keputusan," adalah wajar jika setiap orang menginginkan suasana hati  terbaik dalam aktivitasnya. Dr Donald Schnell, pendiri Program Spiritual  Java, memberikan tujuh tips untuk menjadikan hari-hari kita lebih  menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1. Bertanya pada diri sendiri ketika mengalami masalah; misal,  "Bagaimana agar masalah ini menjadi lebih menyenangkan, lebih mudah, dan  cepat diselesaikan?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2. Menaruh rasa ingin tahu yang besar terhadap diri sendiri dan hal-hal  yang ada di sekitar kita. Hal ini akan membuat kita lebih bergairah  dalam menghadapi apapun yang ada di depan kita. Contohlah anak kecil  yang gembira bukan main ketika melihat seekor capung lewat di kepalanya.  Banyak manusia, seiring bertambahnya usia, justru semakin tak acuh  terhadap semua keajaiban dan keindahan yang ditemuinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;3. Ikhlas menerima kekurangan diri. Semua orang punya kekurangan. Sisi  positifnya, manusia menjadi memiliki semangat untuk memperbaiki dan  membenahi diri. Namun kadang ada juga yang frustasi karena tidak kunjung  mendapatkan sepeti yang dimiliki orang lain. Di sinilah saatnya  keikhlasan bertindak. Mengenal kekurangan kita, menerimanya, dan  menyadari segala potensi yang selalu ada pada diri, menunggu untuk  ditunjukkan pada dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan pernah berhenti belajar. Buka mata, lihat dunia, selalu ada  hal baru yang dapat kita pelajari. Karena, seperti tubuh, otak selalu  butuh latihan untuk mencapai kondisi terbaiknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;5. Maksimalkan hari ini. Hargai hari ini, lakukan yang terbaik terhadap  segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Jangan melelahkan diri dengan  mereka-reka masa depan yang belum terlihat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.thinkuknow.co.uk/5_7/flash/nice.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://www.thinkuknow.co.uk/5_7/flash/nice.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;6. Jangan hidup di masa lalu. Hal yang paling jauh dari manusia adalah  masa lalu. Hal yang paling dekat adalah ajal. Seyogyanya kita melakukan  yang terbaik untuk hari ini. Ada pepatah: Jangan tangisi susu yang  tumpah, tapi carilah wadah baru yang lebih tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;7. Berenang mengikuti arus. Jangan terlalu menyibukkan diri kita dengan  apa yang tidak bisa kita kendalikan. Lebih baik berfokus pada hal-hal  yang bisa kita kontrol, misal pekerjaan kita, jadwal diri kita, teman  yang kita miliki, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;Sumber: &lt;a href="http://mediasurviva.wordpress.com/2009/05/06/tips-menjaga-mood/"&gt;http://mediasurviva.wordpress.com/2009/05/06/tips-menjaga-mood/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tulisan ini didedikasikan buat diriku sendiri yang sering g semangat :P)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-378022720556840832?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/378022720556840832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/tujuh-untuk-mood.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/378022720556840832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/378022720556840832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/tujuh-untuk-mood.html' title='Tujuh untuk Mood'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1920619676225896025</id><published>2010-07-25T02:59:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T03:04:05.354-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Beton untuk Konstruksi di Lingkungan Laut</title><content type='html'>&lt;b&gt;Pembangunan Mercusuar Eddystone&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1756, seorang Inggris bernama &lt;b&gt;John Smeaton&lt;/b&gt;, yang terkenal sebagai orang pertama yang menyebut dirinya civil engineer, mendapat tugas untuk membangun mercusuar di atas batu karang &lt;b&gt;Eddystone Rock, Inggris&lt;/b&gt;. Menyadari bahwa ia harus berurusan dengan ombak dan reaksi kimia yang ditimbulkan oleh air laut, Smeaton pun merancang semen baru yang lebih kuat dan tahan lama daripada yang saat itu umum digunakan. Pada masa itu, umumnya semen terbuat dari campuran tradisional antara slaked lime (hasil pembakaran batu kapur) dan pozzolan yang memang sudah digunakan semenjak jaman Romawi. Dari berbagai percobaan, ia menemukan bahwa batuan yang menghasilkan mortar terbaik berasal dari kalsinasi batu kapur (limestone) yang mengandung material lempung dalam jumlah tertentu. Inilah pertama kalinya dunia mengenal semen hidrolis (&lt;i&gt;&lt;b&gt;hydraulic cement&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;), yang merupakan cikal bakal dari teknologi berikutnya, protland cement.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.old-picture.com/europe/pictures/Lighthouse-Eddystone.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.old-picture.com/europe/pictures/Lighthouse-Eddystone.jpg" width="147" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gb. 1. Mercusuar Eddystone&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Mercusuar ini bertahan selama 120 tahun sebelum ia runtuh akibat kegagalan pondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1818, melalui investigasi yang dilakukan oleh &lt;b&gt;L.J. Vicat&lt;/b&gt; di Prancis, produksi kapur hidrolis buatan (synthetic hydraulic lime) pun dimulai. Material ini diproduksi dari campuran artifisial antara high-purity limestone dengan lempung. Teknologi produksi semen portland yang sangat kita kenal pun bermula dari sini. Berkat penemuan ini, Prancis dan Britania menjadi negara-negara nomor satu dalam perkembangan semen dan beton dunia di abad 19.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Ditemukan: Penyebab Kerusakan Beton pada Lingkungan Laut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vicat adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan bahwa kerusakan mortar oleh air laut berasal dari interaksi kimia antara Ca(OH)2 pada mortar dengan MgSO4 yang dibawa air laut. Kesimpulannya ini didukung dengan fakta-fakta sejenis mengenai kerusakan mortar pada tanah-tanah yang mengandung sulfat di selatan Perancis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa usaha dilakukan untuk menghindari terjadinya reaksi antara semen dengan air laut, salah satunya adalah mengganti semen kapur-pozzolan dengan semen portland. Namun ternyata usaha ini belum membuahkan hasil yang diinginkan. Semen portland masih mengeluarkan sejumlah Ca(OH)2, membuatnya lemah terhadap air laut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gagasan Vicat ini mendapat perhatian dari peneliti lain. &lt;b&gt;J. Bied&lt;/b&gt;, seorang insinyur yang juga berasal dari Perancis, menemukan semen yang tidak mengeluarkan kalsium silikat, disebut sebagai &lt;i&gt;&lt;b&gt;high-alumina cement&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Penyusun utama semen ini adalah monokalsium aluminat. Semen ini mampu menunjukkan ketahanan sempurna terhadap air laut maupun senyawa sulfat lain. Sayangnya kekuatan dari semen ini justru melemah pada kondisi panas dan lembab oleh karena itu penggunaanya untuk struktur dilarang di kebanyakan negara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun ternyata tidak hanya sulfat saja yang harus diwaspadai. Menurut J. Fled dalam buku Construction Failure, CO2 adalah faktor lain yang tidak boleh diabaikan. Beberapa dokumentasi mengenai kegagalan struktur menggiringnya pada kesimpulan ini. Pada 1955, sebanyak 70% dari 2500 tiang penyangga Jembatan James River di Virginia dinyatakan rusak dan diganti dengan yang baru. Sementara pada 1957, 750 tiang di sekitar Ocean City, New Jersey rusak; diameternya berkurang dari 550 mm menjadi 300 mm. Setelah dilakukan investigasi, ditemukan bahwa air laut pada kedua lokasi tersebut memiliki kadar CO2 dalam jumlah yang tinggi. Selain itu, berdasarkan penelitian, Gjorv (1971) dan Regourd (1975) menemukan bahwa &lt;u&gt;permeabilitas beton&lt;/u&gt; lebih menentukan kekuatan struktur daripada perbedaan komposisi semen Portland.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahanan struktur terhadap terpaan gelombang dan massa air laut pun menimbulkan masalah lain. Banyak kerusakan struktur terjadi akibat rendahnya kekuatan tarik dan lentur dari beton, terjadi pada struktur yang tidak diperkuat dengan tulangan baja. Jika ingin diberi tulangan, insinyur pun harus mempertimbangkan pengaruh air laut terhadap korosi baja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Next: Tulangan dan Korosi Akibat Air Laut&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1920619676225896025?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1920619676225896025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/sejarah-beton-untuk-konstruksi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1920619676225896025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1920619676225896025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/sejarah-beton-untuk-konstruksi-di.html' title='Sejarah Beton untuk Konstruksi di Lingkungan Laut'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-9173909712180294270</id><published>2010-07-07T18:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-07T18:44:03.378-07:00</updated><title type='text'>Ingin Tambah Kreatif? Kenali Budaya Lain</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beruntunglah manusia Indonesia karena negerinya kaya akan keragaman budaya. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada &lt;i&gt;Personality and Social Psychology Bulletin&lt;/i&gt;, kreativitas seseorang meningkat seiring dengan pengalamannya merasakan budaya-budaya yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://cornerstonestudio.files.wordpress.com/2010/01/bright-idea1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://cornerstonestudio.files.wordpress.com/2010/01/bright-idea1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Tiga pengamatan telah dilakukan untuk membandingkan siswa-siswa yang pernah hidup di luar negeri dengan mereka yang belum. Dalam pengamatan ini, kedua kelompok sampel tersebut diuji pada berbagai aspek kreativitas. Menurut hasil tes yang diberikan, siswa-siswa yang pernah hidup di luar negeri menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi daripada mereka yang belum pernah merasakan budaya asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengujian ini, dibuatlah sebuah kesimpulan tentang hubungan kreativitas dengan penerimaan budaya seseorang. Dikatakan bahwa pembelajaran multikultural merupakan sebuah komponen penting dari proses adaptasi dan berfungsi sebagai katalis dari kreativitas. Secara umum, manfaat yang dipeeroleh dari sebuah pembelajaran multikultural adalah: 1) fleksibilitas ide, bagaimana memecahkan suatu masalah dengan beragam cara yang berbeda; 2) meningkatkan pemahaman akan hubungan berbagai masalah; dan 3) membantu mengatasi kemandegan fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini adalah sebuah kabar gembira bagi kita karena hidup dalam negara yang memiliki lebih dari 1.128 suku bangsa ini. Tanpa perlu paspor, kita sudah dapat belajar kebudayaan lain, entah dari tetangga, teman sebangku, atau orang yang baru kita temui di jalan. Luar biasa.. Dengan potensi yang demikian besar, bukan tidak mungkin kita dapat menjadi negeri paling kreatif di dunia. Ayo orang Indonesia..!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;Experiencing Different Cultures Enhances Creativity. &lt;a href="http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100630101028.htm"&gt;http://www.sciencedaily.com/releases/2010/06/100630101028.htm&lt;/a&gt; (Rabu, 7 Juli 2010)&lt;br /&gt;Indonesia Miliki 1.128 Suku Bangsa. &lt;a href="http://www.jpnn.com/berita.detail-57455"&gt;http://www.jpnn.com/berita.detail-57455&lt;/a&gt; (Rabu, 7 Juli 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar dari &lt;a href="http://cornerstonestudio.files.wordpress.com/2010/01/bright-idea1.jpg"&gt;http://cornerstonestudio.files.wordpress.com/2010/01/bright-idea1.jpg&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-9173909712180294270?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/9173909712180294270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/ingin-tambah-kreatif-kenali-budaya-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/9173909712180294270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/9173909712180294270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/07/ingin-tambah-kreatif-kenali-budaya-lain.html' title='Ingin Tambah Kreatif? Kenali Budaya Lain'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-7654718821488714445</id><published>2010-06-25T17:34:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T17:34:46.214-07:00</updated><title type='text'>MRT DKI: Mau Dibawa Ke Mana?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut hasil penelitian Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2009, kerugian yang dialami oleh semua warga Jakarta akibat kemacetan mencapai 17,2 triliun per tahun. Kerugian yang dimaksud adalah kerugian material akibat bahan bakar, waktu yang terbuang, dan ganguan kesehatan yang disebabkan oleh kemacetan lalu lintas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_OkF-a2XMSfc/SlrJ9oSpv-I/AAAAAAAAAKs/h96W9e5Izo4/s1600/IMG00878-20090711-1526.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_OkF-a2XMSfc/SlrJ9oSpv-I/AAAAAAAAAKs/h96W9e5Izo4/s200/IMG00878-20090711-1526.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Guna mengatasi masalah kemacetan ini, pemerintah DKI Jakarta berencana menyelenggarakan suatu sistem transportasi massal yang disebut sebagai MRT (Mass Rapid Transit). Dasar idenya adalah, mengurangi kemacetan lalu lintas dengan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi kepada angkutan publik. Direncanakan pada bulan November 2011 proses pelelangan fisik telah selesai dilaksanakan dan awal 2012 pembangunan akan segera dimulai. Jika lancar, pada tahun 2016 jalur MRT Rute 1, dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia diharapkan telah dapat beroperasi. Dari tiga belas terminal yang melayani jalur tersebut, enam di antaranya akan dibangun di bawah tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan MRT ini akan memakan biaya sekitar 15 triliun rupiah. Meski jumlahnya sangat besar, pemerintah DKI optimis proyek ini akan berjalan lancar karena dana yang dibutuhkan sudah tersedia, yaitu dari bantuan Jepang (JICA).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pendapat Ahli&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata rencana yang demikian "moncer" ini tidak 100% disambut secara positif oleh ahli transportasi yang ada di DKI sendiri. Prof. Dr. Irwan Katili, Eng. DEA, Kepala Departemen Teknik Sipil UI, telah mengungkapkan pendapatnya. Seperti yang diberitakan oleh Republika 23 Mei 2010, proyek ini tidak tepat diadakan di Jakarta, apalagi di masa sekarang. Selain karena biayanya yang sangat besar, ia juga mengkritik besarnya kebutuhan teknis yang harus dipenuhi untuk mengadakan jalur bawah tanah MRT ini. Pertimbangan ini menjadi makin masuk akal mengingat Jakarta adalah daerah rawan banjir. Tentunya butuh perencanaan yang matang untuk melubangi jalan di bawahnya dengan sebuah jalur transportasi umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komentar pun muncul dari Dr. Jachrizal Sumabrata, ST, M.Sc, Eng, PHD. Ahli transportasi dari Universitas Indonesia ini menilai bahwa pembangunan MRT bukanlah solusi untuk kemacetan Jakarta. Akan lebih bijaksana jika pemerintah daerah berbenah diri terhadap pelayanan transportasi publik yang sudah ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agaknya memang jika diperhatikan, rencana MRT ini terlalu ambisius untuk segera dilaksanakan. Akan banyak pengorbanan yang harus dirasakan oleh pemerintah dan warga hingga proyek ini selesai dibangun. Lagipula percuma saja pemerintah mengadakan proyek besar seperti ini jika pengelolaannya masih sama dengan pengelolaan TransJakarta yang kita ketahui tidak memuaskan. Sepakat dengan Pak Jack, lebih baik perbaiki dulu pengelolaan faslitas yang ada. Jika saja masyarakat bisa digiring berpindah ke TransJakarta, lega lah jalan DKI ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi mau bagaimana lagi, rencana sudah disetujui, lelang pun akan mulai dilaksanakan bulan November ini. Semoga saja proyek ini tidak menjadi proyek mubazir yang harus disesali warga DKI. Harapan lain, semoga saja para ahli dan mahasiswa nantinya dapat berkontribusi untuk mendukung pengoperasian MRT ini sehingga hasilnya lebih maksimal. Tentunya pemerintah juga harus memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, jangan hanya pihak swasta saja yang berhak mengambil keputusan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-7654718821488714445?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/7654718821488714445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/06/mrt-dki-mau-dibawa-ke-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7654718821488714445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7654718821488714445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/06/mrt-dki-mau-dibawa-ke-mana.html' title='MRT DKI: Mau Dibawa Ke Mana?'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_OkF-a2XMSfc/SlrJ9oSpv-I/AAAAAAAAAKs/h96W9e5Izo4/s72-c/IMG00878-20090711-1526.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6523745677142160390</id><published>2010-06-19T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T20:33:50.058-07:00</updated><title type='text'>Zero-C Concrete: Beton Anti Retak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://media.cleveland.com/business_impact/photo/concretejpg-a136c98b3a7ade28.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://media.cleveland.com/business_impact/photo/concretejpg-a136c98b3a7ade28.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai material bangunan yang paling banyak digunakan, pantaslah jika teknologi beton mendapat perhatian yang besar dari para pelaku konstruksi dunia. Untuk memenuhi kebutuhan masa kini, para ahli terus berusaha melakukan pengembangan dalam teknologi beton ini. Salah satu inovasi yang baru-baru ini ditemukan adalah penemuan beton anti retak, yang diberi nama Zero-C Concrete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah yang sangat sering ditemukan pada beton adalah keretakan (cracking). Retakan ini berakibat pada berkurangnya usia beton. Polutan yang masuk melalui sela-sela retakan dapat menyebabkan gangguan pada ikatan-ikatan material dalam beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari masalah inilah BASF Construction Chemicals yang berbasis di Ohio menciptakan Zero-C Concrete. Dengan suatu set bahan-bahan yang telah mengalami proses fabrikasi, dapat dibentuk suatu campuran beton yang anti retak. Jika pada campuran beton biasa timbul retakan setelah proses curing, Zero-C Concrete tidak mengalami retak bahkan hingga 120 hari setelah penuangan beton segar ke cetakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://media.cleveland.com/business_impact/photo/concrete-basfjpg-4013dc6818568268.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://media.cleveland.com/business_impact/photo/concrete-basfjpg-4013dc6818568268.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi beton ini juga memiliki nilai ekonomis bagi para konstruktor. Biaya perbaikan yang biasanya harus terus dikeluarkan setiap kali beton mengalami kerusakan dapat terkurangi mengingat Zero-C Concrete memiliki durabilitas yang lebih tinggi daripada beton biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi BASF ini tak ayal menarik perhatian para pelaku konstruksi di sekitarnya. Dalam demonstrasi yang dilakukan di kantor pusatnya, banyak engineer dari A.S dan Kanada yang mengungkapkan ketertarikan dan keinginnya untuk dapat segera mengaplikasikan beton ini pada konstruksi mereka. -Semoga saja Indonesia memperoleh kesempatan untuk dapat menggunakan teknologi terbaru ini dalam rangka efisiensi bagi pembangunan berbagai fasilitas publik-&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sumber: http://www.cleveland.com/business/index.ssf/2010/05/basf_in_beachwood_says_its_new.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6523745677142160390?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6523745677142160390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/06/zero-c-concrete-beton-anti-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6523745677142160390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6523745677142160390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/06/zero-c-concrete-beton-anti-retak.html' title='Zero-C Concrete: Beton Anti Retak'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-5152338654421771294</id><published>2010-05-23T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T03:23:46.292-07:00</updated><title type='text'>Judul 2: Urgensi Bertauhid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_kxCJlUA8I/AAAAAAAAADQ/U-8pcKghn4o/s1600/Istiqlal2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_kxCJlUA8I/AAAAAAAAADQ/U-8pcKghn4o/s320/Istiqlal2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tauhid adalah meyakini keesaan Allah SWT dalam hal rubbubiyah, uluhiyah, dan asma wassifat. Bahwa segala seuatu ada penciptanya, dan hanyalah Allah Sang Pencipta semesta. Bahwa tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah SWT. Dan me-Maha Suci-kan Allah dari setiap penyekutuan dengan makhluk-Nya. Sifat Allah adalah Maha dalam segalanya, tiada terukur dengan kadar makhluk-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebagian alasan (dari sekian banyak yang ada) yang menjelaskan kenapa kita harus senantiasa bertauhid pada Allah SWT, sebagaimana dituturkan dalam tastqif ......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: #0b5394;"&gt;Agar mendapat jaminan keselamatan dunia dan akhirat dari Allah SWT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali mengikuti Rasulullah hijrah demi akidah, meninggalkan segala kemapanan di Mekkah. Semua karena mereka tahu betapa pentingnya akidah.&lt;br /&gt;Serugi-ruginya penjahit karena salah jahit, atau seapes-apesnya usaha katering karena salah pesanan, atau sebangkrut-bangkrutnya kontraktor karena gagal konstruksi, MASIH ADA jalan untuk menutup kerugian...tapi...&lt;br /&gt;Orang yang salah akidah, TIDAK ADA jalan untuk memperbaikinya ketika kita sudah menghadap Allah SWT. Tidak ada jalan untuk kembali ke dunia setelah kita meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #0b5394;"&gt;Untuk menjaga moralitas/akhlak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hati tidak nampak, tapi pengaruh hati selalu terlihat. Diungkapkan bahwa seseorang tidak menjadi indah atau mulia karena harta benda maupun kekayaannya. Tidak juga dengan paras atau tampilan fisiknya. Bukan di situ nilai utama manusia. Buktinya, di acara Kick Andi, kita bisa melihat betapa besar cinta seorang istri pada suaminya, seorang penjual krupuk yang memiliki keterbatasan fisik. Lalu apa yang dapat membuat kita indah? Jawab: inner beauty, perilaku kita, dan bisa kita kaitkan dengan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang cacat fisik, sedikit harta, jangan menangis,” kata ustadz. Cacat-cacat itu tidak hanya bisa dikatrol, tapi juga di-cover oleh keindahan moral.&lt;br /&gt;“Tapi sedihlah orang yang cacat moral, cacat akhlak. Mau ditutup dengan apa kecacatan itu?” tambah ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan yang masih diingat sampai sekarang adalah: Akar itu tidak terlihat. Dalam tanah, di tempat yang gelap. Tapi untuk menumbuhkembangkan tanaman, orang yang cerdas pasti akan menyiram akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #0b5394;"&gt;Tauhid agar dapat barokah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kata ulama Arab, “Barokah itu tambah-tambah kenikmatan (kebaikan)nya dan tambah-tambah manfaatnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;foto dari &lt;a href="http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/Istiqlal2.jpg"&gt;http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/Istiqlal2.jpg&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-5152338654421771294?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/5152338654421771294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/05/judul-2-urgensi-bertauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5152338654421771294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/5152338654421771294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/05/judul-2-urgensi-bertauhid.html' title='Judul 2: Urgensi Bertauhid'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_kxCJlUA8I/AAAAAAAAADQ/U-8pcKghn4o/s72-c/Istiqlal2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-298860510541617886</id><published>2010-05-22T18:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T23:29:18.814-07:00</updated><title type='text'>Perumpamaan Seorang Mukmin itu Seperti Lebah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_iHHS2uiyI/AAAAAAAAADI/CxFpUyHruY4/s1600/lebah_4-vi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_iHHS2uiyI/AAAAAAAAADI/CxFpUyHruY4/s320/lebah_4-vi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Tastqif 6 Maret 2010&lt;br /&gt;Ruang Kuliah K.102 Fakultas Teknik Universitas Indonesia&lt;br /&gt;Judul 1: Mukmin dan Lebah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya). (H.R. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Rasulullah memberi nasihat bagi umatnya. Dalam tastqif ini, kita diajak memahami hadits ini secara lebih dalam lagi. Kenapa harus lebah, dan bagaimana aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari? Selamat menyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;Kalau makan, makan yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lebah tidak mencari makan di tong sampah, tapi di taman berbunga.&lt;br /&gt;Bagi kita, ini merupakan pesan dari Rasulullah bagi umatnya untuk selalu makan yang halal, bukan yang haram. Dan lebih lengkap lagi, agar kita meninggalkan makanan yang syubhat (nggak yakin halal atau haramnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;Kalau memberi, memberi yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ditimpuk sarangnya sekalipun, yang diberikan ke kita adalah madu yang manis. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memperlakukan segala sesuatu di hadapan kita dengan sebaik-baiknya? Buat saya, masih jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Kalau hinggap di ranting, tak pernah rantingnya patah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kita, Rasulullah mengingatkan kita untuk tidak menjadi beban bagi sekitar kita, tapi untuk menjadi orang yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;Solid dalam jamaah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lebah, hanya butuh satu hari untuk membangun rumah karena solid jamaahnya. Hal ini tercapai karena semua anggota koloninya berkontribusi. Begitu pula manusia. Dalam kelompok, semua penting. Ibarat jari, dari jempol sampai kelingking, masing-masing punya kerja sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="color: #b45f06;" /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Membela harga diri dan kehormatannya, bahkan jika harus mati sekalipun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk membela diri dan sesuatu yang ia anggap penting, lebah rela menggunakan sengatnya. Begitu pula sepatutnya manusia berjuang, pantang menyerah, mati-matian berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu komentar untuk bahasan ini: Dahsyat..! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;gambar dari www.fotki.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-298860510541617886?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/298860510541617886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/05/perumpamaan-seorang-mukmin-itu-seperti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/298860510541617886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/298860510541617886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/05/perumpamaan-seorang-mukmin-itu-seperti.html' title='Perumpamaan Seorang Mukmin itu Seperti Lebah'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S_iHHS2uiyI/AAAAAAAAADI/CxFpUyHruY4/s72-c/lebah_4-vi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1355460734446630800</id><published>2010-04-17T18:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T06:31:55.044-07:00</updated><title type='text'>Bahagia Lihat Orang Bahagia</title><content type='html'>Kali ini saya mau bicara agak pribadi, lebih ke pengalaman sendiri&lt;br /&gt;Sebenarnya saya sendiri sedang nggak in good condition,&lt;br /&gt;Mentally ill, kebanyakan mikirin something strange in my heart&lt;br /&gt;Yah, kira-kira beginilah saya mencoba mengurangi "sakit" ini, dengan nulis&lt;br /&gt;Selamat menyimak saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata &lt;i&gt;The Fikr&lt;/i&gt;: 'Mencintai, dicintai, fitrah manusia..' &lt;br /&gt;Mungkin bisa dibilang, selain fitrah, ia juga kebuhan buat kita&lt;br /&gt;Seperti sembako: kalau tidak terpenuhi, jadi masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abaikan definisi jiwa, kita akan dapati bahwa kadang kita dibuat sakit  oleh keinginan ini&lt;br /&gt;Apalagi buat remaja, &lt;i&gt;teenagers&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Buat saya, salah satu gejala yang tampak adalah penyakit nge-gombal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, saya iseng mencari makna nge-gombal &lt;br /&gt;Menurut basa Jawa, gombal itu kain jelek bekas yang dipakai cuma buat ngelap tumpahan bubur di lantai&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir&lt;br /&gt;"Bentar2, berarti kata nge-gombal dalam kamus perilaku remaja itu bukan tanpa sebab?"&lt;br /&gt;"Berarti juga, kalimat-kalimat saya itu nggak lebih berarti daripada gombal di rumah saya dong?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin sakit aja saya jadinya&lt;br /&gt;"Lha buat apa saya ngerangkai kalimat kalau ternyata nggak bisa saya manfaatkan?&lt;br /&gt;"Terus gimana nih?"&lt;br /&gt;Mikir lagi&lt;br /&gt;"You know, there's feeling can't be described. It is not to be eksposed, but to be fulfilled."&lt;br /&gt;FULFILLED.. "Ini dia kata kuncinya"&lt;br /&gt;Sembako juga dicari bukan buat dikumpulkan, apalagi dikoleksi&lt;br /&gt;Yang "ini" juga,&lt;br /&gt;Daripada dipendam jadi demam&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Better&lt;/i&gt; &lt;i&gt;take action&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Saya masih kuliah, pikiran juga belum dewasa,&lt;br /&gt;Masa nekat?&lt;br /&gt;Nggak mungkin kan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikir lagi&lt;br /&gt;Cukup lama bingung, nggak dapat jawaban&lt;br /&gt;Sampai&lt;br /&gt;Suatu saat bertemu teman yang lama tidak saya sapa&lt;br /&gt;Sedang letih&lt;br /&gt;"Ini dia jawabannya", saya bilang&lt;br /&gt;Dengan segenap ide, saya berusaha membuat dia bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sesuatu yang tidak pernah saya lakukan pada orang lain, terlaksana juga&lt;br /&gt;Sebuah bungkusan (bukan bingkisan) berpindah ke tangannya&lt;br /&gt;Seorang hebat berjiwa kuat menerima hadiah dari saya&lt;br /&gt;Di luar dugaan, dia memeluk saya&lt;br /&gt;Saya bilang, "Kita teman" &lt;br /&gt;Dia bilang, "Kita saudara" &lt;br /&gt;Luar biasa bahagianya saya,&lt;br /&gt;Ternyata usaha kecil begitu bisa berarti buat dia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawan, di masa muda ini memang kita sedang labil. Hati kita sangat mudah condong ke arah mana pun. Saat cinta datang, kita sering sakit karenanya. Dipendam jadi pusing, ditindak lanjuti pun belum pantas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita bingung dengan rasa ini, cobalah kita lihat sekeliling kita. Banyak orang yang butuh perhatian kita, butuh kasih sayang kita. Bukan saatnya mengejar satu-dua orang untuk kebahagiaan sendiri, tapi saatnya mengejar orang untuk membuatnya bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu ternyata bukan untuk satu-dua orang saja. Dia ada sebagai bekal hidup kita, untuk dibagi kepada semua yang kita temui. Nafkahkan cinta dengan bijaksana, dan kita akan bahagia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahu a'lam, mudah-mudahan saya konsisten&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1355460734446630800?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1355460734446630800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/bahagia-lihat-orang-bahagia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1355460734446630800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1355460734446630800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/bahagia-lihat-orang-bahagia.html' title='Bahagia Lihat Orang Bahagia'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-4172348655236019874</id><published>2010-04-11T00:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T00:28:22.778-07:00</updated><title type='text'>Jadi Ikhwan Jangan Cengeng</title><content type='html'>Ini adalah surat paling mengganggu yang mampir di email saya. Rasanya sungguh menusuk-nusuk hati, sakit, saking tepatnya. Dicopy dari milis Teladan Science Club, beginilah surat itu berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikasih amanah pura-pura batuk..&lt;br /&gt;Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..&lt;br /&gt;Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..&lt;br /&gt;Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..&lt;br /&gt;Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..&lt;br /&gt;Terus dakwah gimana? digebuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..&lt;br /&gt;udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..&lt;br /&gt;Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..&lt;br /&gt;Kesehariannya malah jadi genit..&lt;br /&gt;Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..&lt;br /&gt;Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..&lt;br /&gt;Rencana awal cuma kirim Tausyiah..&lt;br /&gt;Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..&lt;br /&gt;Terselip mikir rencana walimah?&lt;br /&gt;Tapi nggak berani karena terlalu wah!&lt;br /&gt;Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Abis nonton film palestina semangat membara..&lt;br /&gt;Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..&lt;br /&gt;Semangat jadi penontonnya luar biasa..&lt;br /&gt;Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup  sengsara..&lt;br /&gt;Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngumpet-ngumpet buat pacaran..&lt;br /&gt;Ketemuan di mol yang banyak taman..&lt;br /&gt;Emang sih nggak pegangan tangan..&lt;br /&gt;Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..&lt;br /&gt;Oh romantisnya, dunia pun heran..&lt;br /&gt;Kalo ketemu Murabbi atau binaan..&lt;br /&gt;Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?&lt;br /&gt;Oh malunya sama Murabbi atau binaan?&lt;br /&gt;Sama Allah? Nggak kepikiran..&lt;br /&gt;Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Disuruh infaq cengar-cengir. .&lt;br /&gt;Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..&lt;br /&gt;Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..&lt;br /&gt;Suruh tenang dan berdzikir..&lt;br /&gt;Malah tangan yang ketar-ketir. .&lt;br /&gt;Leher saudaranya mau dipelintir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..&lt;br /&gt;Malah nyari Aminah..&lt;br /&gt;Aminah dapet, terus Walimah..&lt;br /&gt;Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..&lt;br /&gt;Dakwah yang dulu kemanakah?&lt;br /&gt;Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..&lt;br /&gt;Duh duh… Amanah Aminah..&lt;br /&gt;Dakwah.. dakwah..&lt;br /&gt;Kalah sama Aminah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Buka facebook liatin foto akhwat..&lt;br /&gt;Dicari yang mengkilat..&lt;br /&gt;Kalo udah dapet ya tinggal sikat..&lt;br /&gt;Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..&lt;br /&gt;“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”&lt;br /&gt;Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat  ..&lt;br /&gt;Akhwatnya terpikat..&lt;br /&gt;Mau juga ditraktir secara cepat..&lt;br /&gt;Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…&lt;br /&gt;yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!&lt;br /&gt;Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..&lt;br /&gt;badan goyang-goyang kayak ulat..&lt;br /&gt;Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..&lt;br /&gt;Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..&lt;br /&gt;Zina pun menjadi hal yang nikmat..&lt;br /&gt;Udah pasti dapet laknat..&lt;br /&gt;Duh.. maksiat.. maksiat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ilmu nggak seberapa hebat..&lt;br /&gt;Udah mengatai Ustadz..&lt;br /&gt;Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..&lt;br /&gt;Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..&lt;br /&gt;Lho kok udah berani nuduh ustadz..&lt;br /&gt;Semoga tuh otaknya dikasih sehat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Status facebook tiap menit ganti..&lt;br /&gt;Isinya tentang isi hati..&lt;br /&gt;Buka-bukaan ngincer si wati..&lt;br /&gt;Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..&lt;br /&gt;Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..&lt;br /&gt;Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..&lt;br /&gt;Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..&lt;br /&gt;Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..&lt;br /&gt;Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..&lt;br /&gt;Kepala cenat-cenut kebingungan. .&lt;br /&gt;Oh kasihan.. Mendingan cacingan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..&lt;br /&gt;Makin bingung nyari teladan..&lt;br /&gt;Teladannya bukan lagi idaman..&lt;br /&gt;Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..&lt;br /&gt;Mau jadi putih nggak kuat nahan..&lt;br /&gt;Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..&lt;br /&gt;Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..&lt;br /&gt;Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Diajakain dauroh alasannya segudang..&lt;br /&gt;Semangat cuma pas diajak ke warung padang..&lt;br /&gt;Atau maen game bola sampe begadang..&lt;br /&gt;Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..&lt;br /&gt;Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..&lt;br /&gt;Duh.. berdendang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..&lt;br /&gt;Tapi jarang banget yang namanya tilawah..&lt;br /&gt;Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..&lt;br /&gt;Hidup sekarang jadinya agak mewah..&lt;br /&gt;Hidup mewah emang sah..&lt;br /&gt;Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dulunya di dakwah banyak amanah..&lt;br /&gt;Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..&lt;br /&gt;Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..&lt;br /&gt;Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..&lt;br /&gt;Anak baru dipandang dengan mata sebelah..&lt;br /&gt;Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..&lt;br /&gt;Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..&lt;br /&gt;Lanjutin perjuangan saya yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..&lt;br /&gt;Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..&lt;br /&gt;Murabbi ikhlas dibikin melongo..&lt;br /&gt;Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..&lt;br /&gt;Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..&lt;br /&gt;Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh noo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..&lt;br /&gt;Dimanapun harokahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..&lt;br /&gt;Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka  mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm…  Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya..  Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua  kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena  tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan  dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang  manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan..  sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan  masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan  hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam  jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang  sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk  tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat  ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut  mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul  berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran..  diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan  sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata  ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau  bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah  dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..&lt;br /&gt;Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..?  berkumpul dan berjuang bersama-sama… ?&lt;br /&gt;Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima  kasih padamu..&lt;br /&gt;Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam  sepertiga malamnya..&lt;br /&gt;“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku..  demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam  cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah  kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah  jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak  pernah pudar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan  keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat  kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.  Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera  kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada  para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin Allahumma aamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-4172348655236019874?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/4172348655236019874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/jadi-ikhwan-jangan-cengeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4172348655236019874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4172348655236019874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/jadi-ikhwan-jangan-cengeng.html' title='Jadi Ikhwan Jangan Cengeng'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-870078720466625477</id><published>2010-04-08T15:40:00.001-07:00</published><updated>2010-04-17T19:14:24.644-07:00</updated><title type='text'>Tuntutlah Air Hingga ke Purwakarta</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pemerintah kota Jakarta saat ini sedang merencanakan pengadaan pipa air dari Waduk Jatiluhur ke DKI Jakarta. Rencana yang sudah dibuat sejak pertengahan tahun 2009 ini direncanakan sudah melewati proses &lt;i&gt;feasibility studies&lt;/i&gt; di tahun 2010. Meski demikian, tampaknya hal ini sulit tercapai mengingat sampai sekarang belum ada perkembangan yang diberitakan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S8pqxteTcHI/AAAAAAAAAC4/4kTBhWRaTzU/s1600/pipa_air_waduk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S8pqxteTcHI/AAAAAAAAAC4/4kTBhWRaTzU/s200/pipa_air_waduk.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pembuatan pipa ini berangkat dari kenyataan bahwa ketahanan air DKI Jakarta sangat rendah. Menurut  Dr. Firdaus Ali, sebagaimana yang ditulis oleh situs  www.web.bisnis.com, pasokan air baku asli Jakarta &lt;b style="color: #38761d;"&gt;hanya mampu memenuhi  2,2% kebutuhan&lt;/b&gt; warga akan air bersih. Bahkan jika ditambah dengan air  tanah pun ketersediaan air untuk kota ini hanya &lt;b style="color: #38761d;"&gt;mencapai angka 27,2%&lt;/b&gt;.Jika hanya mengandalkan sumber air dari dalam wilayah Jakarta, pemerintah tidak akan mampu menopang kehidupan warganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pembuatan pipa dari Jatiluhur ke Jakarta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan air bersih warga ibukota. Pipa air ini mampu mengifisienkan pendistribusian air hingga ke rumah pelanggan. Kualitas air pun dikatakan dapat lebih terjamin. Selama ini operator air DKI menggunakan air dari Kalimalang untuk diolah menjadi air minum. Sumber air inilah yang selama ini menjadi air baku untuk instalasi pengolahan air minum (IPA) Pejompongan, Buaran, dan Pulogadung. Meski air ini pada dasarnya berasal dari Waduk Jatiluhur, aliran air ini bersentuhan juga dengan sungai lain seperti Kali Bekasi dan Kali Cibe'et, membuat airnya ikut tercemar. Dengan melewati pipa, kualitas air dapat dijaga tetap baik. Bahkan sebelum dialirkan ke pipa, air ini dilewatkan pada sebuah instalasi pengolahan air. Rencana ini terdengar semakin menarik karena menurut BR PAM, sebenarnya di setiap tahun ada sekitar satu milar meter kubik air Jatiluhur terbuang percuma. Adanya pipa ini membuat air di Jatiluhur dapat lebih termanfaatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;sumber:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;http://web.bisnis.com/bursa/emiten/1id138088.html&lt;br /&gt;http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=34148&amp;amp;idwil=0&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-870078720466625477?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/870078720466625477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/tuntutlah-air-hingga-ke-purwakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/870078720466625477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/870078720466625477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/04/tuntutlah-air-hingga-ke-purwakarta.html' title='Tuntutlah Air Hingga ke Purwakarta'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/S8pqxteTcHI/AAAAAAAAAC4/4kTBhWRaTzU/s72-c/pipa_air_waduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-2512842863704142364</id><published>2010-03-20T03:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T04:05:30.050-07:00</updated><title type='text'>Memahami Autisme (sedikit demi sedikit)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Autisme adalah salah satu bagian dari Pervasive Developmental Disorder (PDD) yang secara umum menerangkan keterlambatan perkembangan seseorang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk mengecek ada tidaknya gejala autis pada seorang anak:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;M –CHAT : Modified Checklist for Autism in Toddlers&lt;/div&gt;Apakah anak Anda:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki rasa tertarik pada anaklain?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menatap mata Anda lebih dari 1 atau2 detik?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meniru Anda, misalnya bila Anda membuat raut wajah tertentu?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi reaksi bila namanya dipanggil?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melihat pada arah telunjuk Anda bila, misalnya, Anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi ruangan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernah bermain ‘sandiwara’, seperti berpura-pura menyuapi boneka atau berbicara di telepon?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika minimal dua dari tujuh pertanyaan itu jawabannya TIDAK, maka seorang anak berpeluang mengidap penyakit autis. Karenanya, anak tersebut sebaiknya diperiksakan lebih lanjut kepada dokter ahli&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099;"&gt;http://www.lspr.edu/csr/autismawareness/media/seminar/Generasi%20Muda%20Jakarta%20Juga%20Peduli%20Autism%20-%20Hatta%20&amp;amp;%20Adrian%20MPATI%2021-09-08.pdf&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-2512842863704142364?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/2512842863704142364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/03/memahami-autisme-sedikit-demi-sedikit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/2512842863704142364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/2512842863704142364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/03/memahami-autisme-sedikit-demi-sedikit.html' title='Memahami Autisme (sedikit demi sedikit)'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1790531034765203373</id><published>2010-02-06T23:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T23:56:25.308-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Nomor Dua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin benar kata Pak Balian dalam novel Sang Pemimpi, hidup itu merupakan kumpulan mozaik-mozaik kehidupan dan pantaslah kalau kita mengejar kepingan mozaik itu hingga ke ujung dunia. Hanya ingin sedikit berbagi, di sini akan saya tuliskan kesan saya terhadap suatu nasihat yang saya peroleh dahulu dan baru saya rasakan manfaatnya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, dulu, ketika masih menjadi siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, saya bergabung dengan TSC (KIR SMA 1). Di wadah ini saya bertemu dengan orang-orang yang ternyata, secara tidak sadar, memegang “mozaik kehidupan” saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the point, di akhir-akhir masa belajar saya di SMA 1, TSC mengadakan sebuah acara kumpul-kumpul yang dihadiri oleh angkatan 2009, 2008, dan alumni. Waktu itu siang hari, matahari terik menyinari Jogja. Saya sendiri datang terlambat, tepat di tengah hari karena baru saja tiba dari daerah Merapi, menyampaikan amanah dari sekolah untuk warga di sana. Untungnya, saya masih kebagian acara bincang-bincang yang dipandu oleh &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Mas Ro'is&lt;/span&gt;, alumni TSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Ro'is ternyata tidak ingin mendominasi acara. Ia pun meminta kami secara bergiliran menceritakan pengalaman kami selama setengah hari. Namun di sini ia minta kita untuk bercerita secara sukarela. Selama beberapa menit, tidak ada yang bersedia menjadi yang pertama. Lalu Mas Ro'is pun menceritakan betapa berharganya seorang pioneer itu. Sedikit ringkasan akan saya tulis di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan bahwa &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;menjadi pioneer itu berat&lt;/span&gt; karena harus memulai sesuatu dari nol. Tidak ada panduan, tidak ada contoh. Tapi melakukan sesuatu yang baru, yang belum dilakukan oleh orang lain, adalah hal yang sangat berharga. Dan karenanya, setiap perintis, orang yang memulai, selalu &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;mendapat penghargaan lebih&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu teman saya, Bimo, mengangkat tangannya dan memberanikan diri menjadi seorang perintis. Ia pun bercerita mengenai pengalamannya selama setengah hari. Selesai, kami pun menunggu lagi untuk mendengar cerita berikutnya. Ternyata adanya orang yang memulai tidak otomatis membuat kami berani mengangkat tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi, Mas Ro'is pun bercerita, dan asal tahu saja, ini hal baru yang akan selalu saya ingat. Beliau bilang, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 255);"&gt;menjadi pengikut yang baik, menjadi nomor dua itu, tidak kalah susahnya dengan menjadi nomor satu&lt;/span&gt;. Orang itu harus berpikir untuk melakukan sesuatu lebih baik dari pendahulunya. Belum lagi kadang akan ada konflik batin karena ia khawatir akan disebut orang yang suka ikut-ikutan. Maka, beliau mengatakan, beruntunglah orang yang memberanikan diri menjadi nomor dua. Dahsyat nggak, teman-teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, teman-teman berlomba untuk menjadi nomor dua. Kami menawarkan diri masing-masing untuk bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah kata Mas Ro'is itu. Kalau kita &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;nggak berani menjadi nomor dua, kita nggak akan berkembang&lt;/span&gt;. Kita akan gengsi mengikuti kebaikan orang lain, nggak akan berani mendapat prestasi lebih dari orang itu. Asal tahu saja, pujian dosen terhadap mahasiswa yang aktif itu, diberikan tidak hanya bagi yang pertama kali bertanya, tapi juga pada semua mahasiswa. &lt;span style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Jadi, ayo kita berlomba menjadi yang nomor satu dan tidak perlu ragu untuk menjadi yang nomor dua&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1790531034765203373?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1790531034765203373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/02/menjadi-nomor-dua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1790531034765203373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1790531034765203373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/02/menjadi-nomor-dua.html' title='Menjadi Nomor Dua'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1410422095678177519</id><published>2010-02-06T19:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-06T20:08:09.466-08:00</updated><title type='text'>Kolam Susu (Koes Plus)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Siapa yang tidak kenal Koes Plus? Group musik yang dibentuk tahun 1969 ini saya sukai karena lagunya yang ringan, lugas, dan tentunya enak didengar. Ada beberapa yang jadi "lagu utama" buat saya; yaitu Nusantara, Mobil Tua, Kolam Susu, dan Layang-Layang. Iramanya riang, penuh semangat, tapi berisi. Coba saja kita perhatikan lirik lagu Kolam Susu ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;Bukan lautan hanya kolam susu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;Kail dan jalan cukup menghidupimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada badai tiada topan kau temui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan dan udang menghampiri dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;br /&gt;Bukan lautan hanya kolam susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kail dan jala cukup menghidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada badai tiada topan kau temui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan dan udang menghampiri dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang tanah kita tanah surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat kayu dan batu jadi tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang tanah kita tanah surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat kayu dan batu jadi tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lagu ini senantiasa menginspirasi saya untuk bersyukur menjadi orang Indonesia. Kekayaan, berkah yang luar biasa ini, bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk orang Indonesia yang mampu mencintai, memelihara, dan mengelola tanah airnya. Lebih lagi, lagu ini menjadi catatan atas kebanggaan dan harapan yang besar dari generasi di atas kita. Whew,..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1410422095678177519?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1410422095678177519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/02/kolam-susu-koes-plus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1410422095678177519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1410422095678177519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/02/kolam-susu-koes-plus.html' title='Kolam Susu (Koes Plus)'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1215544679196192931</id><published>2010-01-30T06:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T07:01:44.051-08:00</updated><title type='text'>AsBuTon</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pernahkah teman-teman mendengar istilah “asbuton”? Tentunya mahasiswa Teknik Sipil pernah diajarkan oleh dosennya tentang jenis-jenis aspal, termasuk yang satu ini. Lucunya, dulu saya pernah bingung mendengar istilah “asbuton” ini. Masalahnya, di bab tentang aspal, dosennya suka membuat singkatan-singkatan aneh. Misal, lapisan aspal beton menjadi “laston”, dan beberapa hal lain yang dengan sangat menyesal tidak saya ingat. Naah, &lt;i style=""&gt;asbuton&lt;/i&gt; ini pun begitu, diberikan begitu saja tanpa ada penjelasan. Akhirnya, saat mendek&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ati ujian (kira-kira masih ada waktu 15 menit), saya dan beberapa teman yang belajar pun kebingungan dengan &lt;i style=""&gt;asbuton&lt;/i&gt; ini. Puyeng, deg-degan, akhirnya kita sekenanya buat pengertian: kalau diminta menjelaskan asbuton, sebut saja Aspal Bukan Beton! Ya, aspal memang bukan beton. &lt;a href="http://emote.rkasigi.net/" title="rkasigi.net emote service"&gt;&lt;img src="http://emote.rkasigi.net/plurk/tongue.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;  Satisfied&lt;/i&gt;, kita pun bersiap ujian. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;i style=""&gt; Fortunately&lt;/i&gt;, tidak ada pertanyaan tentang asbuton ini.&lt;a href="http://emote.rkasigi.net/" title="rkasigi.net emote service"&gt;&lt;img src="http://emote.rkasigi.net/plurk/yupi.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Well, I think &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;it’s &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;enough to make fun of it&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Saya nggak bisa terus menerus membiarkan definisi aneh ini menempel d&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;i k&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;epala. Saatnya &lt;i style=""&gt;breaking the habit&lt;/i&gt;, saatnya mengejar arti asbuton. &lt;i style=""&gt;And I &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;i style=""&gt;succeded&lt;/i&gt;, berikut saya akan share pengetahuan saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pembaca yang budiman, perlu Anda ketahui bahwa &lt;i style=""&gt;asbuton&lt;/i&gt; sebenarnya adalah singkatan untuk Aspal Buton. Aspal Buton adalah aspal alam yang berasal dari Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penemu aspal Buton pertama kali adalah Hetzel, seorang geolog Belanda pada tahun 1926. Selanjutnya aspal tersebut diolah oleh PT Perusahaan Aspal Negara sampai akhirnya dilaksanakan (salah satunya) oleh PT Sarana Karya (BUMN).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Cadangan aspal di Pulau Buton sendiri mencapai 677 juta ton dengan sebaran lokasi antara Teluk Sampolawa dan Teluk Lawele. Jika dianggap kebutuhan aspal adalah 1,2 juta ton per tahun, maka cadangan aspal itu dapat dipakai selama 500 tahun! Luar biasa..&lt;a href="http://emote.rkasigi.net/" title="rkasigi.net emote service"&gt;&lt;img src="http://emote.rkasigi.net/plurk/startled.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Asbuton, aspal asli Indonesia ini, dapat berfungsi sebagai produk pengganti (substitusi) sekaligus produk pelengkap (komplementer) dari produk aspal minyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari bacaan saya dikatakan bahwa sebagai produk pengganti, aspal buton dapat menggantikan pemakaian produk aspal minyak yang digunakan untuk pembangunan jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan jalan lingkungan di tingkat kabupaten dan kota. Sedangkan sebagai produk pelengkap, aspal Buton dapat digunakan sebagai bahan tambahan (modifier) untuk campuran perkerasan jalan berkualitas tinggi untuk jalan arteri, jalan kolektor 1, jalan kolektor 2, jalan kolektor 3, dan jalan kolektor 4 di tingkat jalan provinsi, serta jalan nasional termasuk juga jalan bebas hambatan (jalan tol). Hmm, berarti untuk kualitas yang lebih baik, dia harus di&lt;i style=""&gt;-mix &lt;/i&gt;dengan bahan lain dulu ya..&lt;a href="http://emote.rkasigi.net/" title="rkasigi.net emote service"&gt;&lt;img src="http://emote.rkasigi.net/plurk/wJ.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penggunaan produk aspal buton dapat menekan biaya konstruksi dan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas dan mutu konstruksi jalan. Harganya lebih murah dibandingkan harga aspal minyak. Selain itu, bintumen aspal buton memiliki kemampuan untuk meningkatkan titik lembek dan kelekatan campuran. Lebih lanjut, disebutkan bahwa aplikasi penggunaan aspal Buton sebagai komponen utama aspal dapat digunakan dalam metode/bentuk hot mix, cold mix, Lapen. Campuran aspal Buton pada metode hotmix dan coldmix akan mengurangi pemakaian aspal minyak hingga 75% dengan kualitas yang lebih baik dari pada hanya menggunakan hotmix seluruhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bagi saya, tanpa mempertimbangkan sifat-sifat fisis dan mekanisnya pun, pada dasarnya asbuton sudah dapat menghemat pengeluaran negara. Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, mengatakan dari data impor diketahui dalam tiga tahun ini impor aspal terus mengalami pertambahan dengan nilai masing-masing Rp5,6 triliun pada 2007, kemudian naik menjadi Rp6 triliun pada 2008, dan naik lagi menjadi Rp6,2 triliun pada 2009. (Antaranews.com)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah mengetahui kelebihannya, saya harap aspal asli Indonesia ini dapat lebih dihargai di negeri kita ini. Mudah-mudahan, asbuton dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan tentunya, dengan bijaksana. Well, sekian dulu tentang asbuton. Semoga bermanfaat dan mohon maaf karena belum sempurna penjelasan saya. Sampai jumpa &lt;a href="http://emote.rkasigi.net/" title="rkasigi.net emote service"&gt;&lt;img src="http://emote.rkasigi.net/plurk/ad.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oh, ini sumber-sumber artikel yang saya pakai&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://www.antaranews.com/berita/12&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;http://beritadaerah.com/artikel.php?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pg=artikel_sulawesi&amp;amp;id=1062&amp;amp;sub=Artikel&amp;amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;page=657116047/aspal-buton-bisa-hemat-apbn-rp3-triliun&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;br /&gt;http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/27/00561786/aspal.buton.lebih.murah&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;dan gambar dari&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;hermantodardak.com/admin/aspal.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1215544679196192931?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1215544679196192931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/01/asbuton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1215544679196192931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1215544679196192931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2010/01/asbuton.html' title='AsBuTon'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-7666938685425777070</id><published>2009-12-29T07:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T08:10:51.414-08:00</updated><title type='text'>Mematangkan Suara Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ari-hari di Universitas Indonesia akhir-akhir ini sarat dengan proyek-proyek pembangunan yang tak bisa dianggap sepele. Kira-kira setahun yang lalu, saya mulai bisa merasakannya. Di awal sem&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SzopvWK5kdI/AAAAAAAAACg/G-Sio1pzrko/s1600-h/chimpanzee_thinking_poster.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 116px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SzopvWK5kdI/AAAAAAAAACg/G-Sio1pzrko/s200/chimpanzee_thinking_poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420690994875699666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ester genap, mahasiswa UI (kampus Depok) diperkenalkan dengan alat transportasi baru yang sangat menarik perhatian, yaitu bus kuning baru ber-AC dan sepeda kuning. Waktu pun berjalan, muncullah pelaksanaan proyek pembangunan gedung Perpustakaan Pusat baru yang direncanakan menjadi yang terbesar di Asia (atau mungkin dunia? Saya lupa). Sementara gedung perpustakaan belum selesai pun, “pemerintah” UI masih menambahkan proyek-proyek lain di kampus ini. Yang saya maksud adalah pembangunan Rumah Sakit dan gedung untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pembangunan-pembangunan fisik semacam ini menghabiskan dana yang luar biasa banyak -setidaknya jika dibandingkan dengan uang bulanan mahasiswa UI- dan juga menuai komentar yang beragam pula. Yang saya angkat di sini adalah, ketidaksetujuan warga UI terhadap pembangunan-pembangunan ini. Tidak sedikit warga UI yang menanyakan ketepatan Rektorat dalam membelanjakan uang yang dimiliki oleh universitas. Mereka beranggapan, tidak ada gunanya menjalankan proyek-proyek fisik yang mahal jika kualitas pendidikan di kampus ini still not meet the needs of university. Tidak ada gunanya perpustakaan yang besar jika warganya sendiri masih belum bisa memanfaatkan perpustakaan yang ada. “Jangan- jangan cuma jadi tempat mahasiswa ngadem”, kata mereka. Ada pula yang mengiyakan bahwa kita butuh pembangunan fisik, tapi bukan dalam bentuk bikun AC, gedung fakultas baru, lapangan parkir yang luas, atau perpustakaan yang megah. Bagi mereka hal-hal seperti itu tidaklah esensial jika dibandingkan dengan kebutuhan akan laboratorium yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesal? Pasti kita jadi ikut kesal terhadap rektorat ketika komentar-komentar penolakan itu disampaikan langsung ke telinga kita. Tapi apakah kita yakin bahwa kita pantas kesal seperti itu? Apakah kemudian kita pantas mengatakan bahwa rektorat tidak mau melihat kebutuhan warganya? Kita harus berpikir lagi, kawan. Di sini akan saya sampaikan beberapa opini yang akan menuntun kita kepada pemahaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, mahasiswa itu, tingkat berapa pun dia, adalah orang baru di universitas. Mahasiswa, adalah komunitas pemuda-pemudi yang selalu, rutin, dan tidak bisa tidak, selalu bertambah setiap tahunnya. Tiap libur semester genap, selalu saja ada orang-orang baru yang datang ke kampus UI, itulah mahasiswa. Ya, kita ini adalah kaum pendatang bagi kampus ini. Bandingkan saja dengan rektor, dekan, dosen, dan staf karyawan di kampus. Dibanding mereka, kita ibarat “anak kemarin sore”. Singkatnya, wajar dong kalau mereka terkesan lebih memegang peranan dalam penentuan arah kebijakan kampus. Lha wong mereka dari dulu udah di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, proyek yang dilaksanakan saat ini adalah buah dari kebijakan yang diambil 3 atau bahkan 4 tahun yang lalu. Pertanyaannya, siapa kita ketika “pemerintah” merapatkan rencana pembangunan di kampus ini? Kita bukan siapa-siapa, kawan. Percuma saja kita berteriak hari ini agar proyek pembangunan yang gila-gilaan ini dihentikan esok hari atau pekan depan. Hal ini, pembangunan ini, sudah direncanakan sejak dulu dengan berbagai persiapan yang tentunya tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, pernahkah kita menyampaikan kebutuhan kita kepada rektorat sebelumnya? Saat kita berkata bahwa sebenarnya kita tidak butuh ini dan lebih membutuhkan itu, kita tidak dapat meminta rektorat langsung menjawab iya, apalagi langsung melaksanakannya. Hari ini, saat ini, adalah masanya melaksanakan kesepakatan yang dibuat dahulu. Dan ketika kesepakatan dibuat, bukan tidak mungkin mereka merasa suara-suara permintaan dari mahasiswa tidak pernah ada. Semestinya, kita sadar bahwa kebutuhan kita saat ini butuh waktu untuk dapat dipenuhi. Itu wajar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga opini di atas, saya buat kesimpulan dan saran yang mudah-mudahan dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi kita, senior kita, dan junior kita kelak dalam berpartisipasi membangun kampus. Secara pribadi, saya simpulkan bahwa penolakan terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan di kampus tidaklah tepat untuk dilaksanakan secara berlebihan. Saran saya, untuk menolak dan meminta pelaksanaan sebuah proyek di kampus, baik fisik maupun non fisik, mahasiswa harus melakukan persiapan yang matang terlebih dahulu. Mahasiswa pun harus memiliki visi untuk universitas ini ke depannya, menyampaikan kebutuhannya, dan mengawasi rencana-rencana yang sedang disusun oleh pengelola kampus. Bagaimanapun, dalam sebuah negara mini ini, pemenuhan segala kebutuhan harus didiskusikan dahulu agar tidak merugikan pihak lain, dan yang penting, semuanya butuh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-7666938685425777070?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/7666938685425777070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/mematangkan-suara-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7666938685425777070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/7666938685425777070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/mematangkan-suara-mahasiswa.html' title='Mematangkan Suara Mahasiswa'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SzopvWK5kdI/AAAAAAAAACg/G-Sio1pzrko/s72-c/chimpanzee_thinking_poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6829371083183402720</id><published>2009-12-18T16:05:00.001-08:00</published><updated>2009-12-21T02:23:26.966-08:00</updated><title type='text'>Konstruksi Sarang Laba-Laba: Kombinasi Struktur Beton dan Tanah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SywaGdW2K9I/AAAAAAAAACI/LfUwN_Tk4Eo/s1600-h/spiders-web.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SywaGdW2K9I/AAAAAAAAACI/LfUwN_Tk4Eo/s200/spiders-web.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416733150081854418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;P&lt;/span&gt;ondasi yang kuat merupakan kebutuhan bagi setiap bangunan, kita tahu itu.  Ibarat fluida, gaya pada str&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;uktur dapat ditransfer ke dalam tanah. Pondasi yang tepat dan kuat akan mampu me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;neruskan gaya yang diterima bangunan ke arah bumi.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Karena letaknya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;di dalam tanah, pondasi mutlak harus memperhatikan kondisi tanah tempat ia berdiri. Gerakan-gerakan tanah yang mungkin terjadi seperti mengembang, menyusut, tanah yang tidak stabil, hingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;gempa bumi tidak boleh dilupakan dalam pembuatan pondasi. Jika ditemukan kondisi tanah kurang baik, seorang kostruktor harus mampu menyiasatinya, baik dengan pondasi yang tepat maupun dengan memberi suatu perlakuan khusus pada tanah itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Ada hal menarik berkaitan dengan “siasat” ini. Adalah dua insinyur Indonesia, Ir. Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto, yang telah berhasil menemukan suatu jenis pondasi yang dapat memadukan pondasi dan tanah menjadi satu kesatuan yang kokoh. Pada tahun 1976, keduanya memperkenalkan pada dunia suatu jenis pondasi baru yang diberi nama Konstruksi Sarang Laba-Laba. Pondasi ini terdiri dari bentuk-bentuk segitiga yang menyatu dan tampak seperti sarang laba-laba. Di tengah &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SywZEbKSDEI/AAAAAAAAACA/7A4muL-trZU/s1600-h/ksll.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SywZEbKSDEI/AAAAAAAAACA/7A4muL-trZU/s200/ksll.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416732015620918338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;bentuk-bentuk segitiga itu diisi perbaikan tanah yang memungkinkan terjadinya kerja sama yang luar biasa antara pondasi dan tanah. Terdiri dari pelat tipis yang diperkaku dengan ribs (rusu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;k-rusuk), pondasi ini dapat menyebarkan rata semua gaya ke tanah dan mampu menahan gaya lateral akibat gempa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dikatakan bahwa pondasi yang termasuk pondasi bangunan bertingkat tanggung ini dapat menghemat biaya sekitar 30% dibandingakn pondasi konvensional (BKSDM PU). Ini terjadi mengingat 90% komponennya adalah tanah. Selain itu, pondasi ini dikatakan mampu menghemat waktu pengerjaan serta merupakan salah satu pekerjaan padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bangunan yang menggunakan pondasi ini terbukti dapat bertahan di tengah bencana gempa. Bahkan dalam buletin BKSDM PU, disebutkan bahwa hampir 100 (seratus) bangunan teruji terhadap bencana gempa bumi hingga 9 pada Skala Richter (SR) dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, Papua, Sumatera Barat, Bengkulu dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;http://bpksdm.pu.go.id/admin/file/Bulletin%20BPKSDM%20Edisi%20Keenam.pdf&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;http://www.ilustri.org/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=90:pondasi-sarang-laba-laba&amp;amp;catid=37:know-how&amp;amp;Itemid=2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6829371083183402720?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6829371083183402720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/konstruksi-sarang-laba-laba-kombinasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6829371083183402720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6829371083183402720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/konstruksi-sarang-laba-laba-kombinasi.html' title='Konstruksi Sarang Laba-Laba: Kombinasi Struktur Beton dan Tanah'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SywaGdW2K9I/AAAAAAAAACI/LfUwN_Tk4Eo/s72-c/spiders-web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-3314969084618099483</id><published>2009-12-12T03:09:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T06:38:31.488-08:00</updated><title type='text'>Masih Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Mas, nanti rekomendasinya tolong ditembuskan ke saya juga ya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Haduh, bapak ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over estimate&lt;/span&gt; banget sama mahasiswa. Saya jadi berpikir betapa bagusnya kalau teman-teman juga mendengar harapan Pak Lurah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selasa siang tanggal 1 Desember 2009, matahari bersinar cukup terik. Pukul 13.00 saya berangkat ke Kantor Kelurahan Beji Timur untuk survey tugas besar mata kuliah ICES (Pengantar Sistem Rekayasa Sipil). Kali ini saya datang sendiri karena teman-teman sekelompok sedang ada jadwal kuliah. Berbeda dengan mereka, setiap hari Selasa saya memang kosong dari pagi sampai sore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kira-kira pukul 13.15 saya sudah berada di kantor kelurahan. Hari itu rencananya saya akan pergi dengan salah satu pegawai kelurahan, Pak Rudi, untuk berkeliling melihat kondisi Kelurahan Beji Timur. Menurut janji, seharusnya saya bisa jalan bersama beliau mulai jam 13.30; tapi ternyata sampai jam yang ditentukan, beliau belum datang juga. Saya pun menunggu di ruang tamu kantor kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sambil menunggu, saya ditemani oleh seorang pegawai kelurahan yang lain. Kami pun bincang-bincang sebentar. Pada awalnya, saya diserang dengan pertanyaan-pertanyaan beraroma perkenalan seperti “Dari jurusan mana, Mas?” atau “Ini untuk tugas apa ya?” Setelah cukup diinterogasi, saya pun mulai menyusun serangan balasan dengan bertanya pada bapak pegawai kelurahan ini. Sambil memegang majalah Warta Depok, saya mulai bertanya, “Ini terbit bulanan ya Pak?” lalu “Sepertinya setiap kelurahan diberi majalah ya, Pak?”. Sedikit demi sedikit kami mulai saling bersahut-sahutan. Lumayanlah, memberi kesan ramah kepada tuan rumah. Sampai saat terkutuk itu tiba...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika itu saya sedang meneruskan pertanyaan saya dengan bertanya, “Pak, buku-buku di perpustakaan ini dari mana saja? Kelihatannya masih bagus?” Lalu bapak ini menjawab, “Dari provinsi, biasanya yang aktif memberi itu provinsi...” Belum selesai bapak itu bercerita, tiba-tiba mata saya jadi kabur  dan kepala saya jatuh ke bawah ('O'). Sial sekali, saya tertidur di saat seperti itu..! ZZZ...ZZ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Luar biasa, kantuk yang menyerang saya tidak bisa saya tahan. Semilir angin di kantor kelurahan terlalu lembut untuk diabaikan. Mungkin karena lapar, atau mungkin karena kelelahan bawa barang bawaan di tas (botol minum, kaos, aqua, rompi, dll.) saya pun akhirnya tumbang juga. Parah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak lama setelah itu saya terbangun oleh suara seorang bapak yang berteriak, “Pak Rudi, ke sini Pak. Ada yang nyari ini dari UI.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Plek, mata saya terbuka. Ternyata di sebelah saya bukan lagi bapak-bapak yang menemani saya tadi. Karena saya belum “nyambung nyawa”, saya tidak menyadari hal ini. Sekejap Pak Rudi mendatangi saya, bersalaman, dan bercerita sebentar tentang rencana hari ini. “Siap Pak,” sahut saya. Saya pun siap-siap berangkat. Tapi sebelum berangkat tiba-tiba Pak Rudi berkata, “Kenalkan Mas, ini Pak Lurah,” sambil mengarahkan kelima jarinya ke arah bapak-bapak yang dari tadi ada di depan saya. Wuua.. Salah tingkah saya, ternyata dari tadi saya tertidur di depan Pak Lurah dengan pose yang nggak oke (kebiasaan, kepala selalu menengadah kalau tidur sambil duduk).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah minta maaf pada Pak Lurah dan sedikit berbincang, saya pun berangkat bersama Pak Rudy untuk kelililng kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berboncengan, saya dan Pak Rudi mengelilingi Kelurahan Beji Timur untuk melihat kondisi drainase dan sistem bangunan di daerah itu. Dengan pengetahuannya yang lengap tentang kelurahan, survey ini jadi terasa ringan. Nggak hanya lewat pengamatan saja, data yang saya dapat juga berasal dari hasil obrolan saya dengan Pak Rudi. Malah, kadang Pak Rudi berhenti di pinggir jalan untuk sekedar menyapa warga di sana dan menanyakan langsung kondisi bangunan dan drainase di daerah itu. Ada kekurangannya juga cara ini. Saya jadi agak kagok. Kadang-kadang warga bercerita dengan menambahkan harapan-harapan, seakan-akan kelompok ICES kami adalah petugas yang diutus Pemda untuk menyelesaikan masalah di Beji Timur. Padahal saya masih mahasiswa. Eh, jangan-jangan penyebabnya warna kemeja saya yang coklat dan mirip seragam Pak Rudi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari kegiatan jalan-jalan ini, saya dapat katakan bahwa Beji Timur itu wilayah yang cukup padat. Memang, di tepi jalan utama kelurahan ini, rumah yang ada cukup bagus dan tertata rapi. Tapi jika kita masuk ke dalam lagi, kita akan menemukan daerah-daerah yang rumahnya saling berhimpit satu sama lain. Sebuah hal yang patut dicatat untuk laporan saya tentang sistem bangunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di beberapa daerah, elevasinya sangat rendah. Terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara ketinggian jalan di jalan utama kelurahan dengan elevasi daerah yang saya datangi. Tempat ini, menurut warga, sudah menjadi langganan banjir. Memang, tempat-tempat rawan banjir ini berada di tepi kali yang merupakan saluran pengumpul dari drainase di tiga kelurahan lain. Meski kalinya dalam, kira-kira 3 m, air masih bisa meluap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjalanan kami lanjutkan ke bagian tepi kelurahan, menyusuri pagar pembatas kelurahan dengan Poltek UI. Di sini saya mengamati saluran akhir dari kali yang saya lihat tadi. Nggak proporsional banget, di ujung ini ternyata kedalaman dan lebar salurannya justru lebih sempit daripada kali yang ada di kelurahan. Bahkan tanaman yang merambat di pagar pembatas kelihatan menghalangi aliran air saat hujan. Sedikit demi sedikit dapatlah saya petunjuk masalah banjir di Beji Timur ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pukul 14.45, saya kembali lagi ke kantor kelurahan. Kali ini suasana di kantor sudah terlihat sepi. Pegawai-pegawai yang tadinya terlihat duduk di meja-meja pelayanan sudah tidak ada lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Silakan di minum, Mas,” kata Pak Rudi sambil menawarkan teh hangat kepada saya. “Gimana kesimpulannya? Kalau saya lihat sih masalah banjir di Beji Timur itu karena kali di ujung, yang menuju danau UI, kurang lebar. Masnya lihat sendiri kan tadi,” ungkap Pak Rudi. Ditanya begitu, saya pun menjawab dengan pendapat pribadi yang saya dapat secara spontan setelah berkeliling tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah habis obrolan kami, saya pun ijin untuk kembali ke kampus. Eh, ternyata saya disuruh mengahadap dulu ke Pak Lurah. Wah, Pak Lurah pulang lebih sore dari pegawainya, hebat, pikir saya. Masuk ke ruangannya, beliau pun menyatakan terima kasihnya karena sudah mau melihat kondisi kelurahan dan membantu menyelesaikan masalah di sana. Biasa lah, saya pun menjawab dengan cara-cara khas yang sopan untuk membalas pujian Pak Lurah ini. Selesai, saya pun bersalaman dan undur diri. Eh, Pak Lurah tiba-tiba bicara, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Mas, nanti rekomendasinya tolong ditembuskan ke  saya juga ya.”&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Haduh, bapak ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;over estimate&lt;/span&gt; banget sama mahasiswa.  Saya jadi berpikir betapa bagusnya kalau teman-teman juga mendengar  harapan Pak Lurah ini.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasanya permintaan ini nggak pantas banget saya terima sendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menjawab permintaan beliau, saya pun nyengenges, “Iya Pak, insyaAllah kami sampaikan nanti.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, saya pun lalu mengambil motor dan kembali ke kampus untuk responsi Statika. Sepandai-pandainya mahasiswa keliling kelurahan, akhirnya balik ke kampus juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pelajaran yang saya dapat dari pengalaman ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama, mahasiswa, sebagai generasi intelek bangsa, harus selalu siap untuk turun ke masyarakat dan membantu. Ini agak susah buat saya. Kadang saya ingin dikasih predikat “masih mahasiswa” supaya bisa agak santai, tapi harus siap juga disebut “udah mahasiswa” karena kewajiban menunggu di depan mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedua, sebagai pemimpin, kita harus rela berkorban lebih daripada yang kita pimpin. Hal ini saya contoh dari Pak Lurah yang pulang paling sore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan yang terakhir, segera balas kesalahan dengan cara yang baik. Karena sudah tidak sopan tidur di ruang tamu, saya langsung minta maaf dan mengajak Pak Lurah ngobrol supaya akrrab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-3314969084618099483?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/3314969084618099483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/masih-mahasiswa_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/3314969084618099483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/3314969084618099483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/12/masih-mahasiswa_12.html' title='Masih Mahasiswa'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-1508798208434839334</id><published>2009-10-24T10:02:00.000-07:00</published><updated>2009-12-12T03:57:06.908-08:00</updated><title type='text'>Gempa dan Skala Richter</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ada hal menarik yang saya  temukan waktu ngobrol dengan teman-teman hari ini, Sabtu, 24 Oktober  2009. Dalam obrolan tadi, kita menyinggung tentang prediksi gempa 8,9  skala Richter yang katanya bakal terjadi di Teluk Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lagi ngobrol, asisten  praktikum kami (angkatan 2005) komentar. Kata dia, ukuran kekuatan gempa  dalam skala Richter itu &lt;strong&gt;cuma akurat sampai kira-kira di angka 6  SR&lt;/strong&gt;. Lebih dari angka itu, bisa berarti beda di lapangan.  Misalnya aja, gempa Tasikmalaya dan gempa Padang, dua-duanya dikatakan  berkekuatan sekitar 7 SR. Kenyataaannya, efek gempanya beda. Bisa  disimpulkan, gempa dengan kekuatan di atas 6 SR itu aslinya bisa saja  berarti kekuatannya sedikit lebih besar daripada 6 SR atau justru jauh  lebih besar dari 6 SR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk konfirmasi info baru ini, saya lalu browsing  tentang pengukuran kekuatan gempa dengan skala Richter. Berikut ini  kira-kira summary dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.slate.com/id/1007178/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bahan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.slate.com/id/1007178/"&gt; yang saya baca&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;.:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Skala Richter dikembangkan oleh seismologis bernama  Charles Richter (1900-1985) pada tahun 1930an. Tujuan diciptakannya  skala ini adalah untuk menyajikan kriteria yang objektif dan konsisten  tentang kekuatan gempa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Angka-angka di skala Richter itu didapat dari hasil  logaritma pembacaan amplitudo seismograf. Berarti, tiap selisih satu  skala Richter, perbedaan amplitudonya itu sepuluh kali lipat. Eits, kita  masih bicara tentang amplitudo seismograf, belum kekuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ceritanya, skala Richter ini  pada awalnya hanya menunujukkan perbandingan kekuatan suatu gempa dengan  gempa lain, tidak secara langsung memberi informasi tentang kekuatan  gempa. Gempa-gempa yang dibandingkan itu pun hanya yang terjadi di  California saja (karena dia kerja di California).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SuNBT1h4RiI/AAAAAAAAABg/1txJHub75g8/s1600-h/richter-scale-sam.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396228587562485282" style="float: right; margin: 0px 0px 10px 10px; width: 174px; height: 130px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SuNBT1h4RiI/AAAAAAAAABg/1txJHub75g8/s200/richter-scale-sam.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="main_body_wrapper"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tidak puas, di tahun  1970an peneliti mencari skala baru untuk menunjukkan kekuatan gempa  secara universal. Dari sinilah muncul perhitungan kekuatan gempa yang  baru, yaitu &lt;em&gt;seismic moment&lt;/em&gt;. Tapi karena skala Richter sudah  telanjur dikenal luas, mereka pun membuat konversi dari &lt;em&gt;seismic  moment&lt;/em&gt; itu ke skala Richter. Skala baru ini walau pakai metode yang  berbeda dengan Richter, tapi pada hasil akhirnya dia menunjukkan angka  yang sama dengan skala Richter. Skala baru ini dinamakan &lt;em&gt;moment  magnitude scale&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena itulah kadang media di Amerika Serikat tidak lagi  memakai skala Richter untuk menyebut kekuatan gempa; tapi mereka juga  belum mengenalkannya sebagai &lt;em&gt;moment magnitude scale&lt;/em&gt;. Akhirnya,  sebutan kekuatan gempa di sana hanyalah “dengan kekuatan … (sebut angka  saja).”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nah,.. tentang pernyataan  kalau skala Richter itu cuma akurat sampai sekitar angka 6 SR aja, saya  belum bisa jelaskan di sini. Ada sumber yang bilang begitu, semisal  Wikipedia, tapi sayang di tempat lain tidak ada yang menyinggung hal  itu. Jadinya ya,.. belum bisa konfirmasi, sementara segini dulu aja.  Mudah-mudahan bermanfaat. Allahu alam..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-1508798208434839334?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/1508798208434839334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/10/gempa-dan-skala-richter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1508798208434839334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/1508798208434839334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/10/gempa-dan-skala-richter.html' title='Gempa dan Skala Richter'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SuNBT1h4RiI/AAAAAAAAABg/1txJHub75g8/s72-c/richter-scale-sam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-4623920689888889641</id><published>2009-10-24T09:26:00.000-07:00</published><updated>2009-12-12T03:58:56.538-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='main Hati'/><title type='text'>lirik SOMEWHERE I BELONG</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;When this began&lt;br /&gt;I had nothing say&lt;br /&gt;In I'd  get lost in the nothingness inside of me&lt;br /&gt;I was confused&lt;br /&gt;And I let  it all out to find that I'm&lt;br /&gt;Not the only person with these things in  mind&lt;br /&gt;inside of me&lt;br /&gt;but all the vacancy the worlds revealed&lt;br /&gt;is  the only thing thah i've got left to feel&lt;br /&gt;nothing to lose&lt;br /&gt;just  stuck / Holllow and Alone&lt;br /&gt;and the fault is my own&lt;br /&gt;And the fault is  my own&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;I want to heal&lt;br /&gt;I want to feel&lt;br /&gt;what  I thought was never real&lt;br /&gt;I want to go of the pain i've held so long&lt;br /&gt;[Erase  all the pain 'Til it's gone]&lt;br /&gt;I want to heal&lt;br /&gt;I want to feel&lt;br /&gt;like  I'm close to something real&lt;br /&gt;I want to find something I've wanted so  long&lt;br /&gt;somewhere I belong&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;and i've got  nothing to say&lt;br /&gt;I can't believe I didn't fall right down on my face&lt;br /&gt;I  was confused&lt;br /&gt;looking everywhere / only to find that it's&lt;br /&gt;not the  way I had imagined it all In my mind&lt;br /&gt;so what am I&lt;br /&gt;what do I have  but negativity&lt;br /&gt;'Cause I can't justify the&lt;br /&gt;way everyone looking at  me&lt;br /&gt;nothing to lose&lt;br /&gt;nothing to gain / hollow and alone&lt;br /&gt;and the  fault is my own&lt;br /&gt;the fault is my own&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;I  will never know&lt;br /&gt;myself until I do this on my own&lt;br /&gt;and I will never  feel&lt;br /&gt;anything else until my wounds are healed&lt;br /&gt;I will never be&lt;br /&gt;anything  'Til I break away from me&lt;br /&gt;and I will break away&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;i'll find  myself today&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;I want to heal&lt;br /&gt;I  want to feel&lt;br /&gt;somewhere I belong&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-4623920689888889641?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/4623920689888889641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/10/lirik-somewhere-i-belong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4623920689888889641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4623920689888889641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/10/lirik-somewhere-i-belong.html' title='lirik SOMEWHERE I BELONG'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6708510193712173984</id><published>2009-09-24T03:20:00.001-07:00</published><updated>2009-12-12T04:00:09.956-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Thypus, Gejala dan Penanganannya</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:13px;" lang="SV" &gt;Thypus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; adalah penyakit pencernaan yang patut diwaspadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV"&gt; Di bawah ini sedikit informasi tentang thypus yang sudah  dikumpulkan dari beberapa sumber.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; sakit  thypus adalah kuman &lt;i&gt;Salmonella typhosa.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Penyakit thypus menular &lt;b&gt;melalui makanan dan minuman&lt;/b&gt;  yang tercemar kuman serta dari kotoran atau air kencing penderita  thypus. Kuman Salmonella ini dapat menyebar ke hati, paru-paru, bahkan  ke otak dan ini bisa berakibat &lt;b&gt;fatal&lt;/b&gt; bagi penderitanya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gejala&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; thypus adalah suhu tubuh yang bertambah tinggi setiap hari,  terutama di &lt;b&gt;sore &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; malam hari&lt;/b&gt;. Biasanya, di pagi dan  siang hari, pendertia thypus akan merasa dirinya sudah lebih sehat.  Terkadang penderita &lt;b&gt;tertipu&lt;/b&gt; dengan kondisi ini sehingga mereka &lt;b&gt;tidak&lt;/b&gt;  segera memeriksakan penyakitnya ke dokter. Setelah 7-10 hari, panas  tubuh akan konsisten dan kontinyu. Memasuki &lt;b&gt;minggu kedua&lt;/b&gt; ini,  penderita akan merasakan panas dari pagi sampai malam hari. Di &lt;b&gt;minggu  ketiga&lt;/b&gt;, panas tubuh akan menurun dan terjadi penyembuhan atau  justru terjadi &lt;b&gt;komplikasi&lt;/b&gt; yang berakibat fatal.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SrtIzhntfbI/AAAAAAAAABQ/zf2lpV9jOCw/s1600-h/thypus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384977829487017394" style="display: block; margin: 0px auto 10px; width: 320px; cursor: pointer; height: 231px; text-align: center;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SrtIzhntfbI/AAAAAAAAABQ/zf2lpV9jOCw/s320/thypus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Gejala lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; adalah&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;nyeri di ulu hati dan  lambung&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;nyeri otot&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gangguan  buang air besar (diare atau bisa juga sembelit)&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sakit  kepala&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mual, sampai muntah-muntah&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pengobatan&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Segera &lt;b&gt;memeriksakan  diri&lt;/b&gt; ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Selain itu,  penderita diharuskan untuk &lt;b&gt;istirahat&lt;/b&gt; total dan melakukan &lt;b&gt;diet  lunak&lt;/b&gt; untuk mengistirahatkan kerja usus. Setahu saya pribadi,  penderita thypus sebaiknya menghindari konsumsi berserat tinggi seperti  kangkung. Buah pun sebaiknya dipillih, makan yang lunak saja, misalnya  pepaya.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pencegahan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kuncinya  ada di makanan. Antara lain adalah hindari jajan di &lt;b&gt;tempat yang  tidak bersih &lt;/b&gt;dan jangan memakan &lt;b&gt;telur ayam setengah matang&lt;/b&gt;  karena ada kemungkinan kulit telurnya tercemar kotoran ayam yang  mengandung kuman thypus. Bisa juga melakukan vaksinasi thypus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Disamping  itu, sangat dianjurkan pula &lt;b&gt;menjaga kesehatan&lt;/b&gt; dengan tidur yang  cukup dan olahraga rutin. Orang yang pernah menderita thypus sebaiknya &lt;b&gt;menghindari  kelelahan&lt;/b&gt; karena thypus akan mudah kambuh pada orang yang lelah  daripada pada orang yang belum pernah terkena sama sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Allahu  a'lam, semoga bermanfaat...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;dirangkum dari  Yahoo!Answer dan website kliniksehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6708510193712173984?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6708510193712173984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/tes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6708510193712173984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6708510193712173984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/tes.html' title='Thypus, Gejala dan Penanganannya'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/SrtIzhntfbI/AAAAAAAAABQ/zf2lpV9jOCw/s72-c/thypus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-4503551403127240546</id><published>2009-09-14T08:00:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T06:39:51.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='main Hati'/><title type='text'>1000 Alasan Penghambat Prestasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Suatu hari saya menginap di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok. Pagi harinya, ketika saya sedang berjalan bersama teman-teman untuk cari makan, saya bertemu dengan Ketua SALAM UI X2, Ahmat Setiabudi. Saya pun jalan di sampingnya sambil ngobrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sewaktu ngobrolin FT, beliau nyeletuk, “Akh antum nggak ikut KIAS?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perlu diketahui, KIAS itu acara dari Lembaga Da’wah FTUI untuk mahasiswa baru. Bentuknya adalah mabit, mentoring, kajian, dan outbond.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya jawab, “Nggak, saya nggak bisa ikut sampai selesai dan waktu hari H keberangkatan nggak nemu teman buat pulang duluan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beliau bilang, “Kan antum bisa tanya-tanya caranya pulang kalau nggak tahu jalurnya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya jawab, “Nggak enak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sambil merangkul pundak saya, beliau bilang, “Akh, coba antum perhatikan. Sebenarnya alasan itu ada karena pikiran kita juga. Misal tadi, ana tanya kenapa antum nggak ikut KIAS, antum jawab dengan dua alasan. Kalau ana tanya lagi, antum pasti bakal beralasan lagi. Begitu seterusnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beliau melanjutkan, “Itu karena antum sudah berpikiran untuk nggak ikut. Coba antum berpikiran ‘Saya harus ikut’ maka akan muncul 1000 alasan untuk membuat antum ikut.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;DEGG. Hati saya jadi tersentil. Ternyata nggak ada gunanya saya mengajukan alasan, pada akhirnya terbaca juga kalau saya itu pada dasarnya nggak niat ikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Renung..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Begitulah, saat berangkat memang saya mencari teman untuk pulang duluan. Tapi begitu gagal sekali, saya langsung menyerah dan mengajukan beragam alasan pada diri saya dan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maka karena obrolan itulah saya menjadi melek, bahwa ternyata saya ini masih terlalu banyak alasan dan belum benar-benar konsisten dalam memegang keinginan. Karena inilah banyak usaha saya, dalam akademis ataupun organisasi, yang terbengkalai. Saya terlalu permisif dengan diri sendiri. Ya, saya sering membuat 1000 alasan atas kealpaan saya, yang sebenarnya hanya akan menghambat prestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jangan Mau Selamanya Beralasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Teman-teman sekalian, ternyata alasan adalah salah satu ciri orang yang tidak bisa me-manage dirinya sendiri dan juga tanda-tanda orang yang tidak mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saya mengajak diri saya sendiri dan teman-teman sekalian untuk mengurangi alasan dan menjadi orang yang lebih aktual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Rusa dan singa itu, sama-sama tahu bahwa mereka harus berlari cepat untuk dapat bertahan hidup.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-4503551403127240546?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/4503551403127240546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/1000-alasan-penghambat-prestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4503551403127240546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/4503551403127240546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/1000-alasan-penghambat-prestasi.html' title='1000 Alasan Penghambat Prestasi'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6287909815866100705</id><published>2009-09-14T07:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T06:39:13.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Sekilas Pandang Teknik Sipil (Part 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nggak terasa sudah dua semester kuliah di Teknik Sipil UI, akhir Agustus besok insyaAllah mau masuk semester tiga. Serasa baru sebelas hari yang lalu (hitungannya nanggung :P) ikut latihan Padus di Balairung. Begitulah, tugas kuliah di Sipil itu: intens banget, benar-benar ngabisin waktu dan tenaga sampai-sampai dua semester terasa cepat.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Materi Kuliah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di Sipil UI, materi kuliah dua semester pertamanya itu tentang pengetahuan-pengetahuan alam dasar seperti Kalkulus, Fisika, dan Kimia, ditambah dengan mata kuliah wajib teknik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari sekian banyak mata kuliah di Sipil, materi-materi khas Sipil selalu ngambil porsi besar dalam hal ngerepotin mahasiswa. Di semester satu ada mata kuliah Menggambar Teknik. Materinya tentang teknik-teknik dasar menggambar, baik pakai tangan (manual) ataupun pakai AutoCad. Tugas besarnya itu tentang rumah sehat. Mahasiswa disuruh mencari literatur mengenai syarat-syarat rumah sehat lalu mengadakan pengamatan dan pengukuran terhadap sebuah rumah warga. Setelah membandingkan keadaan riilnya dengan kriteria, mahasiswa ditugaskan untuk menggambar ususlan perbaikan rumah untuk membuat rumah tersebut memenuhi kriteria rumah sehat.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sense of Engineering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sounds interesting, eh?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Memang ini interesting kok. Kalau kata Pak Josia, dosen Teknik Sipil UI, dalam Menggambar Teknik ini sebenarnya mahasiswa baru dilatih untuk mengembangkan &lt;i&gt;sense of engineering&lt;/i&gt; nya. Dulu, ketika awal masuk, kita suka ditantang untuk menebak ukuran suatu ruang dan “isi” dari suatu karya teknik Sipil. Di gamtek, kita dituntut untuk pegang penggaris dan mengukur langsung rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yah, paling nggak, sekarang udah ga buta tentang ketekniksipilan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lanjutannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di semester berikutnya, mahasiswa dapat lanjutan dari Menggambar Teknik. Mata kuliahnya dinamakan Konstruksi Bangunan. Mata kuliah ini merupakan sekilas pandang mengenai semua kegiatan dan peminatan di Teknik Sipil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perlu diketahui, Sipil itu luas banget, ada yang tentang transportasi, struktur bangunan, kekuatan tanah, bangunan air, dan manajemennya. Tapi di semester ini mahasiswa lebih ditekankan untuk ngerti mengenai struktur rumah, khususnya rumah dua tingkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Rancang Sendiri Rumahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tugas besarnya adalah menggambar lengkap struktur bangunan rumah dua tingkat. Di awal tugas, kita cuma dikasih denah rumah. Tugas mahasiswa adalah memikirkan bagaimana caranya membangun denah itu ke atas dan ke bawah supaya bisa jadi rumah dua tingkat yang oke. Omong-omong “dibangun ke bawah” itu cuma istilah pribadi sih, maksudnya itu bikin pondasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nah, setelah tugas dikumpulkan, tugas kita dikembalikan untuk kemudian didiskusikan sama kelompok yang baru. Oh iya, perlu tahu nih, tugas konstruksi bangunan tadi itu tugas individual, tiap orang punya rencana rumahnya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menghitung Biaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari sekian gambar yang dibawa anggota kelompok, kita disuruh memenentukan RAB (Rencana Anggaran Biaya) salah satu desain. Jadi ceritanya kita benar-benar mau membangun rumah dari desain yang kita buat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nah, untuk tugas yang satu ini kita butuh buku referensi dan daftar harga material-material bangunan. Kalau itu semua sudah kita dapat, selanjutnya kita harus menghitung volume bangunan kita. Jujur saja, di semester dua kemarin hitungan saya jauh dari harga rata-rata. Selidik punya selidik, ternyata saya sempat salah hitung volume.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memang benar kalau teman-teman bilang tugas yang satu ini ribet banget, banyak yang harus dihitung dan harus teliti. Banyak teman-teman yang nggak tidur lho.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Absolutely Incredible&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/Sq5VHlsc5jI/AAAAAAAAAAU/qq1VxaeJjYs/s1600-h/Graphic2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/Sq5VHlsc5jI/AAAAAAAAAAU/qq1VxaeJjYs/s200/Graphic2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381332193620321842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Begitulah sekilas &lt;i style=""&gt;review&lt;/i&gt; dua semester di Sipil UI. Alhamdulillah, nggak nyesal ngambil Teknik Sipil di UI, habis asyik sih. Tapi saya juga sadar, saya ini masih perlu banyak belajar&lt;!-- [if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:16.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\RANI\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" href="http://images.multiply.com/common/smiles/embarassed.png"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif] --&gt;&lt;!-- [if !vml] --&gt;&lt;img src="file:///C:/Users/RANI/AppData/Local/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_i1025" height="22" width="22" /&gt;&lt;!-- [endif] --&gt;. Banyak kesempatan dan ilmu bertebaran di hari-hari saya, tapi sedikit sekali yang bisa kumanfaatkan. Malahan ada yang “terbuang”. Mudah-mudahan di semester tiga nanti nggak akan terulang lagi hal yang seperti ini. Amin.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6287909815866100705?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6287909815866100705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/sekilas-pandang-teknik-sipil-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6287909815866100705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6287909815866100705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/sekilas-pandang-teknik-sipil-part-1.html' title='Sekilas Pandang Teknik Sipil (Part 1)'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/Sq5VHlsc5jI/AAAAAAAAAAU/qq1VxaeJjYs/s72-c/Graphic2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-6630230416862750853</id><published>2009-09-14T07:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T06:38:37.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah'/><title type='text'>Dahsyatnya Fisika</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam buku &lt;i style=""&gt;Schaum’s Outline: Physics for Engineering and Science&lt;/i&gt;, Michael Browne menceritakan bagaimana seorang petualang memanfaatkan fisika untuk mengeluarkan mobilnya yang terjebak dalam lumpur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alkisah, diceritakan bahwa saat ia dan kawan-kawannya sedang berburu, mobil pickup yang mereka kendarai terjebak lumpur. Kemudian, seorang kawannya mengambil tali yang kemudian ia kaitkan ke badan mobil dan di ujung lainnya ia lilitkan ke sebuah pohon yang berada di depan mobil. Setelah itu, ia pun menarik bagian tengah tali itu sehingga tali itu membentuk sudut 10&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; dari posisi normalnya dan tertarik dengan gaya 400N. Apa yang ingin ia lakukan? Ternyata ia ingin mencoba &lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;menarik mobil itu dengan gaya yang sekecil-kecilnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambarnya menjadi&lt;/span&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.lambangca.multiply.com/image/A1iNAmnkNMyW53IUADQHMA/photos/1M/300x300/4/one.jpg?et=ssJG4lZ%2BfIHsNDDe%2BrpP7g&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan membagi segitiga yang dibentuk oleh tali menjadi dua, maka didapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://images.lambangca.multiply.com/image/knLxjZ9ySCcNrwI2KlY5TA/photos/1M/orig/5/two.jpg?et=RQE7d2h%2Cw27XMWmn8h9IZQ&amp;amp;nmid=0"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.lambangca.multiply.com/image/knLxjZ9ySCcNrwI2KlY5TA/photos/1M/300x300/5/two.jpg?et=3muZn77WV2Km5HbY0vyWmA&amp;amp;nmid=0" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maka F = 200 N &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; tan ɵ = 200 N &lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Arial;"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; tan 80&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;= 1134,26 N&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berarti, &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;hanya&lt;/span&gt; dengan memberi gaya 400 N di tengah tali, ia telah menarik mobil itu ke arah depan dengan gaya sebesar 1134,26 N. &lt;i style=""&gt;Awesome, isn’t it?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-6630230416862750853?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/6630230416862750853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/dahsyatnya-fisika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6630230416862750853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/6630230416862750853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/dahsyatnya-fisika.html' title='Dahsyatnya Fisika'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-665007569877421198.post-8845019723230005920</id><published>2009-09-14T07:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T07:10:31.082-07:00</updated><title type='text'>PROFIL</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hai, namaku Herlambang Cipta Aji, salam kenal. Aku adalah seorang muslim yang lahir di Nusa Tenggara Timur tujuh belas tahun yang lalu. Sekarang ini profesiku adalah mahasiswa Departemen Teknik Sipil FTUI angk. 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Alamatku saat ini adalah di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Saat sekolah dulu, aku sempat menetap di beberapa tempat: Mempawah (Kalimantan Barat), Solo, Samarinda dan Jogja. Pernahkah Anda melihatku di tempat-tempat yang disebutkan itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Aku adalah anak dari Sumpeno dan Handri Anik Effendi. Kedua orang tuaku adalah orang Jawa asli, karena itulah darah Jawa tetap mengalir di diriku meskipun aku sudah pernah berada pada beberapa budaya lingkungan yang berbeda. Hal yang sama juga berlaku pada adikku, Rani Mahita Aji. Sedikit banyak kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;live in Javanese Way&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain dari rumah dan lingkungan, kepribadianku pun aku tempa lewat organisasi. Saat ini aku tercatat sebagai pengurus Rohis Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI. Aku juga pernah menjadi anggota dari Rohis Al Uswah SMAN 1 Yogyakarta dan KIR SMAN 1 Yogyakarta (disebut Teladan Science Club).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yah, pencarian jati diri memang nggak ada habisnya. Begitu banyak daerah kutinggali, begitu banyak budaya kurasakan, sampai saat ini masih belum dapat identitas yang pas. Cuma satu yang pasti: Muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lewat dunia maya inilah aku mencoba mencari satu lagi media penempaan diri. Maka, mohon bantuannya ya&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wink.png" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/665007569877421198-8845019723230005920?l=lambangca.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lambangca.blogspot.com/feeds/8845019723230005920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/profil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8845019723230005920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/665007569877421198/posts/default/8845019723230005920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lambangca.blogspot.com/2009/09/profil.html' title='PROFIL'/><author><name>herlambang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16482273077859858660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_9dafzWn7r_Y/TGQce1sEPhI/AAAAAAAAADk/cl7u3VARH40/S220/pp+blogger.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
